
"Selamat datang, tuan dan nona...." ucap para pelayan saat Rei, Yuna dan Nina baru tiba ke mansion. "Rei.... kau dari mana saja....?" ucap Sasaki. "Ya.... hanya berkeliling sebentar" ucap Rei. "Sebentar....? itu lumayan lama" ucap Cerise. "Ya.... ada beberapa kendala tadi...." ucap Rei. "Tapi Rei tadi kemana....?" ucap Iseria.
"Aku ke hutan itu, untuk melihat ada apa saja di sana...." ucap Rei. "Eh.... apakah ada sesuatu.....?" ucap Iseria. "Tidak ada yang menarik, dan juga kapan kapan kita kencan bagaimana.....?" ucap Rei. "Eh.... kencan.....? kenapa Danna tiba tiba mengajak kencan....?" ucap Shiko. "Ya.... tidak ada apa apa, hanya saja ingin mengatakan nya....." ucap Rei.
"Ya.... aku mau" ucap Iseria. "Ya.... kami juga" ucap Sasaki. Dan mereka semua pun setuju. "kalau begitu kita lakukan Lusa nanti" ucap Rei. "Ya.... kami nantikan...." ucap Cerise. "Ya... aku sekarang akan berendam" ucap Rei yang berjalan menuju ke pemandian air panas. "Papa.... Yuna dan Nina ikut....." ucap Yuna dan Nina yang berlari mengejar Rei.
Rei, Yuna dan Nina pun masuk ke dalam pemandian air panas. Sebelum mereka berendam mereka membersihkan diri dan setelah membersihkan diri baru mereka berendam di air panas. "Ah..... nyaman sekali...." ucap Rei. "Ya.... papa...." ucap Yuna dan Nina. Tak lama setelah itu, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin pun masuk ke dalam Pemandian air panas.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin itu pun membersihkan diri dan setelah itu mereka ikut berendam di air panas. "Rei.... besok apakah kau senggang....?" ucap Sasaki. "Ada apa memangnya....?" ucap Rei. "Hmm... aku besok ingin melihat isi guild di sini....." ucap Rei. "Kalau begitu kapan kapan saja...." ucap Sasaki. "Memangnya apa yang kau inginkan....?" ucap Rei. "Aku hanya ingin bertarung pedang denganmu dan siapa tau aku bisa mengalahkan mu....." ucap Sasaki.
"Bertarung Padang kah..... di sini juga ada beberapa yang bertarung dengan pedang dan juga tehnik pedang nya lumayan hebat" ucap Rei. "Dari Awal demi-human memang sudah hebat dalam fisik" ucap Asami. "Ya.... memang unggul tapi ada beberapa kekurangan yang di miliki Demi-Human" ucap rei. "Kalau Rei tidak bisa, sebagai gantinya kau saja Asami" ucap Sasaki.
"Aku....? kenapa aku....?" ucap Asami yang bingung. "Kau kan juga bisa menggunakan pedang dan kau juga kuat" ucap Sasaki. "Kalau Sasaki seperti itu, boleh saja...." ucap Asami. "Oke.... yang menang bisa minta satu permintaan dan Rei yang akan mengabulkan nya....." ucap Sasaki. "Eh.....? kok aku di ikutkan, dan lagi aku harus mengabulkan satu permintaan lagi....." ucap Rei.
"Tidak apa apa kan Rei...." ucap Sasaki. "Ya... ya... aku akan mengabulkan satu permintaan bagi pemenang...." ucap Rei. "Yey.... aku akan menang...." ucap Sasaki. "Tidak, aku yang akan menang...." ucap Asami. "Aku juga ikut...." ucap Iseria. "Kau tidak perlu ikut Iseria...." ucap Rei. "Kenapa....?" ucap Iseria.
