Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.184 Penyihir Pencuri



Mereka semua pun jalan jalan di kota penyihir. "Woooaahhhh..... kerena semuanya di sini selalu berhubungan dengan sihir" ucap Alencia. "Ada yang jual tongkat sihir segala ukuran, loh" ucap Iseria. "Rei.... itu mereka kok jual pedang.....?" ucap Sasaki. "itu buka pedang biasa, melainkan pedang sihir" ucap Rei. .


"Kakak.... silahkan mampir lihat ini pedang sihir dengan kualitas tinggi" ucap pemilik toko. Dan mereka pun mampir ke toko pedang sihir itu. "Woah..... pedang sihir lumayan kerena....." ucap Sasaki. "Hmm...." Asami melihat dan menilai tingkat pedang sihir. Dan Asami juga penasaran dengan pedang sihir.


"Apakah banyak penyihir yang menggunakan pedang sihir....?" ucap Rei kepada pemilik toko. "Kalau itu hanya sedikit, kebanyakan penyihir lebih memilih menggunakan tongkat sihir aku juga lebih memilih tongkat sihir" ucap pemilik toko. "Oh..... kalau menggunakan tongkat sihir hanya perlu belajar sihir tapi kalau pedang sihir juga perlu mengasah kemampuan berpedang dan juga sihir" ucap rei.


"Kau juga cukup tau banyak ya, bang....." ucap pemilik toko. "Ya.... Karena aku bisa menggunakan sihir dan juga pedang....." ucap Rei. "Wah..... kau hebat bang.... bisa menguasai pedang dan juga sihir" ucap pemilik toko. "Namaku Rei.... kalau kau.....?" ucap Rei. Namaku Lucrut" ucap pemilik toko.



"Rei lihat pedang ini...." ucap Sasaki. "Ya.... biar aku lihat...." ucap Rei. "Bagaimana Rei, baguskan....." ucap Sasaki. "Ya.... tapi Kau kan hanya menggunakan sihir untuk memperkuat tubuh dan kau tidak bisa melancarkan sihir" ucap Rei. "Ada bebernya, aku kira saat aku menggunakan pedang sihir aku bisa memperkuat lebih dari biasanya" ucap Sasaki.


"Ya tidak begitu, meski menggunakan pedang Sihir sihir perkuat tubuh mu tidak akan ada perubahan, tapi kalau Asami yang menggunakan jadi beda" ucap Rei. "Eh.... kenapa begitu.....?" ucap Sasaki yang kecewa dan mengembalikan pedang itu ke tempatnya. "Aku bisa memberi mu pedang, dan kau bisa memilih nanti" ucap Rei. "Apakah benar Rei....?" ucap Sasaki.


"Ya.... benar nanti" ucap Rei. "Yey..... terima kasih Rei....." ucap Sasaki yang tadinya sedikit kecewa Sekarang kembali senang. "Rei ayo Sekarang kita kembali berjalan jalan" ucap Iseria. "Ya.... tapi apakah Asami atau Alencia mau membeli sesuatu....?" ucap Rei. "Tidak, aku hanya mau melihat lihat" ucap Asami. "Ayo kembali berjalan jalan" ucap Alencia. "Ya....." ucap Rei.


Maaf Lucrut, kami tidak membeli sesuatu" ucap Rei. "Tidak apa apa, Rei...." ucap Lucrut. "Ya..... kami pergi, dan aku akan memberi mu sedikit keberuntungan untuk hari ini" ucap Rei. "Apa yang kau bilang tadi....?" Lucrut. "Tidak, aku tidak bilang apa apa" ucap Rei. Dan Rei dan yang lainnya pun kembali berjalan jalan.


Mereka berjalan jalan di kota sampai siang hari. Dan sesampainya mereka di mansion, para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan siang. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun duduk di ruang makan dan mereka menunggu makanan siap. Tak lama para pelayan pun selesai menyiapkan makanan dan mereka pun makan siang bersama.


