Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.228 Berpamitan



Para pelayan yang masuk ke dalam ruangan sambil membawa makanan pun menaruh makanan di atas meja. "Coba saja tanya kepadanya secara langsung" ucap Rei. "Kapan kapan saja, sekarang kita makan" ucap Rin. "Apakah yang sedang tuan dan nina bicarakan......?" ucap Vivi.


"Tidak terlalu penting, jadi tidak perlu di pikirkan" ucap Rei. "Baiklah, kalau begitu kami akan kembali" ucap Vivi. Dan para pelayan pun berjalan kembali ke belakang. Sedangkan Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena pun sarapan bersama.


Beberapa saat kemudian, mereka selesai sarapan. "Rei.... sekarang kita akan melakukan apa....?" ucap Iseria. "Sepertinya kita akan mengucapkan selamat tinggal dan akan pergi untuk kembali ke kerajaan tortus" ucap Rei. "Hmm.... jadi sekarang kita akan pergi ya" ucap Cerise. "Ya.... karena tujuan awal adalah berkeliling dunia untuk melihat dunia ini" ucap Rei.


"Benar juga, Rei sering berpergian ke berbagai tempat selama ini" ucap Iseria. "Yuna dan Nina akan selalu ikut dengan papa, kemanapun papa pergi Yuna dan Nina akan ikut papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... aku mengerti Yuna Nina" ucap Rei. Dan mereka pun keluar dari ruang makan dan menuju ke pintu keluar. mereka pun kemudian keluar dari mansion dan menuju ke hutan elf.


Tak lama mereka berjalan menyusuri hutan mereka pun sampai di depan desa tempat Anasta dan Viora tinggal. "Hmm.... desa ini memang cukup bagus dan memiliki pemandangan yang indah kalau di lihat" ucap Rei. "Ya.... kamu benar Rei" ucap Lena yang setuju dengan perkataan Rei. "Hey.... Rei......" teriak Delp yang melihat Rei di depan hutan.


"Ya.... Delp apakah kau sedang senggang.....? atau sedang tidak melakukan apa apa....?" ucap Rei. "Enak saja.... tugasku nanti siang, jadi untuk pagi hari tidak ada yang bisa ku kerjakan" ucap Delp. "Oh.... bagaimana keadaan Claire....?" ucap Rei. "Kakak....? dia baik baik saja dan karena mu kami hidup lebih baik" ucap Delp.


"Bukan aku tapi kalian sendiri yang bisa beradaptasi di desa ini" ucap Rei. "Tapi kau yang membawa kami ke sini, dan terima kasih" ucap Delp. "Tidak perlu, dan aku ada pesan untuk Claire, bisakah kau sampaikan kepada Claire.....?" ucap Rei. "Bisa saja, tapi kenapa....? bukankah kau bisa mengatakannya sendiri....?" ucap Delp.


"Tidak, karena setelah aku ke rumah Anasta aku akan pergi" ucap Rei. "Pergi.....? kau akan pergi ke mana....?" ucap Delp. "Kembali ke tempat awal aku berpergian" ucap Rei. "Pertama kali....? berarti kau bukan berasal dari sini.....?" ucap Delp. "Ya.... aku akan pergi ke kerajaan manusia lebih tepatnya kerajaan tortus" ucap Rei.


"Jadi bisa di bilang kalau kau berpergian dari tempat lain begitu, dan secara akan kembali ke kampung halaman....? Begitu" ucap Delp. "Bukan kampung halaman ku, tapi kampung halaman Iseria'' ucap Rei. "Ya.... kerajaan tortus tempatku berasal" ucap Iseria. "Oh.... begitukah, sekarang aku mengerti dan aku akan menyampaikan kepada kak Claire" ucap Delp.