"Kau atau Yang lainnya kalau ada permintaan yang bisa ku kabulkan katakan saja...." ucap Rei. "Eh.....? terus buat apa aku melakukan pertarungan....?" ucap Sasaki. "Ya... aku tidak tau, kau yang mulai" ucap Rei. "Rei apakah benar akan mengabulkan kalau masih bisa Rei lakukan....?" ucap Cisa. "Ya.... katakan saja...." ucap Rei. "Tidak untuk sekarang...." ucap Cisa.
"Ya.... katakan kapan kapan, sekarang sudah hampir waktu makan malam, aku akan keluar...." ucap Rei yang berdiri dan ia sudah menggunakan handuk. Rei menuju keluar dari pemandian dan di ikuti oleh Yuna dan Nina. Rei menggunakan baju dan jiga memakaikan baju Kepada Yuna dan Nina.
Setelah makan malam siap mereka pun makan malam bersama. Setelah makan malam, mereka pun kembali ke kamar mereka. Para pelayan yang juga sudah menyelesaikan pekerjaan mereka pun kembali ke asrama Pelayan. Rei di kamarnya sedang duduk dan memikirkan sesuatu.
"Hmm.... meski terlihat seperti kota kecil tapi di sini lumayan padat penduduk nya.... dan juga aku masih penasaran dengan kerajaan lizardman, untuk itu tidak penting dan untuk sekarang aku akan tidur dan besok mencari hal yang kiranya menyenangkan" ucap Rei. Dan Rei pun menutup matanya dan tertidur.
"Ah.... aku tidak sengaja masuk ke alam dewa....." ucap Rei. "Halo..... Rei, tidak bukan, lebih tepatnya selama datang dewa keberuntungan" ucap dewa manusia. "Dewa manusia bukankah Rei itu dewa kemalangan....?" ucap Dewi cinta. "Dewa keberuntungan dan dewa kemalangan....?" ucap Rei. "Ya.... kau adalah satu satunya dewa dengan dua Nama" ucap dewa manusia.
"Hmm.... sepertinya dua nama yang aku miliki ini berasal karena ayah ku....." batin Rei. "Oh ya, dewa keberuntungan ada apa kau ke sini....?" ucap dewa manusia. "Kalau di panggil dewa keberuntungan atau dewa kemalangan itu rasanya gak enak, panggil Rei saja...." ucap Rei. "Apakah tidak apa apa....?" ucap dewa manusia. "Bukankah tidak apa apa, Rei kan setengah dewa.... maaf aku tidak bermaksud begitu...." ucap Dewi cinta.
"Tidak apa apa, aku memang setelah dewa dan manusia" ucap Rei. "Tapi di dunia dewa, semua dewa meski itu setengah manusia atau setengah hewan tidak ada yang membedakan, mereka punya otoritas yang sama" ucap dewa manusia. "Apakah begitu....? tapi ya.... aku tidak peduli" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu kami akan panggil kau Rei" ucap dewa manusia.
"Oh ya.... dimana Dewa naga....?" ucap Rei. "Ah... dewa Naga sepertinya sedang pergi dengan dewa lainnya" ucap dewa naga. "Tidak, pasti ada sesuatu dengan dewa naga, aku pernah melihat tapi dia sangat berbeda...." ucap Rei. "Ah.... jadi kau sudah melihatnya...." ucap Dewi cinta.
"Ada apa memangnya....?" ucap Rei. "Ya.... mau bagaimana lagi, aku akan ceritakan tentang dewa naga" ucap dewa manusia. "Ya.... ceritakan kepada Rei, dewa manusia" Ucap Dewi cinta. "Ya.... cerita di mulai saat Ragnarok di dimulai ratusan, ribuan atau jutaan tahun lalu" ucap dewa manusia.
"Ragnarok....? apa itu Ragnarok seperti nya aku pernah dengar tapi tidak tau apa itu...." ucap Rei. "Ragnarok adalah turnamen yang diadakan oleh dewa untuk dewa, dan pemenang nya akan menjadi raja dewa dan sekarang Ragnarok itu sangat di tentang oleh para dewa karena tidak ada gunanya" ucap Dewi cinta. "Tapi apa hubungannya....?" ucap Rei.