
Mereka yang berjalan pun akhirnya sampai di depan mansion. "Papa Yuna dan Nina, duluan ya...." ucap Yuna dan Nina yang langsung berlari masuk ke dalam mansion. "Hati hati, nanti terjatuh" ucap Rei. para pelayan menyiapkan makanan untuk makan siang. kerena waktu makan siang sudah cukup dekat.
"Rei kamu sudah pulang, kenapa sangat cepat....?" ucap Cisa. "Eh.... apakah sebaiknya aku tidak kembali....?" ucap Rei. "Bukan itu maksudnya" ucap Cisa. "Hahahaha..... tenang saja aku hanya bercanda" ucap Rei. "Sayang....." ucap Asami dari belakang Rei yang langsung memeluk Rei dari belakang. "Asami jangan sering sering memeluk ku dari belakang" ucap Rei. "Maaf maaf" ucap Asami.
"Rei.... makan siang sudah hampir siap" ucap Iseria. "Ya... ayo kita ke sana" ucap Rei. dan mereka pun langsung menuju ke ruang makan. Saat mereka sampai di ruang makan, para pelayan sudah selesai menyiapkan makanan. Dan mereka makan siang bersama. Setelah makan siang Rei duduk sambil beristirahat sejenak.
"Rei kamu keluar tadi kemana....?" ucap Iseria. "Todak ke mana mana, kenapa.....?" ucap Rei. "Tidak apa apa, hanya mau bertanya" ucap Iseria. Dan dari luar terdengar suara kereta kuda yang berhenti di depan mansion. "Kereta kuda.....? dari mana....?" ucap Rei. "Yey.... akhirnya sampai" ucap Rin yang menuju keluar dari mansion.
Kereta kuda yang berhenti adalah kereta kuda dari kerajaan yang mengantarkan pakaian ganti untuk Rin. "Siapa Rin....?" ucap Rei yang juga baru keluar dari Mansion. "Mereka mengantarkan pakaian ku" ucap Rin. "Tuan putri bagaimana kalau saya juga bawakan sampai dalam....?" ucap pengawal yang mengantarkan pakaian untuk Rin. "Tidak perlu, aku akan membawakan nya" ucap Rei.
"Anda tidak perlu membawakan koper ini tuan Rei" ucap pengawal itu. "Tidak apa apa, hanya koper itu tidak berat kok" ucap Rei yang mengambil beberapa koper milik Rin. dan Rei pun membawa koper milik Rin itu. "Bagaimana kalau minum dulu sebelum pergi...?" ucap Rei. "Saya tidak berhak menerima jamuan anda" ucap pengawal itu.
"Tidak apa apa, ayo minum dulu" ucap Rei. "Maaf saya masih banyak pekerjaan, jadi saya pergi" ucap pengawal itu. Dan pengawal itu menjalankan kereta kudu untuk kembali ke kastil kerajaan. "Hati hati di jalan" ucap Rei kepada pengawal itu. kemudian mereka yang berada di luar pun masuk ke dalam mansion, Rei membawakan koper milik Rin ke dalam mansion.
"Apakah tidak berat Rei....?" ucap Rin. "Tidak, sangat ringan" ucap Rei. "Apakah benar....?" ucap Rin yang tidak percaya. dan Rei pun meletakkan koper koper milik Rin itu di atas lantai. "Kalau tidak percaya coba saja" ucap Rei. "Ya... aku akan coba" ucap Rin yang mencoba membawa beberapa koper sekaligus. "Be.... berat sekali..." ucap Rin yang sambil membawa tiga koper sekaligus.
"Apakah benar, kalau berat kau bisa bawa satu satu ke kamar mu" ucap Rei. "Ya... akan aku bawa satu satu saja" ucap Rin yang menaruh dua koper dan hanya menbawa satu koper ke kamarnya. "Yosh, bagaimana kalau kita pergi sekarang...?" ucap Rei. "Pergi....? pergi kemana....?" ucap Cisa. "Ya.... karena survei kemarin kita mendapatkan suara terbanyak ke beast land jadi kita akan ke sana" ucap Rei. "Ke...kesana....?" ucap Cisa yang tidak percaya.
