
"Ya sangat berhubungan, ayahmu dan juga dewa naga ikut dalam Ragnarok dan dewa naga kah yang menang" ucap Dewi cinta. "Oh.... cerita itu aku sudah tau, dewa naga memenangkan Pertarungan dan dia menjadi raja dewa kan...." ucap Rei. "Ya.... benar sekali tapi ada sesuatu yang tidak di ketahui oleh banyak dewa Tetang Ragnarok" ucap Dewi cinta.
"Apa itu....?" ucap Rei. "Ya.... siapapun yang menjadi raja dewa akan mendapatkan satu tiket untuk di sobek, setelah di sobek tergantung keberuntungan dewa itu" ucap dewa manusia. "Apa yang di dapat oleh dewa naga....?" ucap Rei. "Yang di dapat dewa naga adalah sebuah kutukan...." ucap dewa manusia. "Kutukan....? seperti apa kutukan yang dia peroleh.....?" ucap Rei.
"Kutukan yang dia peroleh adalah saat kekuatan kejahatan yang di peroleh hanya tersisa seperempat sifat asli miliknya akan berganti dengan sifat yang di buat kutukan" ucap dewa manusia. "Jadi.... saat ini dewa naga bukan dewa naga yang biasa di kenal tapi dewa naga yang di Kendalikan oleh kutukan dewa...." ucap Rei.
"Ya.... tapi karena kekuatannya sangat kuat tidak ada satu dari semua dewa yang bisa mengalahkan nya dan hak terburuk nya dia akan menghancurkan berbagai dunia...." ucap Dewi cinta. "Hmm.... apakah aku harus menghentikan nya....?" ucap Rei. "Kau tidak perlu khawatir untuk sekarang, dewa naga membutuhkan waktu banyak untuk bisa keluar dari dunia dewa, karena dia terikat dengan dunia dewa" ucap dewa manusia.
"Ada berapa sih dunia dewa.....?" ucap Rei. "Hmm... aku tidak tau berapa tepatnya tapi ada beberapa yang aku tau, yaitu dunia persimpangan, Dunia Ragnarok, dan terakhir Yggdrasil" ucap dewa manusia. "Kalau dunia persimpangan adalah dunia ini, persimpangan antara kematian dan kehidupan" ucap Dewi cinta. "Kalau Yggdrasil.....?" ucap Rei.
"Yggdrasil adalah pohon dunia yang di gunakan sebagai tempat untuk rapat para dewa" ucap dewa manusia. "Ya .... terima kasih atas informasinya dan nanti kalau dewa naga sudah berhasil terlepas aku yang akan menghentikan nya" ucap Rei. "Apakah kau yakin bisa mengalahkan nya.....?" ucap dewa manusia. "Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh Rei" ucap Rei. Dan Rei pun keluar dari dunia persimpangan.
Dan Rei pun terbangun dari tidurnya, dan juga hari sidah pagi. "Whooam....." Rei yang baru bangun dan menguap. Dan di sampingnya ada seseorang yang tidur dan memeluk tangan kanan Rei. "Eh....? apakah ini mimpi, kalau begitu aku akan tidur dan bangun...." ucap Rei yang menutupi mata dan membuka mata. setelah itu Rei melihat ke arah sampingnya.
"Tidak.....!! ini bukan mimpi, tapi ini nyata.....!" ucap Rei. "Eh.... telinga kelinci....? dan juga mengapa di telanjang.....?" ucap Rei. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin sudah keluar dari kamar mereka dan mereka mendengar suara Rei. "Rei ada apa....?" ucap Iseria yang membuka kamar Rei. "Eh.....?....eh.... eh.....!!!" Ucao Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin yang terkejut setelah membuka pintu kamar Rei.
"Rei..... siapa dia....?" ucap Iseria. "Aku tidak tau.... dan juga mengapa dia ada di sini...." ucap Rei. Dan perempuan yang tidur di samping Rei itu pun terbangun. "Ini Masih terlalu pagi....." ucap perempuan itu. "Hey..... siapa kau.....?" ucap Sasaki. Rei pun beranjak dari tempat tidur dan menuju ke meja samping tempat tidur.
Di atas meja terdapat baju milik perempuan itu. "Ini pakai aku akan keluar....." ucap Rei yang memberikan baju itu, setelah itu Rei keluar dari kamar nya. Rei pergi untuk mencuci muka, dan di sana Yuna dan Nina sedang mencuci muka. "Papa....." ucap Yuna dan Nina.
"Ah.... kau kalau tidak salah putri itu....." ucap Rei yang melihat perempuan itu. "apakah kamu kenal Rei....?" ucap Iseria. "Ada hubungan apa kamu dengan nya, sayang....." ucap Asami. "Tidak ada hubungan apa apa, aku dengannya hanya perlu bertemu dua kali" ucap Rei.
Dan para pelayan telah menyiapkan makanan di atas meja. "Kalian ada hubungan apa dengan Rei....?" ucap putri. "Itu nanti saja, kita makan dulu sebelum makanan nya dingin" ucap rei. "Apakah aku juga....?" ucap putri. "Ya.... kau juga" ucap Rei. Dan mereka pun sarapan bersama. "Woah.... apa ini....? ini sangat enak" ucap putri.
"Ini makanan yang berasal dari tempat Rei berasal" ucap Iseria. "Enakkan.... ini tambah lagi....." ucap Sasaki. "Hanya sebentar mereka pun langsung akrab satu sama lain, kalau begitu aku tidak perlu khawatir" batin Rei. Dan beberapa saat kemudian mereka pun selesai sarapan pagi. "Oh ya.... pertanyaan ku tadi hubungan apa yang kalian miliki dengan rei...." ucap putri yang sambil menggunakan topengnya.
"Kami adalah tunangannya Rei...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Apakah kalian tidak bercanda.....?" ucap putri. "Tidak...." ucap Iseria. "Cupp...." Iseria pun langsung mencium bibir Rei. "Apakah kamu sudah percaya....." ucap Iseria. "Iseria kau curang...." ucap Asami.
"Kau kenapa tadi malam ada di tempat tidurku....?" ucap Rei. "Hmm.... bagaimana menjelaskan nya..... tapi yang terpenting aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu Rei...." ucap putri. "Eh.... kenal saja belum" ucap Rei. "Maaf, aku akan memperkenalkan diri, namaku Alencia" ucap Alencia.
"Namaku Iseria...." ucap Iseria. "Aku Cerise" ucap Cerise yang memperkenalkan diri. "Kalau Aku Shiko...." ucap Shiko yang juga memperkenalkan diri. "Aku Sasaki" ucap Sasaki. "Aku Asami....." ucap Asami. "Aku Cisa" ucap Cisa. "Dan aku yang terakhir nama ku Rin" ucap Rin. "Ya, salam kenal" ucap Alencia.
"Rei.... jadikan aku tunangan juga...." ucap Alencia. "Hmm..... bagaimana ya...." ucap Rei yang berfikir. "Di Ramalan kami, aku di takdirkan menikah dengan ku" ucap Alencia. "Ramalan.... tapi masa depan itu bercabang dan juga bisa berubah....." ucap Rei. "Dan juga aku sudah bersumpah kepada diriku sendiri, aku akan menikah dengan orang yang bisa mengalahkan ku, dan yang mengalahkan ku itu kau Rei...." ucap Alencia.
"Ya.... baiklah aku akan bertunangan dengan mu, tapi sekarang aku akan keluar untuk mendinginkan kepala ku...." ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap Yuna dan Nina. Kemudian mereka bertiga pun keluar dari Mansion, mereka menuju ke kota dan mencari sesuatu di kota.