
Di pagi hari nya mereka pun bangun bersamaan. "Whooam..... hari ini ada acara apa ya....?" ucap Rei yang baru bangun. "Selamat pagi, Rei...." ucap Iseria. "Selamat pagi, Rei, Iseria, Cerise, Shiko dan Asami" ucap Sasaki. "Ya.... selamat pagi" ucap Cerise. "Selamat pagi Danna" ucap Shiko. "Ya..... selamat pagi" ucap Rei. "Selamat pagi, sayang" ucap Asami.
"Ya.... selamat pagi...." ucap Rei yang sambil beranjak dari tempat tidur. Rei pergi keluar dari kamar dan ia pun mencuci muka setelah keluar dari kamar nya. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun ikutan menyusul. Sedangkan Yuna dan Nina sudah mencuci muka dan sedang berjalan ke arah ruang makan bersama Rei. "Papa.... hari ini kita akan melakukan apa....?" ucap Yuna. "Aku juga tidak tau mau melakukan apa" ucap Rei.
Dan mereka bertiga pun sampai di ruang makan dan di belakang Rei, Yuna dan Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami berjalan ke arah ruang makan. Rei, Yuna dan Nina pun duduk di kursi. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun sampai di ruang makan. Para pelayan sedang menyiapkan makanan.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun duduk di kursi, dan tak lama para pelayan pun selesai menyiapkan makanan dan mereka menaruh makanan itu di atas meja. Dan mereka semua pun sarapan pagi bersama. Dan beberapa saat kemudian mereka pun selesai sarapan, Rei langsung pergi ke ruang tengah dan ia duduk di sebuah kursi.
"Hah..... hari ini adalah hari untuk istirahat" ucap Rei yang duduk. Dan Luna membawakan sebuah teko yang berisikan teh dan beberapa cangkir. Luna menaruh teko dan cangkir itu di atas meja depan Rei. "Terima kasih, Luna" ucap Rei. "Terima kasih kembali, tuan" ucap Luna. dan tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun berada di tempat itu.
Di samping Rei terdapat Iseria dan Shiko, sementara yang lainnya duduk di kursi lain. Yuna dan Nina pun datang dan langsung duduk di pangkuan Rei. "Apa kalian tidak ada hal yang ingin di lakukan....?" ucap Rei. "Tidak ada" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. "Oh.... begitu...." ucap Rei. dan tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu mansion.
"Tok.... tok... tok....." seseorang mengetuk pintu Mansion. Vivi pun membuka pintu tersebut, dan melihat ada beberapa orang datang ke mansion. "Ada urusan apa ya, kesini.....?" ucap Vivi dengan sopan. "Saya..... tidak, kami ingin bertemu dengan tuan Rei, apakah bisa...?" ucap seseorang. "Anda sekalian ingin bertemu dengan tuan, kalau begitu anda sekalian tunggu sebentar, saya akan bicara dengan tuan dahulu" ucap Vivi.
"Baiklah, Kalau begitu kami akan menunggu di sini" ucap orang tersebut. Dan Vivi pun masuk ke dalam mansion dan pergi untuk menemui Rei. "Tuan...." ucap Vivi. "Ada apa Vivi...?" ucap Rei. "Di luar ada lima orang yang ingin menemui anda" ucap Vivi. "Seseorang....? bawa mereka masuk dan bawa mereka ke ruang tamu" ucap Rei. "Baik.... tuan...." ucap Vivi yang kembali ke tempat orang orang yang ingin menemui Rei.
"Luna apakah kau bisa membuatkan teh untuk di ruang tamu....?" ucap Rei. "Baik tuan...." ucap Luna. kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun pergi ke ruang tamu mansion. Dan Vivi pun mempersilahkan lima orang itu masuk ke dalam Mansion. "Permisi...." ucap lima orang itu masuk ke dalam mansion, setelah itu Vivi mengantarkan lima orang itu ke ruang tamu.
Di ruang tamu Rei sedang duduk dan menunggu lima orang yang di bicarakan Vivi. Dan lima orang itu berhadapan dengan Rei di ruang tamu. "Ya... selamat datang" ucap Rei yang menyambut lima orang itu dengan senyuman.
Cisa
Ketua Desa
Orihara
Nell
"Silahkan duduk, dan ceritakan kenapa kalian ke sini...." ucap Rei. Dan mereka pun duduk di kursi yang telah di sediakan. setelah mereka duduk Luna membawakan dua belas cangkir dan sebuah teko yang berisikan teh. Luna pun menaruh cangkir itu di atas meja dan menuangkan teh ke dalam cangkir tersebut.
"Kami tidak pantas menerima sambutan seperti ini, karena anda sudah menyelamatkan desa kami" ucap ketua desa. "Tidak apa apa..... Cisa sudah berterima kasih kepada ku, jadi ku Anggap sekarang kalian tidak memiliki hutang Budi" ucap Rei. "Tidak bisa begitu tuan...." ucap ketua desa. "silahkan di minum teh nya" ucap Rei.
"Kalau kalian masih merasa memiliki hutang Budi apakah kalian akan membalasnya.....?" ucap Rei. "Tentu saja, saat kami memiliki hutang Budi, menurut tradisi kami salah satu atau lebih dari penduduk desa harus menikah dengannya" ucap ketua desa. "Eh....ternyata ada juga tradisi seperti itu" ucap Rei. "Jadi tuan, anda harus memilih salah satu atau lebih dari penduduk desa kami agar hutang Budi yang kami miliki Lunas" ucap ketua desa.
"Tapi aku sudah memiliki lima tunangan dan kalian bisa lihat di depan kalian" ucap Rei. "Tidak apa apa tuan, seperti raja pahlawan yang memiliki kurang lebih 10 orang perempuan dari penduduk kami yang menjadi istri nya" ucap ketua desa. "Tinggu sebentar aku akan memikirkan nya dahulu" ucap Rei dan ia menoleh ke arah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun mengerti maksud Rei kenapa Rei menatap mereka dan akhirnya mereka pun berdiskusi. "Papa.... aku akan minum teh nya ya...." ucap Nina. "Ya... minum saja" ucap Rei. "Tu.... tuan... apakah saya barusan tidak salah dengar kalau anak kecil itu memanggil anda dengan sebutan papa...." ucap ketua desa. "Ya.... mereka memanggil ku papa, apa ada masalah....?" ucap Rei.
"Tuan sudah punya anak....!!!!" ucap lima orang itu yang terkejut mengetahui kalau Rei sudah memiliki anak. "Tapi siapa ibu dari anak ini...? apakah salah satu dari tunangan anda...?" ucap ketua desa. "Mereka adalah anak yang adopsi" ucap Rei. "Eh.... adopsi, aku kira Rei sudah memiliki anak kandung" ucap Cisa. "Cisa....!! tidak sopan memanggil tuan Rei dengan namanya" ucap ketua desa.
"Kalian tidak perlu memanggil ku dengan format, panggil Rei saja tidak apa apa" ucap Rei. "Tapi tuan kami merasa tidak enak" ucap ketua desa. "Ya terserah kalian mau memanggilku apa" ucap Rei. Dan diskusi yang di lakukan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun selesai. "Rei.... kami sudah mendiskusikan nya" ucap Iseria. "Oh.... sudahkah aku kira akan lebih lama, ternyata tidak" ucap Rei. Dan Iseria pun membisikkan suatu kepada Rei. "Apakah kau serius....!!!?" ucap Rei.