"Ya.... karena Rin juga sudah membawa pakaian ganti" ucap Rei. "Tapi apa hubungannya dengan aku sudah membawa pakaian ganti...?" ucap Rin yang telah menaruh semua koper di dalam kamarnya. "Ya... karena kita akan berangkat sekarang dan meninggalkan kerajaan ini" ucap Rei. "Bagaimana dengan kapalnya....?" ucap Rin.
"Kitakan mau Melawati laut, bukankah menggunakan kapal laut....?" ucap Cisa. "Tidak tidak, kita akan terbang" ucap Rei. "te.... terbang.....?!!!" ucap Cisa dan Rin yang sangat terkejut mendengar itu. "Terbang....? tapi bagaimana mungkin....?" ucap Rin. "Coba kalian berdua keluar, setelah kalian keluar kita akan terbang" ucap Rei. dan mereka berdua pun keluar dari Mansion untuk melihat di luar.
Dan saat mereka melihat keluar, seluruh area mansion itu pun mulai terangkat ke atas. "Wah kita terbang....." ucap Rin. "Ya.... meski sudah beberapa kali melihatnya, tatap saja sangat mengagumkan" ucap Iseria yang sambil berjalan keluar dari Mansion. "Ya.... sangat mengagumkan" ucap Cerise. "Benar sangat mengagumkan dan sangat hebat" ucap Asami.
"Ya.... karena kita akan terbang kita memiliki kesempatan untuk melihat pulau terapung milik para angel, lebih tepatnya adalah kota Atla" ucap Rei. "Kota Atla....? apakah Rei pernah melihatnya....?" ucap Shiko. "Tidak pernah" ucap Rei. "Eh.... tapi kenapa Rei mengetahui nya....?" ucap Cisa. "Semua ada di buku" ucap Rei.
Dan tak lama mereka terbang,mereka melihat pulau terbang Atla. "Rei apa itu....? itu seperti beberapa pulau yang terbang secara bersamaan" ucap Iseria. "Itu adalah pulau Atla. "Itu....? aku kira tempat yang bernama Atla adalah tempat yang hanya berisi dengan bangunan" ucap Iseria. "Kau kira ras angel itu apa...?" ucap Rei.
"Apa....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Ras angel adalah ras yang memiliki kekuatan sihir yang kebanyakan di gunakan untuk menyembuhkan" ucap Rei. "Berarti kenapa kebanyakan ada pepohonan karena energi Sihir yang ada di sekitar mereka....?" ucap Shiko. "Ya... hampir mirip dengan mu Shiko" ucap Rei. "Hampir mirip dengan Shiko....?" ucap Cisa.
"Ya... karena Shiko adalah ratu peri" ucap Rei. "Eh..... ratu peri, ini pertama kali aku melihat langsung, aku hanya sering mendengar tentang para peri dari cerita cerita" ucap Rin. "Bagaimana kalau kita mampir ke Atla terlebih dahulu sebelum ke beast land....?" ucap Rei. "Apakah bisa....? kalau begitu boleh saja" ucap Iseria. "Ya.... kita akan mendekati. Atla terlebih dahulu" ucap Rei. dan mansion yang itu pun terbang mendekat ke arah Atla.
Sementara itu para angel sedang menuju ke Atla mereka akan melakukan perjalanan kembali. Mansion milik Rei berhenti di samping Barier yang melingkari pulau Atla. "Rei kenapa kita berhenti dengan jarak yang lumayan jauh dari pulau....?" ucap Rin. "Karena pulau Atla memiliki penghalang yang melingkari pulau, dan penghalang itu tidak akan membiarkan benda asing masuk ke area pulau.
"Kalau masuk apa yang terjadi....?" ucap Iseria. "Hmm.... kurang lebih ya kita menghilang" ucap Rei. "Teleportasi....?" ucap Cerise. "Tidak, hangus menjadi abu" ucap Rei. "Kenapa sangat seram begitu....?" ucap Cisa. "Ya kerena kalau ada serangan dari bawah ke pulau Atla, serangan itu tidak akan berhasil" ucap Rei. "Terus bagaimana kita akan ke sana....?" ucap Rin. "Kita akan meminta izin" ucap Rei dengan santai.