Tak lama mereka pun sampai di depan rumah Anasta. "Tok.... tok... tok...." Rei mengetuk pintu rumah Anasta. "Ya.....? siapa....?" ucap Viora yang sambil membuka pintu rumahnya. "Yo.... sedang apa....?" ucap Rei yang melihat Viora. "Rei....?! ada apa....? apakah kamu ingin bertemu dengan ayah....?" ucap Viora. "Ya, apakah aku bisa bertemu dengannya.....?" ucap Rei.


"Bisa, silahkan masuk" ucap Viora yang sambil membuka pintu lebar lebar. Kemudian Rei dan yang lainnya pun masuk ke dalam rumah Anasta. "Ayah ada di ruang kerjanya, apakah aku harus memanggilnya.....?" ucap Viora. "Tidak perlu, aku akan ke sana, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena kalian di sinilah" ucap Rei.


"Ya.... Baiklah, bagaimana dengan Yuna dan Nina....?" ucap Iseria. "Mereka berdua tidak akan ingin ku tinggal, jadi mereka akan ikut, dan Viora jaga Iseria dan yang lainnya ya...." ucap Rei. "Ya, Baiklah serahkan saja padaku" ucap Viora dengan percaya diri. "Rei.... jangan samakan aku dengan anak kecil, aku sudah berbeda dengan anak kecil" ucap Iseria.


"Hmm... apakah benar.....? nyatanya kalian belum bisa mandiri, kalau di tempatku kalau tidak bisa mandiri sama seperti anak kecil" ucap Rei. "Pergilah.... cepat selesaikan urusanmu dan kita akan pergi" ucap Iseria. "Ya.... ya.... aku akan pergi" ucap Rei yang kemudian berjalan menuju ke ruangan tempat Anasta berada dengan Yuna dan Nina yang mengikuti dari belakang.


Tak lama Rei, Yuna dan Nina pun sampai di depan pintu ruangan Anasta berada. "Tok... tok... tok...." Rei mengetuk pintu ruangan tempat Anasta berada. "Masuk saja Rei" ucap Anasta dari dalam ruangannya. "Oh... kau mengenali meski aku hanya mengetuk pintu" ucap Rei yang sambil membuka pintu ruangan tersebut. Rei, Yuna dan Nina pun masuk ke dalam ruangan Anasta berada.


"Kalau Viora tidak akan mengetuk pintu dan langsung masuk, jadi itu pasti kau" ucap Anasta. "Hahaha.... percaya sekali kau" ucap Rei. "Jadi ada apa kamu ingin menemui ku, pasti ada yang ingin di bicarakan" ucap Anasta. "Hahaha.... langsung ke intinya, aku cukup suka dengan hal seperti itu, dan yang aku ingin bilangan adalah aku akan pergi dari sini" ucap Rei.


"Eh....? ada apa....? apakah kau tidak suka di sini....? ada ada hal yang mengganggu mu di sini....?" ucap Anasta. "Tidak, buka itu masalahnya tapi ini keinginan ku, aku sudah berkeliling tempat dari waktu ke waktu dan sekarang sudah saat untuk pergi dan ke tempat lain" ucap Rei. "Oh.... jadi begitu, aku tidak berhak untuk melarang mu pergi, tapi aku ada keinginan sebelum kau pergi apakah kau akan mendengarkannya....?" ucap Anasta.


"Akan aku dengarkan, kalau bisa aku kabulkan akan aku kabulkan kalau tidak aku tidak akan mengabulkannya" ucap Rei. "Ya.... itu saja sudah cukup bagiku" ucap Anasta. "Jadi apa permintaan yang kau inginkan....?" ucap Rei. "Jadi Rei.... bisakah aku menikahi Viora....?" ucap Anasta. "Eh....?! menikah dengan Viora....?" ucap Rei yang kemudian terdiam beberapa saat. "Paman Anasta, papa sudah punya tunangan" ucap Yuna. "Sudah punya....? siapa....?" ucap Anasta. "Kak Iseria, kak Cerise, kak Shiko, kak Sasaki, kak Asami, kak Cisa, kak Rin, kak Alencia, dan kak Carl" ucap Nina.