
Hanma yang melihat para naga memperhatikan nya pun langsung pergi dan para naga yang memiliki elemen air memadamkan api. Api yang membakar lahan pun padam. "Kasihan, orang yang tidak bersalah ikut terkena imbas nya" ucap Rei. "Sihir Tanam\= Greening" Rei menggunakan sihir untuk mengembalikan lahan yang hangus menjadi lahan yang kayak panen.
"Hanma kalau keinginan mu untuk bermain main akan ku lakukan" ucap Rei. Ia pun mengambil bukunya dan menulis sesuatu di buku tersebut. Setelah Rei menulis Sesuatu di buku itu pun memancarkan cahaya kebiruan dan setelah itu Rei menutup buku tersebut. "Yosh, sudah selesai" ucap Rei.
"Sihir special\= building" Rei membangun sebuah rumah sederhana di tengah hutan. "Whooam..... aku bisa menikmati apa yang dilakukan Hanma, aku akan tidur dulu saja" ucap Rei. Dan ia masuk ke dalam rumah yang baru ia buat dan ia tidur di sebuah kamar yang lengkap.
Di pagi harinya Rei bangun. Hanma yang membuat onar dengan wujud milik Rei, tapi anehnya semua sihir yang di lancarkan ke warga naga tidak berpengaruh dan sihir yang menghancurkan ladang itu malahan membuat ladang langsung siap panen. "Aneh, kemarin banyak warga yang protes tentang kekacauan, tapi sekarang kok malah sangat akrab tidak seperti biasa" ucap Miu.
Miu merasakan ada energi sihir dari hutan yang biasanya di Hutan hanya ada monster dan para hewan liar. "Di hutan ada apa.....? seperti ada yang salah....." ucap Miu. Ia pun terbang ke arah hutan dan Miu terbang di atas hutan dan melihat ada sebuah rumah yang tadinya tidak ada. "Rumah....? tapi siapa yang membangun rumah itu....?" ucap Miu.
"Tapi kenapa kau tinggal di tengah hutan.....?" ucap Miu. "Ada hal yang menyenangkan yang dapat di lihat dari sini" ucap Rei. "Hal apa....?" ucap Miu. Rei pun menjelaskan kalau setiap sihir yang di lancarkan oleh Hanma tidak akan berpengaruh terhadap warga naga dan kalau ke ladang akan membuat tanaman di ladang menjadi siap untuk di panen.
"Jadi ada sepuluh orang yang mengancam kedamaian, dan salah satu menyamar menjadi diri mu dan membuat kekacauan agar kau yang di salah kan" ucap Miu. "Ya.... sihir yang ku gunakan ini mutlak hanya untuk satu minggu" ucap Rei. "Orang hebat memang bukan tandingan nya" batin Myu. Dan setelah itu Miu pergi meninggalkan Rei.
Satu minggu kemudian, "Sial kenapa sihir Ku tidak berpengaruh.....? aku sudah mengerahkan seluruh kekuatan ku" ucap Hanma yang kesal. "Ya, kau memang bodoh tidak tau siapa yang kau Lawan" ucap Rei yang berada di atas Hanma. Mereka berada di atas bukit dan Rei berada di atas ranting pohon di sana. "Bagaimana kau tau tempat ku berada....?" ucap Hanma. "Itu adalah hal yang mudah....." ucap Rei. "Wush......" Hanma mengarah kan pukulan ke arah Rei.