
"Eh.... kenapa tidak bekerja kepada Rei....?" ucap Sasaki. "Kan, sudah ku bilang kau tidak akan bisa berbuat ku melakukan hal yang kau inginkan kalau aku tidak mau melakukan nya" ucap Rei. "Eh.... Rei memegang dada Sasaki, tidak adil lakukan juga kepada kami" ucap Iseria. "Ya....." ucap Cerise, Shiko dan Asami bersamaan.
"Hah..... sekarang kalian, kalau begitu aku akan pergi" ucap Rei yang langsung berteleport ke kamarnya. Rei yang berada di kamarnya itu mengunci pintu kamar nya. "Hah.... aku hanya ingin menghindari masalah malahan dapat tambahan masalah" ucap Rei. ia pun segera mengeringkan badannya dan berganti pakaian di dalam kamarnya.
"Ya.... Rei pergi...." ucap Iseria. "Bukankah itu karena mu....?" ucap Cerise. "Eh... kenapa malah aku yang di salahkan.....? bukankah kalian juga yang setuju dengan perkataan ku" ucap Iseria. "Hmm.... aku tidak ingat apa apa...?" ucap Shiko. "Mereka tadi mengangguk karena setuju kan Sasaki" ucap Iseria. "Apakah bisa tidak ikutkan aku dalam hal yang tidak aku ikuti" ucap Sasaki.
"Sekarang kalian kenapa.....?" ucap Iseria. "Karena mengakui hal tadi itu sangat merepotkan" ucap Asami. "Kak Iseria dan yang lainnya aku dan Nina akan pergi ke tempat papa" ucap Yuna. Kemudian Yuna dan Nina keluar dengan tubuh yang masih basah dan tidak memakai pakaian.
Kebetulan Rei berjalan di lorong yang sama dengan Yuna dan Nina berjalan. "Yuna Nina, kenapa kalian tidak memakai baju.....?" ucap Rei. "Papa...." ucap Yuna dan Nina yang ingin memeluk Rei. "Stopp...." ucap Rei yang sambil menghentikan Yuna dan Nina. "Apa sekarang papa tidak sayang dengan Nina dan Yuna ....?" ucap Nina. "Bukan itu, kalian masih basah, kita pergi ke kamar kalian untuk mengeringkan badan kalian dan juga kalian harus menggunakan pakaian agar tidak terkena flu" ucap Rei.
Yuna, Nina dan Rei pun pergi ke kamar Yuna dan Nina. Rei mengeringkan tubuh Yuna dan Nina, setelah tubuh mereka kering Rei memakaikan pakaian kepada Yuna dan Nina. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami baru saja selesai berendam, mereka mengeringkan badan dan juga mereka berganti pakaian. Setelah itu mereka keluar dan pergi ke ruang makan.
"Eh..... Rei tidak ada di sini.....?" ucap Iseria. "Vivi dan yang lainnya apa kalian melihat Rei....?" ucap Sasaki. "Maaf, kami belum melihat tuan setelah sore tadi" ucap Bel. "Ya... kalau begitu, tidak apa apa" ucap Sasaki. pada akhirnya mereka pun duduk di kursi ruang makan. Rei, Yuna dan Nina berjalan ke arah ruang makan. "Itu dia Rei....." ucap Sasaki.
"Ada apa....?" ucap Rei dengan singkat. "Maaf untuk yang tadi Rei" ucap Iseria, Cerise dan Sasaki. "Maaf , Danna untuk yang tadi" ucap Shiko. "Maafkan aku, sayang" ucap Asami. "Aku tidak terlalu peduli dengan yang tadi" ucap Rei. "untunglah, tunangan kita Rei...." ucap Iseria. "Ya.... Danna sangat baik" ucap Shiko. "Sudah jangan terus bicara, kita makan malam sebelum makanan nya dingin" ucap Rei.