Setelah makan siang, Rei, Yuna, Nina, Sasaki, Asami dan Alencia berada di halaman mansion. "Rei bagaimana tentang pedang yang kau katakan tadi....?" ucap Sasaki. "Oh... ya ini" ucap Rei sambil mengeluarkan beberapa pedang dari Space dimension. Dan Sasaki pun memilih satu dari beberapa pedang tersebut.



Asami dan Alencia pun memilih sebuah pedang. "Yosh.... sekarang kalian sudah punya, kalian simpan baik baik itu pedang" ucap Rei. "Ya.... terima kasih" ucap mereka berdua. "Papa..... Yuna dan Nina apakah juga boleh....?" ucap Yuna dan Nina. "Tidak, Yuna dan Nina jangan memegang senjata, nanti kalian terluka...." ucap Rei. "Baik papa....." ucap Yuna dan Nina.


"Ya.... selama kalian berdua mengerti" ucap Rei sambil mengelus kepala Yuna dan Nina. Dan mereka pun kembali ke Mansion. Di mansion Iseria dan yang lainnya sedang duduk sambil minum teh. "Bagaimana Sasaki.....?" ucap Iseria. "Ya.... aku mendapatkan nya....." ucap Sasaki. Rei pun duduk di kursi, sedang Yuna dan Nina duduk di pangkuan Rei. Setelah Rei duduk Shiko menuangkan tiga cangkir teh di depan Rei.


"Terima kasih Shiko" ucap Rei. "Tidak, bukan apa apa" ucap Shiko. "Shiko sudah mendahului....." ucap Cisa. Rei pun meminum teh tersebut. "Bagaimana menurut Kalian tentang kota ini....?" ucap Rei. "Bagus, dan juga melihat penyihir yang berpergian dengan terbang menggunakan sapu terbang berbeda dengan di kerajaan ku...." ucap Alencia. "Ya.... meski di kerajaan ku, kami semua juga terbang, tapi aku cukup kagum" ucap Asami.


"Oh ya.... di dragon land semua berpergian jauh dengan terbang...." ucap Rei. "Ya... kami terbang kalau berpergian jauh" ucap Asami. "Aku mau keluar mencari udara segar dan aku ingin melihat keadaan Lucrut" ucap Rei. "Ya.... hati hati di jalan" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Ya....." ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut......" ucap Yuna dan Nina.


"Ya.... ayo" ucap Rei. Rei, Yuna dan Nina pun keluar dan menuju ke toko milik Lucrut. Tak lama mereka berjalan, mereka pun sampai di toko Lucrut. Lucrut terlihat sangat sedih di akibatkan oleh sesuatu. "Lucrut..... ada apa....?" ucap Rei. "Rei..... penyihir pencuri telah mencuri pedang sihir paling bagus di tempat ku....." ucap Lucrut.


"Bisakah kau ceritakan lebih lanjut mengenai penyihir pencuri.....?" ucap Rei. "Ya.... akan ku ceritakan" ucap Lucrut. Penyihir pencuri ada penyihir yang tidak di ketahui dimana dia berada, dan dia selalu mencuci senjata sihir atau beberapa benda berharga" ucap Lucrut. "Oh.... jadi seperti itu penyihir pencuri, tapi kenapa kau bisa kemalingan.....?" ucap Rei.


"Tadi setelah kau pergi, di toko ini lumayan rame dan aku melayani mereka, dan aku menaruh pedang sihir yang kualitasnya paling bagus dari yang bagus, dan aku hanya mengalihkan perhatian ku kepada para pelanggan dan setelah semua pelanggan itu sudah membeli dan pergi" ucap Lucrut.


"Pedang sihir yang kau maksud itu menghilang....." ucap Rei. "Ya.... ciri ciri kalau penyihir pencuri mencuri barang mu itu adalah benda itu tiba tiba saja menghilang dan di gantikan dengan daun" ucap Lucrut. "Hmm..... dia seperti membayar menggunakan daun....." ucap Rei. "Papa.... apakah penyihir pencuri itu menakutkan....?" ucap Nina. "Tidak.... ada aku di sisi kalian, jadi kalian tenang saja" ucap Rei.