Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.224 Ghost



"Ya.... memangnya ada apa....?" ucap Rei. "Makanan yang keras dan tidak enak seperti sepatu itu.....?" ucap Sasaki. "Hmm.... kau makan dulu baru beri tau rasanya" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap Sasaki. Dan mereka pun mencoba memakan meski hanya satu suap.


Saat Sasaki memotong steak, ia tidak perlu menggunakan tenaga untuk memotong steak. "Empuk sekali apakah benar ini daging sapi....?" batin Sasaki. "Bagaimana rasanya.....? apakah enak atau sama seperti yang pernah kalian makan....?" ucap Rei yang juga makan. "Papa.... ini sangat enak....." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... terima kasih, apakah kalian tidak kesulitan untuk makan.....?" ucap Rei.


"Tidak sama sekali papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... syukurlah kalau begitu, aku kira kurang empuk dan kalian akan kesulitan untuk makannya" ucap rei. "Papa.... tidak perlu khawatir, Yuna dan Nina bisa makan dengan mudah kok" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... dan bagaimana dengan kalian....?" ucap Rei.


"Apakah benar ini daging sapi.....?" ucap Sasaki. "Ya... kalau tidak percaya tanya saja ke Luna atau yang lainnya tentang daging apa yang aku gunakan" ucap Rei. "Hmm.... sepertinya aku bisa percaya, tapi bagaimana cara kau memasaknya....?" ucap Sasaki. "Ya.... seperti biasa" ucap Rei. "Bahkan yang memasak koki andalan kerajaan tidak bisa di samakan dengan ini" ucap Iseria.


"Apakah di bawah standar yang di masak oleh koki kerajaan....?" ucap Rei. "Tidak bukan itu, tapi ini di atas rata rata bahkan koki kerajaan tidak mungkin bisa membuat ini" ucap Iseria. "Hmm..... bahkan dengan bahan yang ada di dunia ini hampir sama seperti di dunia ku tapi kenapa standar memasaknya rendah sekali....?" batin Rei.


"Ada apa Rei.....? kau melamun apakah ada yang salah....?" ucap Rin. "Hmm.... tidak hanya saja aku kekurangan bahan untuk pelengkap di steak ini" ucap Rei. "Bahkan kurang bisa seenak ini.....? bagaimana rasanya kalau lebih lengkap....?" ucap Cisa. "Hmm.... tidak terlalu jauh tapi lebih enak nanti aku ingin mencoba membuat yang lainnya" ucap Rei.


"Aku juga ingin coba......." suara terdengar di kepala Rei. "apakah ada yang tidak kebagian atau ingin tambah.....?" ucap Rei. "Tidak, kami semua dapat kok, dan juga satu porsi ini sudah mengenyangkan" ucap Iseria. "Ya..... benar juga ya.... dengan porsi itu sudah dapat protein yang cukup banyak" ucap Rei. "Protein....? apa itu....?" ucap Asami.


"Bukan apa apa.... tidak perlu di pikirkan" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap mereka semua. Dan setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar mereka. Dan Rei berada di kamarnya dan ia duduk di tempat tidurnya. "Hmm.... apakah koki dunia ini tidak ingin mencoba untuk membuat resep baru dan mereka hanya menggunakan resep yang sudah turun temurun.....?" ucap Rei.


"Hah..... siapa peduli dengan mereka yang tidak mau mencoba hal baru, untuk sekarang aku akan tidur saja...." ucap Rei yang sambil berbaring. "Rei.... Rei.... Rei...." suara terdengar di kepala Rei. "Hah..... apakah karena kecapekan aku sampai berkhayal ada yang memanggilku.....? padahal di sini tidak ada siapa siapa....?" ucap Rei.


