
Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun kembali ke Mansion setelah berjalan jalan. Mereka kembali ke Mansion dari jalan jalan saat sore hari. "Ya..... bagaimana menurut kalian....?" ucap Rei. "Ya.... sangat menyenangkan" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami. "Papa.... apa kita akan pergi lagi.....?" ucap Yuna. "Ya.... tapi nanti" ucap Rei.
"Pergi.....? maksudnya apa....?" ucap Asami. "Hmm.... aku belum pernah mengatakan kepada mu ya..... kami selalu berpergian ke berbagai tempat untuk mengetahui apa dan seperti apa negeri lain" ucap Rei. "Eh.....? apa aku boleh ikut.....?" ucap Asami. "Ya.... boleh saja, kau kan sudah tinggal di mansion, jadi tidak ada masalah" ucap Rei.
Dan saat mereka sampai di mansion mereka di sambut oleh para pelayan. Dan setelah mereka masuk mereka makan malam bersama, setelah makan malam mereka semua mandi dan berganti baju. Setelah mandi Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami berada di kamar Rei. "Kenapa kalian ada disini.....?" ucap Rei. "Kami ingin tidur dengan Rei" ucap Iseria.
Dan malam hari itu Rei tidur bersama dan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami dalam satu kamar. Di pagi hari nya Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami bangun secara bersamaan dan mereka menuju keluar dan mencuci muka. Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun langsung pergi ke ruang makan. Mereka duduk seperti biasa dan Tak lama Yuna dan Nina pun sampai di ruang makan.
Para pelayan pun menyiapkan makanan di meja makan, setelah itu mereka semua sarapan pagi bersama setelah sarapan Rei, Yuna dan Nina pergi keluar. Dan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami memiliki urusan sendiri. Rei mengumpulkan beberapa manusia naga yang kurang lebih bisa berdagang dan berbicara.
"Bagaimana kalau membuka toko di depan rumah kalian.....?" ucap Rei. "Tuan.... kota ini sepi dan penghasilan nya pasti kurang untuk kebutuhan" ucap para orang yang di kumpulkan Rei. "Kalau itu aku akan mencari cara seperti menggunakan danau di dekat sana" ucap Rei. "Tuan.... apa anda tidak pernah mendengar tentang monster yang tinggal di danau itu....?" ucap salah satu dari orang yang di kumpulkan Rei.
"Monster di danau bernama Loch Ness" ucap Yuna. "Loch Ness tidaklah jahat, dia sangat baik, tapi karena penampilan nya yang menyeramkan jadi sangat di takuti, kalian semua belum pernah melihat nya langsung kan" ucap Nina. Yuna dan Nina duduk di pangkuan Rei dan mereka berdua sedang makan kue.
"Nona kecil, Kenapa kau bisa bicara seperti itu......?" ucap para orang yang di kumpulkan Rei. "Aku, Nina dan papa pernah pergi ke sana dan berbicara dengan Loch Ness'' ucap Yuna. "Apakah itu benar tuan....?" ucap salah satu orang tersebut. "Ya.... yang di katakan Yuna itu benar, jadi di danau tidak ada yang perlu di takut kan" ucap Rei.
"Kalau tidak percaya, kita bisa ke sana dan memeriksa nya" ucap Rei. Pada akhirnya Rei, Yuna dan Nina beserta orang orang pergi ke danau untuk melihat seperti apa Loch Ness. Da saat mereka sampai di danau, danau tersebut sangat bening dan terlihat banyak ikan yang nampak di permukaan. "Wah.....danau yang indah, aku belum pernah melihat dengan sedekat ini" ucap salah satu orang tersebut.
"Cpukk......" Rei melempar sebuah batu ke danau dan tak lama Loch Ness keluar. "Yo.... bertemu lagi kita" ucap Rei. "Ya.... meski bertemu lagi, kau bisa memanggilku bukan melempari aku batu" ucap Loch Ness. "Hahahha..... itu adalah cara tercepat" ucap Rei.
"Jadi ada apa.....?" ucap Loch Ness.
"Jadi bagaimana Loch Ness, kalau tempat tinggal mu menjadi lebih ramai....?" ucap Rei. "Ya... kalau semakin ramai aku yang berterima kasih, karena aku selalu sendirian" ucap Loch Ness. Dan pada akhirnya danau itu akan di jadikan sebuah wisata untuk semua orang, dari ras naga maupun ras lainnya yang pergi ke kerajaan naga.
Rei dan para warga kota itu membuat kota menjadi lebih meriah dan membangun pertokoan dan penginapan untuk para petualang dan yang lainnya. Pembangunan kota selesai dalam sehari itu. Hari pun sudah sore dan tidak ada pekerjaan lagi. "Tuan.... terimakasih atas bantuannya" ucap para naga.
"Tidak masalah, mulai besok aku sebagai Duke kota ini akan berada di sini, sedangkan kalian bisa membuka kota untuk seluruh kalangan dan seluruh ras, satu hal yang kalian harus ingat, jangan pernah membedakan ras satu dengan ras yang lain" ucap Rei. "Baik.... kami akan ingat'' ucap para naga. "Kalau begitu, aku pergi" ucap Rei.
Dan Rei, Yuna dan Nina pun berjalan kembali ke Mansion. Rei melewati sore dan malam seperti biasa, makan malam, mandi dan tidur. Di pagi harinya Rei bangun dan mencuci muka nya. Setelah itu Rei pergi berjalan arah ke ruang makan. Yuna dan Nina pun menyusul Rei yang sedang berjalan. "Yuna Nina, apa kalian tidur nyenyak....?" ucap Rei.
"Ya...." ucap Nina. "Papa apa kota itu baik baik saja....?" ucap Yuna. "Kalian percaya saja kalau kota Akan baik baik saja" ucap Rei. kemudian Rei, Yuna dan Nina pun duduk di kursi. Dan tak lama kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun duduk di ruang makan. Para pelayan menyiapkan makanan di atas meja.
Mereka sarapan pagi, dan setelah sarapan Rei memberitahukan kepada semua orang di sana. "Setelah melihat keadaan kota kita akan pergi, dan akan di adakan voting untuk perjalanan selanjutnya ke mana" ucap Rei. "Eh....? kita akan pergi kemana enaknya" ucap Iseria. "Kalau itu setelah melihat kota" ucap Rei.
Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. Mereka pun berjalan ke arah kota, dan saat mereka sampai di kota mereka terkagum. "Wah.... sudah sangat berbeda dengan sebelumnya" ucap Asami. "Ya... aku bekerja lebih keras saat membangun kembali kota ini" ucap Rei. Kota yang pertama kali terlihat suram tanpa masa depan itu pun menjadi kota yang sangat ramai dengan pengunjung.
Pengunjung tidak hanya ras naga dari kota lain, tapi juga dari ras lain. "Tuan.... terima kasih, Sekarang kota kami jadi lebih baik" ucap salah satu pedagang di sana. "Ya.... kau lanjutkan bekerja" ucap Rei. Dan setelah itu Rei dan yang lainnya pun kembali ke mansion. "Hebat.... kota nya Sagat indah Sekarang'' ucap Sasaki. Dan Rei membuat salinan dirinya untuk menjadi Duke kota tersebut.
Dan Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami beserta para pelayan pun terbang dengan mansion ke atas langit. "Sekarang kota akan mulai voting" ucap Rei sambil mengeluarkan peta dunia tersebut.