
"Ya, kalau begitu sampai jumpa Rei" ucap Paul yang berjalan pergi dari Mension dan menaiki kereta kuda. kemudian kereta kuda tersebut berjalan ke guild pedagang untuk mengantarkan Paul.
"Ya, mulai sekarang mohon bantuannya ya" ucap Rei. "Ya....!! tuan" ucap para pelayan. "Oh, ya akan aku tunjukkan berbagai tempat di sini" ucap Rei. Kemudian Rei dan para pelayan berkeliling mansion.
Tak lama kemudian mereka selesai berkeliling mansion. "Tuan, kami akan menyiapkan sarapan pagi" ucap Luna. "kalau tidak salah namamu Luna kan...?" ucap Rei. "Ya, benar" ucap Luna.
"Tidak perlu nanti kalian buat saja makan siang, aku sudah sarapan" ucap Rei. "Ya, kalau begitu saya permisi" ucap Luna kemudian ia berjalan memasuki mansion. Rei di dunia lamanya tidak memiliki waktu untuk sarapan jadi ia sering hanya minum kopi atau teh sebelum berangkat kerja.
Rei pun kemudian berjalan memasuki mansion. saat ia memasuki mansion ia pun duduk di kursi yang berada di teras. Tak lama ia duduk ada Dua pelayan yang menghampiri nya. "Tuan...!!" ucap mereka bertiga bersamaan.
"Kalau mau bicara satu persatu" ucap Rei. "Jadi tuan apa kita tidak punya bahan makanan....?" ucap Ana. "eh, kalau bahan makanan ada di tempat nya" ucap Rei kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur.
Saat di dapur ia menunjukkan lemari es yang ia buat. "nah bahan makanan ada di dalam sini" ucap Rei sambil membuka lemari es. "eh, terima kasih tuan..." ucap Ana. "Kemudian ada apa lagi...?" ucap Rei.
"Jadi ini masalah tentang asrama Pelayan" ucap Seyla. "eh...? apa kurang nyaman, atau kurang bagus untuk setiap kamar nya....?" ucap Rei sedikit Panik. "tidak, bukan masalah itu tapi biasanya kamar setiap kamar Pelayan itu sederhana tapi di sini seperti hotel tingkat atas" ucap Seyla.
Kemudian Rei berjalan ke kursi panjang yang ada di depannya. Rei pun berbaring di kursi tersebut. "hah.... sekarang aku bosan...." ucap Rei yang mulai bosan. "Tuan ini saya buatkan teh" ucap Lisia.
Lisia menuangkan teh di cangkir dan menaruhnya di atas meja. "kalau boleh tahu anda kenapa...?" ucap Lisia. "Aku.... bosan.... seperti ingin makan sesuatu" ucap Rei. "apakah anda ingin saya buatkan makanan ....?" ucap Lisia.
"Tidak, aku tidak terlalu lapar untuk makan" ucap Rei. "Oh begitu, kalau anda mau apa tinggal panggil saja" ucap Lisia. "Oh, ya Lisia aku baru ingat, apa kau bisa belikan beberapa bahan...?" ucap Rei. "ya, saya bisa belikan" ucap Lisia.
Rei mengambil bukunya dan membuka halaman buku dan terdapat tulisan. "Apakah kau bisa belikan bahan yang ada di buku ini" ucap re sambil menunjukkan tulisan di buku.
"Buah, susu, dan beberapa mangkuk" ucap Lisia menghafal yang terdapat di buku. "Saya bisa belikan" ucap Lisia. "Krek...." Rei mensobek kertas tersebut dan memberikan nya ke Lisia Beserta Satu koin platinum.
"Kalau begitu tolong ya" ucap Rei. "Tapi ini akan di buat apa...?" ucap Lisia. "Ya nanti juga akan tahu" ucap Rei. kemudian Lisia berjalan keluar dari mansion dan pergi menuju ke tempat perdagangan.
Apa yang akan Rei buat nantikan