
Para pelayan yang telah memasaknya makanan untuk sarapan selesai dan biasanya sebelum memasak makanan selesai Rei sudah berada di tempat makan dan ia sambil minum kopi atau teh. "Mika, tolong panggil tuan" ucap Vivi. "Ya...." ucap Mika.
Mika berjalan menuju ke kamar Rei. "Tok..... tok.... tok....." mika mengetuk pintu kamar Rei. "Permisi...." ucap Mika sambil memasuki kamar Rei. Dan Mika melihat Rei, Iseria dan Cerise berada dalam satu tempat tidur. "Maaf...!!! mengganggu saya pergi....." ucap Mika. ia langsung menutup kamar Rei dan pergi ke dapur.
"Apa aku akan kena marah ya, karena aku sudah mengganggu tuan dan nona" batin mika. "Eh, seperti ada yang salah paham....." ucap Rei. "Kalian, apa tidak sarapan.....? cepat ke meja makan" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria dan Cerise, kemudian mereka berdua keluar dari kamar Rei dan pergi ke tempat makan.
Mereka semua sarapan bersama dan setelah selesai rei, Iseria dan Cerise keluar untuk berkencan karena keinginan Iseria dan Cerise. dan setelah Rei, Iseria dan Cerise keluar para pelayan membereskan rumah dan yang lainnya. "Anu, apa aku boleh bertanya....?" ucap Elathan.
"Mau tanya apa....?" ucap Mika. "Tuan dan nona mau kemana keluar bertiga.....?" ucap Elathan. "Oh, kalau tidak salah mereka bertiga akan berkencan" ucap mika. "Kencan....?" ucap Elathan yang tidak tahu apa itu kencan. "Oh, jadi kau tidak tau apa itu kencan, kencan itu singkatnya keluar bersama dan menikmati hal hal bersama" ucap mika.
"Kenapa kau bertanya seperti itu....? jangan jangan kau ingin melihat apa yang tuan dan nona lakukan" ucap mika. "Ah, ya....." ucap Elathan. "Kalau begitu bagaimana kalau kita ikuti tuan dari belakang bagaimana....?" ucap mika. "Bagaimana kalau ketahuan...?" ucap Elathan.
"Ya tidak akan ketahuan kalau kau bisa menyembunyikan aura milikmu" ucap mika. "Cuma kita berdua.....?" ucap Elathan. "Tidak, tidak kami semua juga penasaran, ya kan....?" ucap mika. "Ya, ayo ikuti...." ucap para pelayan. dan kemudian para pelayan mengikuti Rei, Iseria dan Cerise dari belakang.
"Jangan, jangan sekarang kau bekerja sebagai penjaga tuan Puteri....?" ucap Kuro. "Rei bukan penjaga ku, tapi Rei tunangan ku" ucap Iseria sambil memeluk Rei. "Eh.....? Tu.... tunangan....!!?" ucap Kuro yang sangat terkejut. "Ya, tunangan...." ucap Rei. "Kau juga langsung mengakuinya Rei, berarti benar, kalau kau bertunangan" ucap Kuro.
"Kalau kau bertunangan dengan Puteri, aku nasehat mu Rei" ucap Kuro. "Iseria dan Cerise, kalian pergi ke mansion duluan" ucap Rei. "Ya..." ucap Iseria dan Cerise, mereka berdua pergi menuju ke mansion. "Apa yang kau maksud...?" ucap Rei. "Ya, anu.... itu.... aku pergi ke kota sebelah untuk menyelesaikan quest, dan saat di sana aku melihat gadis...." ucap Kuro.
"Oh, jadi kau jatuh cinta pada gadis itu.....?" ucap Rei. "Ya, tapi aku tidak tahu harus bagaimana...?" ucap Kuro. "Pertama kau dekati dia, dan kemudian kau tinggal lamar atau apa lah yang kau mau, aku akan selalu mendukung mu" ucap Rei.
"Hanya perlu dekat dulu ya dengan nya, tapi aku takut tidak di terima" ucap Kuro. "Kau kan bangsawan, tapi melamar keluar bisa pasti itu hal yang mudah kan" ucap Rei. "Ba... bagaimana kau tahu aku bangsawan...?" ucap Kuro. "Ya, itu rahasia, yang penting kau dekat lah dulu dengan nya" ucap Rei. "Ya, terima kasih Rei" ucap Kuro. Rei pun kemudian pergi.