Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.166 Tuan putri



"Hmm.... kalau di pikir pikir, tadi dia bilang kalau pemilik tertinggi adalah tuan putri, berarti raja dan ratu sudah tidak ada, semoga saja tuan putri yang di maksud tidak menjengkelkan" batin Rei. Dan orang itu pun berjalan keluar dari rumah itu. "Papa dia kembali" ucap Nina. "Ya...." ucap Rei.


"Kalian di perbolehkan masuk, tapi aku peringatkan jangan membuat masalah dengan tuan putri" ucap orang tersebut. "Ya... tenang saja" ucap Rei. Rei, Yuna dan Nina pun berjalan memasuki rumah tersebut. Saat mereka sudah masuk mereka langsung di pertemukan dengan para petinggi dan tuan putri. Tuan putri berada di balik tirai kain.


"Aku tidak bisa melihat wajahnya" batin Rei saat pertama kali melihat putri tersebut. "Jadi ada apa....?" ucap putri tersebut. "Ya.... aku dan beberapa orang datang ke sini hanya berpetualang dari tempat lain" ucap Rei. "Apakah kalian mata mata dari kerjaan lain....?" ucap salah satu petinggi itu. "Tidak, kami bukan mata mata dari kerajaan lain" ucap Rei.


"Apakah aku bisa memegang kata kata mu....?" ucap putri tersebut. "Ya.... kau bisa memegang kata kata ku" ucap Rei. "Baiklah, tapi jelaskan berapa orang yang kau maksud itu" ucap putri. "Hmm.... sepuluh pelayan perempuan, satu iblis, kemudian enam Manusia dan satu ras naga" ucap Rei.


"Baiklah, kalian akan di anggap sebagai petualangan yang datang dari tempat jauh, sekian, kalian bisa pergi" ucap putri tersebut. Kemudian, Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari tempat itu dan mereka bertemu dengan penjaga gerbang tadi. "Yo.... bertemu lagi...." ucap Rei. "Bagaimana....?" ucap penjaga tersebut. "Ya.... terima kasih bantuan mu" ucap Rei.


"Aku tidak melakukan apa apa...." ucap penjaga tersebut. "Tidak, kau memperbolehkan aku masuk, itu sudah termasuk membantu" ucap Rei. "Apakah begitu....?" ucap penjaga tersebut. "Ya.... nama ku Rei, mereka Yuna dan Nina, nama mu....?" ucap Rei. "Nama ku, Ejil" ucap Ejil. "Aku Yuna...." ucap Yuna. "Aku Nina...." ucap Nina.


Kemudian Rei mengambil sebotol anggur dari space dimension. "Ini Ejil kau ambil saja" ucap Rei yang memberikan sebotol bir itu kepada Ejil. "Untuk apa ....?" ucap Ejil. "Kau terima saja" ucap Rei. dan Ejil pun menerima botol anggur tersebut. Kemudian rei pun berjalan untuk keliling kota. "Ejil sampai jumpa....." ucap Rei.


"Ya.... terima kasih untuk ini....." ucap Ejil. "Oh ya.... Ejil kau cukup feminim untuk seorang laki laki" ucap Rei. Ejil tidak menjawab perkataan Rei barusan. Rei, Yuna dan Nina berkeliling kota itu. sementara itu di pulau Atla, Frey menemukan kotak yang berisi dua botol bir. "Ayah......" ucap Frey yang memanggil Kay.


"Ada apa Frey.....?" ucap Kay. "Apakah ayah yang berusaha menyembunyikan dua botol bir ini....?" ucap Frey. "Itu bukan aku..... aku belum membeli bir beberapa hari ini" ucap kay. "Lah ini siapa yang menaruh di sini....?" ucap Frey. "Ya... mana aku tau...." ucap Kay. "Oh ya.... ayah bukankah hari ini ayah akan membukakan jalan untuk Rei....?" ucap Frey.


"Eh.... aku lupa.... aku akan bergegas ke sana" ucap Kay. "Aku ikut ayah....." ucap Frey. dan mereka berdua pun terbang Menuju ke tempat mansion milik Rei. Dan setelah sampai mereka terkejut melihat di sana sudah tidak ada mansion milik Rei. "Ayah kemana Mansion nya....?" ucap Frey. "Mansion sudah tidak ada, dan juga ada dua botol bir di depan rumah..." ucap Kay sambil berfikir.


"Rei memberikan ini sebagai hadiah perpisahan" ucap Kay. "Eh begitu, jadi Rei sudah pergi....." ucap Frey. Sementara itu di dalam ruangan kerajaan beast land. "Tuan Putri.... dia adalah orang yang sangat mirip dengan yang ada di ramalan" ucap salah satu petinggi kerajaan. "Apa....!! dia....? apakah kau bercanda....? manusia tidak bisa lebih unggul dengan para beast" ucap putri.


"Tapi.... yang ada di Ramalan pasti benar, dan ramalan dari dulu selalu benar tidak pernah mengecewakan" ucap petinggi itu. "Ck, aku menjadi putri kerajaan karena ramalan dan sekarang suami ku juga di tentukan dengan ramalan, aku muak dengan ini...." ucap putri. "Anda mau bagaimana....?" ucap petinggi.


"Aku akan keluar, ayo Itshu...." ucap putri. "Anda mau kemana tuan Putri....?" ucap salah satu petinggi. "Kalian tidak perlu khawatir, aku pergi dengan Itshu, jadi tenang saja" ucap putri. "Baiklah kalau begitu, hati hati di jalan tuan putri" ucap para petinggi yang ada di sana. "Tuan putri kita akan ke mana....?" ucap Itshu.



"Itshu kau tidak perlu tau kita akan ke mana" ucap putri. "Baik tuan putri" ucap Itshu. "Oh ya Itshu kau kan termasuk orang terkuat di kerajaan ini kan" ucap putri. "Ya.... masuki begitu saya hanya berada di tingkat ketiga, anda berada di peringkat pertama" ucap Itshu. "Ya... ada benarnya sih, tapi apakah aku hanya seperti keronco kalau di luar sana.....?" ucap putri.


"Saya belum tau, tapi yang pasti anda itu sangat cepat dan juga sangat kuat" ucap Itshu. "Jangan terlalu memuji, kau itu juga sangat kuat" ucap putri. Dan mereka berdua pun berkeliling kota untuk mencari Rei, kerena si putri penasaran seberapa kuat Rei.


Sedangkan Rei, Yuna dan Nina berjalan, dan bertemu dengan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin kalian sedang apa....?" ucap Rei. "Tidak ada apa apa, kami hanya sedang menunggu Rei...." ucap Iseria. "Oh.... kalian tidak perlu menunggu ku" ucap Rei.


"Danna, ayo kita berkeliling" ucap Shiko. "Ya.... ayo berkeliling di kota ini" ucap Rei. dan mereka pun berkeliling di kota itu sampai siang hari. Tuan putri dan Itshu yang berkeliling untuk menemui Rei itu tak ketemu. "Tuan putri apa yang anda cari....? kita sudah berkeliling kota dan anda belum menemukan yang anda cari" ucap Itshu.


"Karena sudah siang kita ke sana untuk makan siang...." ucap putri yang menghiraukan perkataan Itshu. "Tuan putri tunggu....." ucap Itshu yang mengejar putri. Rei di dan yang lainnya makan siang bersama dan setelah makan siang mereka berkumpul di ruang tengah dan mereka membicarakan sesuatu.