
Saat membuat mansion terbang membutuhkan waktu berjam-jam agar Mension bisa terbang seperti yang Rei mau dan juga agar bisa terus seimbang saat terbang. Setelah mansion milik Rei bisa terbang dan berjalan ke arah selatan Rei masuk ke dalam. Ia membuat kopi dan duduk di teras sambil minum kopi panas.
"Hmm.... kira kira bisa sampai di kota terdekat hanya sekitar 2 kilometer" ucap Rei yang sambil melihat peta. Karena waktu pun berlalu dan Sekarang sudah sekitar jam 3 pagi. "Hmm.... sudah lama aku tidak bangun pagi seperti ini" ucap Rei yang sambil mengingat pekerjaan nya yang pernah menumpuk dan selesai pada jam 3 pagi.
Rei pun duduk sambil menghabiskan kopi yang di buatnya.
Tanpa di sadari Rei, Elathan sudah lama berada di belakang samping nya. "Elathan, sejak kapan kau ada di belakang ku.....?" ucap Rei. "Sudah hampir sejak awal, tuan" ucap Elathan. "Oh, begitu" ucap Rei. kemudian dari asrama Pelayan keluar para pelayan dan menuju ke mansion.
"Selamat pagi tuan...." ucap para pelayan. "Anu... tuan saya mau bertanya...." ucap Vivi. "Ya, mau tanya apa.....?" ucap Rei. "Apa hanya kami rasakan ya, kalau udara di tempat ini sedikit lebih dingin" ucap Vivi. "Oh, tidak karena kita berada di atas langit jadi udaranya pasti berangin" ucap Rei.
"Eh, be... berada di atas langit....?" ucap Para Pelayan yang terkejut. "Ya, kalau tidak percaya lihat sekitar mansion" ucap Rei. dan para pelayan melihat ke kanan dan kiri dan tidak ada satu pun rumah dan bulan terlihat lebih besar dan jelas. "Benar lho, ini di atas langit" ucap para pelayan. "Tapi sejak kapan tempat ini terbang....?" ucap Vivi. "Hmm.... coba kupikir, mungkin beberapa waktu lalu" ucap Rei.
"Ya, terima kasih ya" ucap Iseria dan Shiko sambil berjalan menuju ke teras. Dan mereka pun membuka pintu mansion dan mereka melihat Rei yang sedang duduk dan di belakang nya terdapat Elathan. "Rei..... Danna...." ucap Iseria dan Shiko memanggil Rei.
"Eh, Iseria dan Shiko, ada apa mencari ku....?" ucap Rei. "Tidak apa apa...." ucap merek berdua. Kemudian angin yang lumayan besar berhembus kencang. "Huh.... kenapa angin nya sangat dingin pagi ini....?" ucap Iseria. "Apa, biasanya tidak seperti ini....?" ucap shiko. "Kalau terasa dingin pakai ini" ucap Rei sambil memberikan dua jubah.
"Apa tidak apa apa....?" ucap Shiko. "Ya, pakai saja agar tidak terlalu terasa dingin" ucap Rei. kemudian Iseria dan Shiko menggunakan jubah yang di berikan Rei. "Hmm.... rasanya hangat, tapi kenapa ya.....?" ucap Iseria yang Bingung karena jubah biasa bisa terasa sangat hangat dan nyaman.
"Ya, pasti berbeda dengan jubah biasa, karena jubah yang kumiliki terdapat Sihir pertahanan dan juga kalau hawa di luar dingin jubah akan memberikan sihir penghangat dan kalau udara panas akan memberikan sihir pendingin" ucap Rei. "Eh, begitu jadi kenapa Rei bisa menggunakan jubah sepanjang hari" ucap Iseria yang mengetahui satu hal dari Rei.