"Kamu salah, aku ada di sini loh.... dan selalu kamu abaikan" ucap suara itu yang terdengar langsung di kepala Rei. "Hah.... siapapun itu hentikan.... bercandanya sudah kelewatan....." ucap Rei. "Aku tidak bercanda loh...." ucap suara tersebut. "Tunjukkan dirimu kalau begitu" ucap Rei. "Hua....!!" ucap suara itu yang menunjukkan dirinya di depan Rei dan ia mengambang di udara.



"Hmm..... bertarung......? apakah aku pernah bertemu dengannya.....?" ucap Rei yang berpikir dengan keras. "Bagaimana....? apakah kamu mengingatnya.....?" ucap gadis tersebut. "Hmm.... aku bertarung dengan segerombolan Monster dan yang di pimpin oleh Litch....." ucap Rei yang ingat hanya bertarung dengan aliansi monster.


"Hmm.... hmm..... hmm....." ucap gadis tersebut sambil mengangguk. "Jangan jangan..... kau Litch itu.....?" ucap Rei. "Yah..... itu aku, entah kenapa setelah di murnikan aku masih tetap di sini.....?" ucap gadis tersebut. "Hmm.... sekarang kau jadi ghost kan.....?" ucap Rei. "Yah.... benar sekali" ucap gadis tersebut.


[Note: Ghost adalah makhluk halus yang hampir transparan, mereka bisa menghilangkan hawa dan tubuh mereka dari berbagai makhluk lain dan juga bisa menampakkan diri. Mereka sering di sebuah makhluk halus atau setan].


"Hmm.... aku hanya tau kalau ghost itu tidak bisa pergi ke alam lain karena mereka terikat dengan dunia ini, seperti ada benda yang mengikat mereka dan atau ada hal yang belum mereka selesaikan di dunia ini" ucap Rei. "Ya.... aku juga tau itu" ucap gadis itu. "Lah..... terus kenapa kau masih terikat dengan dunia ini.....? apakah kau masih ingin balas dengan dengan orang yang pernah kau sebut itu atau kau ingin balas dendam kepada ku.....?" ucap Rei.


"Tidak.... tidak.... ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan balas dendam atau semacamnya" ucap gadis tersebut. "Jadi apa.....? kalau tidak balas dendam, ada sebuah benda yang mengikat mu tapi kalau benda biasanya kau tidak akan bisa pergi bebas atau apapun dan kau hanya berada di dalam sebuah tempat tanpa bisa keluar" ucap Rei.


"Hmm..... palingan yang mengikat ku di dunia ini adalah kamu...." ucap gadis tersebut. "Hah....?! apa yang kau bilang.....? jangan sangkut pautkan aku yang tidak ada hubungannya" ucap Rei. "Ya.... bagaimana lagi terakhir aku hanya bertemu dengan mu" ucap gadis tersebut. "Hah..... ini makin jadi ribet dan siapa namamu.....?" ucap Rei.


"Apakah aku belum menyebutkan nama ku.....?" ucap gadis tersebut. "Kapan kau mengucapkannya.....? terakhir kau hanya berbicara tentang balas dendam dan tidak pernah kau menyebutkan namamu" ucap rei. "Eh..... begitukah.....? kalau begitu aku akan memperkenalkan diri, namaku Valentine" ucap valentine. "Ya.... dan bisa kau jelaskan apa yang kau maksud aku yang mengikatmu di dunia ini....?" ucap Rei.


"Ya..... sepertinya aku jatuh cinta denganmu dan aku tidak bisa meninggalkan dunia ini" ucap Valentine. "Kenapa begitu dan juga apakah bisa dengan alasan yang lebih bagus lainnya.....?" ucap Rei. "Alasan apa.....? seperti aku bertemu dengan Rei dan aku jatuh cinta seperti itu ....?" ucap Valentine. "Bukankah sama saja seperti yang pertama....?" ucap Rei. "Eh.... benarkah.....? bukankah berbeda....?" ucap Valentine. "Terserah saja, dan juga bagaimana agar kau bisa pergi ke alam baka....?" ucap Rei. "Mana ku tau....." ucap Valentine.