
Hanma yang tadinya akan memukul Rei tiba tiba saja Rei sudah tidak ada di atas dahan pohon. "Memukul itu seperti ini" ucap Rei yang berada di samping Hanma. "Buaakk......" Rei memukul telak tepat di wajah Hanma. "Bangun kau baik baik saja kan" ucap Rei. Hamna pun bangun dan melihat tajam ke arah Rei.
"Wih, wajah mu seram membuat ku takut" ucap Rei dan ia berlari ke arah Hamna dan sambil mengepalkan tangannya. "Wush.....Plakk...." pukulan Rei yang akan mengenai Hanma itu di di tangkis dengan mudah oleh seseorang yang baru datang. "Siapa kau.....? ini bukan urusan mu" ucap Rei. "Aku juga memiliki urusan di sini, kau telah membunuh Kio dan melukai Hanma aku tidak akan tinggal diam" ucap orang tersebut.
"Hmm.... kau bisa menangkis pukulan ku, kau bukan orang biasa" ucap Rei. "Aku akui kalau pukulan mu memang hebat, aku akan perkenalkan diri ku sebagai tanda kehormatan" ucap orang tersebut. dan Rei melompat ke belakang untuk menjaga jarak. "Nama ku Finman si burung hantu" ucap Finman.
"Hahaha..... untung kau datang Finman" ucap Hanma yang senang. "Sriing.... cruuaat......" Finman menebas Hanma dan Hanma pun mati. "Bagaimana kau bisa membunuh nya dengan mudah.....? bukan kah dia teman mu....?" ucap Rei. "Tidak, dia hanya barang yang tidak berguna" ucap Finman. "Ya, kalau aku jadi kau aku juga akan bilang itu sih" ucap Rei.
"Sekarang giliran mu untuk mati, kerena kau sangat menghalangi rencana tuan" ucap Finman. "Sriing....." sebuah tebasan yang mengarah ke Rei akan tetapi bisa re Hindari dengan mudah. "Kau lumayan, seperti nya kau akan menghibur ku" ucap Finman. "Sring..... sriing..... sring....sriing.... sring....." Finman menebas Rei, akan tetapi Rei menghindari Setipa tebasan.
"Aku bukan badut, kalau kau memang mau membunuhku kau yang akan ku bunuh terlebih dahulu" ucap Rei. "Sihir pertahanan\= anti magic shield" Rei membuat kurungan sihir yang melingkari bukit. "Kau mengunci dirimu sendiri, apa kau berniat mati.....?" ucap Finman. "Tidak, aku membuat ini agar tidak merusak ladang dan yang lain" ucap Rei.
"Buaakk......" Rei terkena tendangan langsung dan membuat ia terlempar. Rei yang terlempar tiba tiba saja hilang. "Hilang.....? kemana dia....?" ucap orang yang baru datang. "Ya ampun, kau kira akan mudah mengalahkan ku dengan sekali tendangan....?" ucap Rei yang berada di puncak pohon.
"Ya....hahahaha...... memang hebat, nama ku Nakai si undetec, aku juga salah satu dari sepuluh perintah raja dewa" ucap Nakai. "Wah, sehari aku bisa melawan dua dari sembilan, tidak delapan perintah raja dewa" ucap Rei. "Hahaha..... jangan meremehkan kami berdua, kau tidak mungkin bisa mengalahkan kami" ucap Nakai.
"Hahahah......kalau begitu aku akan sedikit serius" ucap Rei. "Sresh....." di tangan Rei muncul sebuah pedang.
"Wah, pedang yang sangat bagus, kalau aku bisa mengalahkan mu akan ku ambil pedang mu" ucap Finman. "Ya.... kalau bisa.....!!" ucap Rei dan ia tiba tiba saja menghilang dengan hawa keberadaan nya ikut menghilang. "Di mana dia....? apa dia lari ketakutan melihat ku....?" ucap Nakai. "Sriing...... Cruuaat......" Rei muncul di belakang Nakai dan langsung memotong tangan kanan Nakai.