
"Ada apa Viora.....?" ucap Rei. "Ya... apakah tidak takut kalau ada jamur yang beracun atau yang aneh....?" ucap Viora. "Hmm.... setelah mengambil nanti aku akan mencoba satu persatu" ucap Rei. "Tapi kalau nanti ada apa apa....?" ucap Viora. "Tenang saja, aku ini Rei kau tidak perlu khawatir" ucap Rei.
Kemudian Rei pun ikut mencabut jamur jamur. Beberapa saat kemudian, Rei merasa cukup dengan jamur yang mereka cabut. "Hmm.... kira kira sudah cukup" ucap Rei. "Papa.... papa.... jamur jamur ini akan di gunakan untuk apa....?" Yuna dan Nina. "Hmm.... kira kira aku akan membuat beberapa makanan, seperti sup jamur dan beberapa makanan kalau aku masih ingat resep resepnya" ucap Rei.
"Tuan Rei.... ada yang membuatku penasaran" ucap Viora. "Panggil aja Rei tidak apa apa, dan apa yang membuat mu penasaran....?" ucap Rei. "Ya.... karena Yuna dan Nina memanggil anda papa apakah anda memang ayah dari mereka berdua....?" ucap Viora. "Hmm.... bisa di bilang begitu" ucap Rei.
"Tapi, kalau saya lihat anda sangat muda dan juga energi sihir anda dengan mereka berdua sangat berbeda jauh, biasanya ayah dan anak memiliki energi sihir yang sama meski hanya beberapa persen" ucap Viora. "Hahahaha.... kau lumayan hebat bisa menyadari itu, Yuna dan Nina bukan anak kandung tapi anak yang aku adopsi" ucap Rei sambil mengelus kepala Yuna dan Nina.
"Eh.... ternyata begitu, tapi kenapa anda mengadopsi anak dan juga anda belum menikah" ucap Viora. "Kalau itu aku tidak akan menjawab nya, karena itu urusan pribadi" ucap rei. "Baik, saya tidak akan tanya lagi" ucap Viora. "Baiklah kita akan kembali ke Mansion, oh ya..... Viora apakah kau mau mampir ke tempat kami.....?" ucap Rei. "Maaf saya tidak berhak untuk itu" ucap Viora.
"Berhak....? siapa yang menentukan hakmu....? bukankah dirimu sendiri....?" ucap Rei. "Karena anda raja peri dan saya tidak pantas ke tempat anda" ucap Viora. "Tidak tidak, ini tidak menyangkut ras atau apapun, aku juga tidak pernah membenci sesuatu ras hanya karena bentuk atau apapun yang mereka miliki, jadi tidak masalah kalau kau mampir" ucap Rei.
"Baiklah kalau begitu, saya akan mampir ke tempat anda" ucap Viora. "Yosh.... kita akan kembali ke Mansion" ucap Rei. "Ya.... kita kembali" ucap Yuna dan Nina. Dan mereka pun berjalan untuk kembali ke mansion, Viora juga ikut dengan mereka. Tak lama mereka jalan merak pun sampai di depan mansion. "Yosh.... kita sampai" ucap Rei. Mereka pun masuk ke dalam mansion.
"Selamat datang...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl. "Ya... kalian menunggu" ucap Rei. "Ya.... apakah Rei sudah dapat....?" ucap Iseria. "Ya.... aku dapat lumayan banyak" ucap Rei. "Viora..... duduk silakan duduk, anggap saja tempat sendiri" ucap Rin. "Kalian tunggu di sini aku akan ke belakang" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl.
Rei pun menuju ke dapur, di dapur terdapat para pelayan yang sedang menyiapkan makanan. "Selamat datang tuan.... ada apa anda ke sini....?" ucap para pelayan. "Hanya aku ingin membuat sup jamur dan juga menyimpan jamur ini untuk persediaan makanan" ucap Rei. "Wah.... banyak sekali jamur" ucap Vivi. "Ya.... aku sudah memisahkan yang bisa di makan dan yang tidak" ucap Rei.
"Apakah anda bisa membuat potion" ucap Mika. "Ya.... aku bisa, ada apa.....? apakah kau butuh potion....?" ucap Rei. "Tidak, hanya ingin tau saja tuan" ucap mika. "Oh.... begitukah" ucap Rei singkat. Dan beberapa saat kemudian Rei dan para pelayan menyiapkan makanan di atas meja ruang makan. Setelah menyiapkan makanan Rei menuju ke ruang tengah tempat mereka berada.
"Makan siang sudah siap apakah kalian tidak makan siang...?" ucap Rei. "Kami makan..." ucap Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl. "Ayo Viora kau juga" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap Viora. Dan mereka pun menuju ke ruang makan, mereka pun duduk dan kemudian mereka makan siang bersama sama. "Nyam.... hmm.... sup jamur ini sangat enak, bagaimana cara mengolah nya....?" ucap Viora.
"Apakah kau ingin membuatnya.....?" ucap Rei. "Ya.... kalau bisa" ucap Viora. Ya... nanti kau bisa belajar memasaknya" ucap Rei. "Terima kasih banyak" ucap Viora. "Ya..... sama sama" ucap Rei. Dan tak lama mereka pun selesai makan, setelah mereka selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah, sedangkan Viora berada di dapur dengan para pelayan.
"Hmm..... mengingat kata kata dari Viora atau raja elf tadi itu membuatku terus terpikirkan" ucap Rei. "Apakah tentang monster.....?" ucap Sasaki. "Ya.... menurut kata katanya tidak ada monster satupun di daerah elf tapi anehnya ada monster dan juga lumayan kuat, apakah akan terjadi sesuatu....?" ucap Rei. "Sesuatu seperti....?" ucap Iseria. "Ya.... minimal ada seekor monster yang kuat dan menyerang desa" ucap Rei.
"Bukankah sudah ada sihir ilusi yang melindungi hutan....?" ucap Shiko. "Ya.... memang ada sihir seperti itu, hanya sedikit khawatir aku'' ucap Rei. "Tenang saja, kalau ada apa apa kan ada papa yang kuat...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... terima kasih telah menyemangati ku" ucap Rei. "Bukan apa apa" ucap Yuna. Tak lama kemudian Viora masuk ke ruang tengah. "Ada apa Viora....? apakah kau sudah bisa membuatnya....?" ucap Viora.
"Ya.....hanya saja buatan ku tidak bisa menyamai buatan milik Rei" ucap Viora. "Kau tidak perlu menyamai buatan ku, yang terpenting kau bisa dan teruslah berlatih nanti juga akan meningkat cara memasak" ucap Rei. "Ya..... dan terima kasih banyak karena anda saya bisa membuat masakan yang baru" ucap Viora. "Tidak apa apa, dan juga bukan masalah berbagi pengetahuan itu adalah hal yang menyenangkan" ucap Rei.
"Ya kalau anda berkata seperti itu, dan saya ucapkan terima kasih untuk kedua kalinya" ucap Viora. "Ya.... apakah kau tidak di cari oleh ayahmu....?" ucap Rei. "Oh ya.....?! kalau aku tidak segera menemui nya akan jadi masalah" ucap Viora. "Ya.... cepatlah kembali agar ayahmu tidak menunggu lebih kama" ucap Rei. "Ya.... saya akan kembali, dan sampai bertemu kembali" ucap Viora dan Viora pun keluar dari Mansion, ia kembali menuju ke rumahnya.