Dan mereka pun makan malam bersama, dan setelah makan malam Rei, Yuna dan Nina masih berada di ruang makan, sedangkan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami sudah pergi dari ruang makan. "Papa apa hanya bajak laut yang jahat....?" ucap Nina. "Kenapa Nina bertanya seperti itu....?" ucap Rei. "Karena tadi papa bilang kalau mereka adalah bajak laut dan juga mereka menyerang orang lain" ucap Nina.
"Tidak, Tidak semua bajak laut yang jahat, akan tetapi semua mahkluk hidup semua bisa berubah dari jahat menjadi baik dan juga dari baik menjadi jahat" ucap Rei. "Apa Yuna dan Nina jahat....?" ucap Yuna. "Tidak, Yuna dan Nina anak baik, kalau Yuna dan Nina terus berbuat baik Yuna dan Nina akan selalu menjadi orang yang baik" ucap Rei.
"Yuna dan Nina anak baik......" ucap Yuna dan Nina yang seperti kata kata itu terngiang ngiang di kepala mereka. "Sekarang sudah malam sebaiknya kalian tidur" ucap Rei. "Baik...." ucap Yuna dan Nina, kemudian mereka pun berjalan ke arah kamar mereka. "Papa.... selamat malam" ucap Yuna dan Nina yang sambil meninggalkan Rei. "Ya.... selamat malam" ucap Rei.
Rei yang berjalan itu sudah sampai di depan kamar nya. "Kreek....." ia pun membuka pintu kamar nya. Di dalam kamarnya terdapat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami. "Rei....." ucap Iseria, Cerise, dan Sasaki. "Danna....." ucap Shiko. "Sayang....." ucap Asami.
"Kami akan tidur dengan Rei malam ini" ucap Cerise. "Kalau begitu aku akan pergi ke kamar lain" ucap Rei yang sambil menutup pintu nya. "Tunggu Rei....." ucap Iseria yang langsung membuka pintu kamar yang baru Rei tutup. "Ada apa....?" ucap Rei. "Apa kamu marah....?" ucap Iseria.
"Tidak, aku tidak marah" ucap Rei. "Cupp....." Iseria pun langsung mencium Rei. "Apa kau sudah baikan.....?" ucap Iseria. "Dari Awal aku tidak apa apa" ucap Rei. "Cupp....." Cerise pun langsung mencium Rei setelah Rei berbicara. "Kalau ada masalah tidak apa apa untuk bilang kepada kami" ucap Cerise. "Ya.... terima kasih" ucap Rei. "Cupp...." Shiko pun mencium Rei.
"Danna adalah raja dari para peri jadi jangan sungkan untuk minta bantuan dari kami para peri" ucap Shiko. "Ya... tapi aku baik baik saja, kalian tidak perlu khawatir" ucap Rei. "Cupp...." Sasaki pun juga ikut mencium Rei. "Rei.... meski aku tidak terlalu bisa di andalkan kau bisa mengandalkan ku" ucap Sasaki. "Cupp..." Asami juga mencium Rei.
"Ini adalah ciuman pertama ku" ucap Asami. "Ya..... terima kasih" ucap Rei yang kemudian memeluk Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. "Saat saat seperti ini rasanya sangat hangat dan juga menyenangkan" batin Iseria. "Saat di peluk seperti ini rasanya sangat nyaman" batin Cerise. "Pelukan dari seorang raja— tidak dari seorang calon suami sangat hangat" batin Shiko.
"Meski hanya beberapa kali merasakan di peluk oleh Rei tapi kenapa rasanya sangat nyaman sekali" ucap Sasaki. "Se..... Sekarang aku sedang di peluk sayangku, ayah Sekarang aku bisa lebih dekat dengan nya" batin Asami yang seperti nya sangat senang dan pada akhirnya Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun tidur di dalam kamarnya Rei. Mereka tidur dalam satu tempat tidur. Semuanya terlihat sangat dekat dan begitu saling menyayangi satu sama lain.