
Setelah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia yang sudah ganti baju mereka menunggu Rei di taman mansion. "Yosh.... Yuna dan Nina sudah ganti" ucap Rei yang telah mengganti baju Yuna dan Nina. "Papa.... bagaimana penampilan kami....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... sangat manis dan imut...." ucap Rei.
"Terima kasih papa....." ucap Yuna dan Nina. Kemudian mereka bertiga keluar dari kamar Yuna dan Nina. "Papa tidak ganti.....?" ucap Yuna dan Nina. "Aku ganti, aku hanya perlu melepas jubah, baju dan celana panjang ini" ucap Rei. Dan Rei pun masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Yuna dan Nina menunggu di depan kamar Rei. Tak lama Rei pun keluar dari kamar dan ia sudah menggunakan celana pendek.
"Ayo Yuna Nina" ucap rei. Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari Mansion, di depan Mansion Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia sedang menunggu Rei, Yuna dan Nina. "Rei..... kamu lama...." ucap Iseria. "Maaf maaf, sekarang kita akan bermain di pantai...." ucap Rei. "Ya.... ayo....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia yang langsung menuju ke pantai.
"Vivi dan yang lainnya, kalian juga ikut bersenang senang dan melepaskan beban saat bekerja" ucap Rei. "Baik terima kasih, tuan" ucap para pelayan. "Pastikan kalian juga bersenang senang, kalau begitu aku akan ke sana" ucap Rei. "Baik tuan, selamat bersenang senang" ucap para pelayan. "Elathan dan shadow demon lakukan tugas kalian" ucap Rei.
"Baik tuan, akan kami laksanakan" ucap Elathan dan Shadow Demon yang tidak tau ada di mana. "Ada apa.....?" ucap Rei yang melihat mereka berdiri di pantai. "Apakah tidak apa apa.....? nanti kalau ada monster bagaimana.....?" ucap Alencia. "Monster....? tidak akan ada, di sini sangat aman....." ucap Rei.
"Apakah benar....?" ucap Alencia yang tidak percaya. "Sihir air\= Douche" Rei menggunakan sihir air dan menyemprotkan air ke arah Alencia. "Splash....." Alencia terkena air sihir Rei. "Dingin..... Darling apa yang kamu lakukan....?" ucap Alencia. "Hahaha..... kalau tetap diam kau akan jadi sasaran mudah untuk ku....." ucap Rei. "Tap .. tap... tap...." Alencia berlari ke arah air.
"Splash....." Alencia menyemprotkan air laut ke arah Rei. Sebelum air mengenai Rei, Rei sudah menghilang dan berada di belakang Alencia. "Hah..... hampir saja...." ucap Rei. "Curang.... kamu menghindari nya darling....." ucap Alencia. "Curang dari mana....? tidak ada aturan dilarang menghindar, tapi lihat siapa yang kau semprot tadi....?" ucap Rei.
Alencia yang tadinya ingin menyemprotkan air ke Rei, akan tetapi malah terkena Cerise. "Kalau begitu aku juga ikut....." ucap Cerise yang langsung berjalan kearah air dan ia pun menaruh tangannya di air kemudian melemparkan air laut ke arah Alencia. "Gawat.... aku harus kabur....." ucap Rei yang berlari menjauh dari Alencia.
"Darling kenapa berlari.....? apakah kamu takut dengan air.....?" ucap Alencia. "Bukan itu yang aku takutkan, tapi tenaga milik Cerise tidak main main" ucap Rei. Dan benar saja, Cerise membuat gelombang ombak sendiri Hanya dengan tangannya. "Eh.....? ombak.....?" ucap Alencia yang tidak sempat menghindar. "Byuur....." Rei, Yuna, Nina, Iseria, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia, semua yang ada di sana basah karena Cerise.
"Yuna dan Nina tidak akan bisa mengenai ku...." ucap Cerise. "Byuur....." sebuah gelembung air jatuh ke kepala Cerise. "Kombinasi yang bagus Yuna Nina" ucap shiko. "Ya... kak Shiko" ucap Yuna dan Nina. "Eh..... jadi Yuna dan Nina hanya sebagai pengalihan" ucap Cerise. "Plash..... plash....." Iseria, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin menyemprotkan air ke Cerise.
"Jangan lupakan kami Cerise, kami juga kena gara gara mu" ucap Iseria. "Ya.... tapi aku tidak sengaja tadi....." ucap Cerise. "Sihir air: Douche" Rei menggunakan sihir air. "Plash.... plash.... plash....plash.... plash... plash.... plash...." Rei menggunakan sihir dan menyemprot Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia secara berturut turut.
"Semuanya kena...." ucap Rei. "Rei....." ucap Iseria. "Kenapa.....? salah kalian sendiri yang berdiam saja di sana" ucap Rei. "Kalau begitu, kamu juga" ucap Iseria. Kemudian, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia berusaha menyemprotkan air ke Rei, akan tetapi tidak ada yang kena. "Hahahaha..... masih terlalu awal untuk kalian mengenai ku....." ucap Rei.
"Wush....." tanpa di ketahui Rei, dua buah gelembung air melesat ke arah Rei. "Plash.... plash...." dua gelembung itu meledak saat mengenai Rei. "Yey.... papa kena....." ucap Yuna dan Nina. "Ah.... aku lengah, tapi sekarang tidak akan lengah lagi" ucap Rei. "papa.... papa rudak boleh sombong dulu, papa belum tau kehebatan Yuna dan Nina" ucap Yuna.
"Ya.... Yuna dan Nina hebat dalam sihir air, tanpa papa tau Yuna dan Nina sudah kuat" ucap Nina. "Ya.... tapi kalian lengah" ucap Rei. "Plash..... plash....." dia gelembung air menyentuh tubuh belakang Yuna dan Nina. "Sihir pemanggilan: Summon" Iseria menggunakan sihir pemanggilan untuk memanggil hewan iblis.
Hewan iblis yang di panggil Iseria berbentuk seperti naga air. "Serang.....!" ucap Iseria yang memerintahkan hewan yang baru ia Summon untuk melancarkan serangan ke arah Rei. "Hey.... hey.... jangan terlalu serius..... aku tidak serius, tapi kalian serius......" ucap Rei. "Aku tidak serius......" ucap Iseria. "Sihir kegelapan: shape destroyer" Rei menggunakan sihir kegelapan dan langsung membuat hewan panggilan Iseria itu menghilang.
"Yosh.... sekarang kita istirahat" ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. Dan mereka pun berkumpul di bawah pohon yang ada di sana. "Tuan.... kami membawakan nya...." ucap Luna. "Ya.... bawa ke sini" ucap Rei. Para pelayan berjalan ke arah mereka sambil membawa berbagai sayuran mentah, buah, dan daging mentah.
Dan setelah para pelayan sampai, mereka menaruh semuanya di atas meja yang Rei buat menggunakan sihir. "Yosh.... sudah terkumpul semua" ucap Rei. "Buat apa ini semuanya....?" ucap Sasaki. "Bukankah kalian merasa lapar....?" ucap Rei. "Eh.... iya benar aku sedikit lapar" ucap Iseria. "Sekarang sudah hampir makan siang kan....." ucap Rei. "Ya.... sudah hampir waktunya makan siang, tuan" ucap Vivi. "Yosh, untuk makan siang kita buat BBQ" ucap Rei.