
Yuna dan Nina pun meminum air tersebut. Rei mengambil dua gelas yang telah kosong itu dan mengembalikan nya kepada penjual tersebut. "Ini pak, terima kasih" ucap Rei. "Ya... sama sama" ucap penjual tersebut. "Berapa yang harus ku bayar....?" ucap Rei. "Tidak perlu, hanya air biasa kau tidak perlu bayar" ucap penjual tersebut.
"Terima kasih" ucap Rei dan ia beserta Yuna, Nina dan Sasaki pun pergi meninggalkan penjual tersebut. "Hmm.... kalau begitu akan aku beri penjual itu keberuntungan nya sedikit naik" batin Rei yang menaikkan keberuntungan milik penjual tersebut. Beberapa saat setelah Rei pergi banyak orang yang langsung mengantri di depan lapak penjual tersebut.
"Hmm..... kalau begini sekarang aku mau ngapain ya......?" ucap Rei. "Rei kalau kau tidak ada pekerjaan, bagaimana kalau kita bertarung.....?" ucap Sasaki. "Tidak mau, aku tidak ada niatan untuk bertarung untuk sekarang" ucap Rei. "Baiklah kalau begitu....." ucap Sasaki yang terlihat kecewa. Mereka pun berjalan kembali dan sampai di Mansion.
Mereka sampai di mansion hari sudah sore. "Yuna Nina, aku akan mandi apa kalian berdua ikut.....?" ucap Rei. "Ya.... ayo papa" ucap Yuna dan Nina. Rei, Yuna dan Nina pun langsung pergi ke pemandian air panas, Rei membersihkan tubuh Yuna dan Nina dan setalah itu mereka bertiga pun masuk ke dalam air panas. "Hah..... air panas memang sangat nyaman" ucap Rei.
"Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina. dan tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami masuk ke dalam pemandian air panas yang di dalam terdapat Rei,Yuna dan Nina yang sedang berendam. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami membersihkan tubuh dan setelah itu mereka ikut berendam ke air panas. "A.... apa kalian selalu seperti ini.....?" ucap Asami dengan muka yang merah.
"Apa kamu tidak kuat dengan air panas....?" ucap Sasaki. "Tidak, hanya saja apakah kalian selalu berendam bersama Sayang.....?" ucap Asami. "Tidak, hanya beberapa saat saja, tapi kalau bisa aku ingin setiap hari" ucap Iseria. "Tidak, sesekali aku ingin menikmati kedamaian ku sendiri" ucap Rei. "Rei pasti akan bilang seperti itu" ucap Cerise.
"Kalau kau tidak biasa, kau bisa keluar Asami jangan memaksakan diri" ucap Rei. "Tidak, Sekarang aku tidak apa apa" ucap Asami yang terlihat seperti biasa. Dan tak lama kemudian Rei keluar terlebih dahulu dan kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami keluar dari pemandian air. Rei yang telah ganti pakaian pun langsung menuju ke ruang makan.
Di ruang makan makanan sudah berada di atas meja. Setelah semuanya berada di ruang makan mereka pun makan malam. Setalah makan malam Rei Menuju ke kamar nya. Ia membuka pintu kamarnya dan setelah masuk ke kamar nya Rei mengunci pintu kamar nya.
"Bagaimana shadow demon....?" ucap Rei kepada shadow demon.
"Di pulau kedua terdapat kurang lebih 4 markas penjarah atau penjajahan yang pasti dalam waktu 3 hari lagi mereka akan menguasai pulau itu" ucap shadow demon. "Tidak, bukan hari hari lagi tapi malam hari ketiga" ucap Rei. "Maaf atas kesalahan saya tuan" ucap shadow demon. "Ya.... lanjutkan saja" ucap Rei.
"Hmm.... seperti nya akan terjadi hal menarik" ucap Rei. "Tok.... tok.... tok...." seseorang mengetuk pintu kamar Rei. "Tunggu sebentar" ucap Rei yang kemudian membukakan pintu kamar nya. di depan pintu kamar nya terdapat Yuna dan Nina yang sedang berdiri. "Yuna Nina ada apa.....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina ingin tidur dengan papa" ucap Yuna dan Nina.
"Kalau begitu masuklah" ucap Rei. dan kemudian mereka pun masuk ke dalam kamar Rei. "Papa.... kenapa papa tadi mengunci pintu kamar nya.....? biasanya papa tidak pengunci pintu" ucap Yuna. "Ya.... maaf tadi hanya tidak sengaja mengunci pintu kamar" ucap Rei. Dan kemudian mereka bertiga pun tidur bersama.
Di pagi harinya Rei, Yuna dan Nina bangun dan mereka keluar dari kamar, dan mereka mencuci muka, setelah mencuci muka Rei, Yuna dan Nina pun langsung menuju ke ruang makan. Rei, Yuna dan Nina menunggu makanan di siapkan di meja. dan setelah makanan telah di siapkan di atas meja. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami berjalan menuju ke ruang makan.
"Yo.... Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami, apakah hari ini jadi.....?" ucap Rei. "Ya.... aku tidak akan lupa, setelah sarapan kita langsung pergi" ucap Iseria yang penuh semangat. "Ya.... ya..... untuk sekarang kita sarapan dulu" ucap Rei dan mereka pun sarapan pagi bersama, setelah sarapan pagi Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun pergi untuk jalan jalan.
Elathan mendapatkan perintah dari Rei untuk menjaga mansion saat Rei tidak ada, dan shadow demon masih mengamati seluruh pulau itu. "Hmm.... pertama kita akan kemana....?" ucap Rei. "Kalau itu aku ingin pergi ke sana......" ucap Iseria. dan hampir seharian mereka jalan jalan. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun kembali saat hari sudah sore.
Para pelayan sedang memasak makanan untuk makan malam. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami setelah sampai di mansion mereka membersihkan diri dan kemudian berendam di air panas. "Hah..... berendam sendirian itu lumayan menenangkan" ucap Rei yang sedang berendam di air panas.
Rei pun keluar dari air panas dan ia berganti baju. saat Rei berjalan untuk menuju ke ruang makan di belakang Rei terdapat Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang juga selesai membersihkan diri. dan Mereka pun menuju ke ruang makan bersama. Saat sampai di ruang makan, makanan sudah di siapkan di atas meja.
Dan Mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam Rei langsung menuju ke kamarnya. "Hmm.... seperti nya aksinya akan di mulai sebentar lagi" ucap Rei. "Ya tuan.... mereka sudah akan memulai pergerakan" ucap shadow demon. Rei pun membuat salinan dirinya untuk tetap di kamar nya. Sedangkan Rei yang asli pergi ke pulau kedua.
Tak butuh waktu lama Rei sudah sampai di atas pulau itu. "Hmm.... karena hanya ada tiga desa jadi mereka berpisah menjadi tiga kelompok, setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang dan satu gerobak" ucap Rei.