Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.219 Mencari Rempah rempah



Setelah mereka sarapan mereka pun keluar dari mansion. "Hah.... udara di pinggiran hutan memang sejuk" ucap Rei. "Ya.... kamu benar sekali udara di sini sejuk sekali" ucap Iseria. "Tap.... tap.... tap...." dari kejauhan terdapat seseorang yang sedang berlari ke arah Rei dan yabg lainnya berada.


"Papa.... bukankah itu kak Viora....?" ucap Yuna. "Mana....? oh ya, seperti itu Viora" ucap Rei sambil melihat seseorang yang berlari itu adalah Viora, Viora berlari menuju ke mansion milik Rei. Beberapa saat kemudian Viora pun sampai di depan mereka. "Hah.... hah.... berlari sungguh melelahkan" ucap Viora. "Kau kenapa....? pagi pagi sudah berlari, apakah kau berolahraga....?" ucap Rei.


"Olahraga....? apa itu.....? aku baru pertama kali ini mendengar kata itu...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora. "Tidak, lupakan saja apa yang ku katakan tadi, dan kembali ke pertanyaan ku tadi, kenapa kau berlari Viora....?" ucap Rei. "Oh, itu karena kamu kemarin berkata kalau hari ini aku bisa membalas budi kepadamu" ucap Viora.


"Hmm.... coba ku ingat ingat lagi...." ucap Rei sambil mengingat ingat. "Apakah benar.....? aku tidak ingat sama sekali" ucap Rei. "Eh... yang benar saja.... apakah aku harus terus terbayang bayang dengan hutang budi kepadamu.....?" ucap Viora. "Tidak tidak, padahal aku hanya bercanda sedikit" ucap Rei. "Ya... ampun Rei.... aku kira kamu beneran tidak ingat" ucap Viora.


"Dan apa yang akan kau minta Rei....?" ucap Iseria. "Ya... kami juga ingin tau...." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena. "Hmm.... bagaimana kalau aku akan meminta Viora untuk menjadi tunangan ku.....?" ucap Rei. "Eh.....?!" ucap Viora yang terkejut dan mukanya langsung memerah. "Rei.....!!" ucap Iseria yang kemudian memukul pelan Rei.


"Apakah Rei tidak puas dengan kami.....? ataukah kami harus melakukan itu....?" ucap Cerise. "Melakukan itu....? apa yang kau maksud....?" ucap Rei. "Ah.... ya itu.... anu itu dan itu" ucap Sasaki. "Apa yang kau katakan....? aku tidak tau apa yang kau katakan" ucap Rei. "Anu.... itu membuat anak...." ucap Cisa. "Eh....?! apakah kalian beneran berpikir seperti itu....?" ucap Rei.


"Y.... yah...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, dan Carl. "Ya ampun, padahal yang ku katakan Viora untuk menjadi tunangan ku hanya bercanda, jangan terlalu di anggap serius" ucap Rei. "Apakah benar....?" ucap Iseria. "Ya.... kalau untuk hal yang kalian pikirkan aku tidak akan melakukan sebelum benar benar memiliki ikatan atau bisa di bilang menikah" ucap Rei.


"Eh.... kenapa begitu....? yang aku tau, banyak bangsawan yang melakukan itu setelah mereka bertunangan, bahkan juga tidak banyak yang melakukan itu hanya karena rasa cinta" ucap Alencia. "Hmm.... sepertinya begitu, tapi aku berbeda" ucap Rei. "Jadi yang kamu katakan tentang pertunangan tadi itu hanya bercanda....?" ucap Viora yang baru tersadar.


"Eh.... ya benar, aku hanya bercanda, maaf kalau tadi menyakiti hati mu, pastinya kau punya orang yang kau cintai kan...." ucap Rei. "Ya.... orang yang ku cintai sekarang berada di depanku" ucap Viora yang pelan seperti bergumam sendiri. "Apakah kau tadi mengatakan sesuatu Viora....?" ucap Rei yang sepertinya mendengar kalau Viora berkata sesuatu akan tetapi Rei tidak terlalu mendengar dengan baik.


"Ti.... tidak ada, aku tidak mengatakan apa apa" ucap Viora. "Oh... begitukah, apakah aku tadi salah dengar....?" ucap Rei. "Oh ya... Rei apa permintaan mu....? jawab dengan benar" u ap Iseria. "Hmm.... aku juga tidak tau mau apa....?" ucap Rei. "Apapun permintaan ini akan aku penuhi selama aku bisa lakukan" ucap Viora. "Hmm.... suatu hari nanti saja, saat ini aku bisa memutuskan untuk apa" ucap Rei.


"Rempah rempah.....? aku tidak terlalu yakin, tapi sepertinya ada di tempat itu" ucap Anasta. "Tempat itu....?" ucap Rei yang mengulangi kata kata Anasta. "Ya.... itu tempat yang aku dan Viora temukan, di sana ada rerumputan yang memiliki aroma unik dan ada yang berbuah di akar, dan buah di akar itu juga memiliki aroma unik" ucap Anasta. "Ah.... itu yang aku cari, apakah aku bisa ke sana....?" ucap Rei.


"Ya.... bisa, Viora antarkan Rei ke tempat itu" ucap Anasta. "Ya.... baik, aku akan antarkan" ucap Viora. "Hmm.... dengan beberapa rempah rempah aku bisa membuat beberapa makanan yang tidak ada di tempat ini" batin Rei. "Baiklah aku masih ada banyak pekerjaan, jadi aku akan pergi" ucap Anasta. "Ya.... kalau masih ada pekerjaan jangan di tinggal terus nanti jadi menumpuk" ucap Rei.


"Ya.... sampai jumpa lagi Rei" ucap Anasta. "Ya.... sampai jumpa" ucap Rei membalas kata Anasta. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena bagiamana kalian....? apakah akan ikut....?" ucap Rei. "Hmm.... bagaimana ya.....?" ucap Iseria yang sambil berpikir. "Aku akan ikut" ucap Shiko.


"Yuna dan Nina ikut, papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... Yuna dan Nina pasti ikut" ucap Rei. "Kami ikut, dan ingin melihat tanaman apa yang kamu cari" ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena. "Ya... baiklah, apakah tidak apa apa Viora kalau kami ikut....?" ucap Rei. "Tidak apa apa, kalau tidak salah ada yang mengatakan kalau lebih banyak lebih baik" ucap Viora.


"Dari mana kau tau kata kata itu....?" ucap Rei. "Yah.... aku lupa dari mana, itu sudah lama sekali saat aku kecil" ucap Viora. "Oh... baiklah, sekarang tunjukkan jalannya ke tempat yang kau maksud tadi" ucap Rei. "Ya... ikuti aku, jangan pergi sendiri, kalau melakukan itu nanti kalian akan tersesat di dalam hutan" ucap Viora. Ya... baiklah" ucap Rei dan yang lainnya.


Viora pun berjalan menuju ke tampat yang di katakan Anasta, Rei dan yang lainnya mengikuti Viora dari belakang. Tak lama Viora yang berjalan pun berhenti, mereka pun sampai di tempatnya. "Kita sudah sampai" ucap Viora.



"Itu terlihat seperti tempat tinggal, apakah ada yang tinggal di sini....?" ucap Iseria. "Hmm... sepertinya tidak, ini desa yang sudah lama di tinggalkan dan semua orang yang dulunya tinggal di sini membangun desa di tempat lain" ucap Viora. "Apakah pernah terjadi sesuatu sebelumnya....?" ucap Rei. "Aku tidak tau, entah apa alasannya mereka pergi dari desa ini" ucap Viora.