
Akan tetapi Charles tanpa sengaja berjalan tanpa sengaja masuk ke dalam jangkauan Elathan. Dan Elathan pun langsung berteleport ke sana. Elathan langsung berteleport ke depan Charles. ".....!!!" Charles langsung terkejut kerena Elathan tiba tiba saja muncul. "Elathan.... " ucap Charles. "Mau kemana kau....?" ucap Elathan. "Aku sedang mencari guru" ucap Charles.
"Tuan saat ini tidak bisa di ganggu, silahkan kau pergi" ucap Elathan. "Tidak, Aku akan menemui guru" ucap Charles. '' tidak bisa, tuan sedang sibuk" ucap Elathan. "Ya.... kalau begitu kita bertarung, kalau kau memang aku akan pergi, dan kalau aku yang menang biarkan aku lewat" ucap Charles. "Hmm.... aku juga sedang bosan, jadi akan aku ladeni sedikit" batin Elathan.
"Baiklah, akan aku terima" ucap Elathan. "Ya... jangan sampai lengah, aku sudah lebih kuat dari sebelumnya" ucap Charles yang sudah berlatih seharian kemarin. "Ya.... majulah" ucap Elathan. "Wushh...." Charles melesat dengan sangat cepat ke ara Elathan. ".....!!!" Elathan sedikit terkejut melihat perkembangan Charles.
"Tapi ini masih belum cukup untuk mengalahkan ku...." ucap Elathan. Dan Elathan dengan mudah menghindari Charles. "Ck...." Charles pun berpikir sejenak. "Swash... swash... swash.... swash.... swash.... swash...." Charles melesatkan cakaran ke arah Elathan secara cepat. "Bakk... bakkk... bakkk... bakkk... bakkk..." Elathan pun menangkis serangan Charles dengan telapak dan jari nya.
"Wushh....." Elathan melesatkan pukulan ke arah perut Charles. Dan Charles pun dengan cepat melompat ke belakang untuk menghindari serangan dari Elathan. "Lumayan..... kau bisa menghindari nya" ucap Elathan. "Cukup sampai disini saja....." ucap Charles. "Ya..... terserah kalau itu mau mu" ucap Elathan.
Dan Charles pun pergi menjauh yang awalnya ingin menemui Rei. Charles berjalan ke luar dari hutan itu. "Hmm..... perkembangan nya cukup membuatku terkejut" ucap Elathan. "Jarang jarang kau bisa terkejut......" ucap shadow demon. "ya..... memang jarang ada yang bisa mengejutkan ku" ucap Elathan.
Flashback end.
"Hmm..... jadi seperti itu...." ucap Rei. "Ya.... tuan hanya seperti itu" ucap Elathan. "Ya.... kau bisa kembali, aku akan istirahat" ucap Rei. Dan Elathan pun langsung pergi dari hadapan Rei. Tak lama itu ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Rei. "Tok .... tok.... tok....." seseorang itu mengetuk pintu kamar Rei. "Masuk saja....." ucap Rei. Dan Alencia masuk ke dalam kamar Rei.
"Alencia..... ada apa.....?" ucap Rei. "Ya.... anu darling....." ucap Alencia yang gagap. "Oh ya.... aku hampir lupa, ini bisa ku berikan kepada mu, sebagai cincin tunangan" ucap Rei yang sambil memberikan sebuah cincin kepada Alencia. "Se..... sebagai cincin tunangan.....?" ucap Alencia. "Ya.... aku pakai...." ucap Rei. "Baiklah...." ucap Alencia yang sambil mengambil cincin yang di berikan Rei.
Dan Alencia itu pun menggunakan cincin itu. "Darling bagaimana menurut mu......?" ucap Alencia. "Hmm.... sangat cocok dan bagus" ucap Rei. "Terima kasih darling......" ucap Alencia yang senang. "Oh ya..... kenapa kau ke sini....?" ucap Rei. "Darling apakah boleh aku tidur denganmu.....?" ucap Alencia.
"Hmm.... tidak apa apa" ucap Rei. "Yey....." ucap Alencia yang sangat senang. Dan Rei pun berdiri, dan menuju ke pintu kamar nya. "Darling mau kemana.....?" ucap Alencia. "Aku mau minum sebentar, kau tidur saja Sekarang sudah larut malam" ucap Rei. "Ya...." ucap Alencia. Dan Rei keluar dari kamarnya, ia langsung menuju ke dapur.
Dan di kamar Rei, Alencia sedang tidur pulas. Dan Rei pun tidur di samping Alencia, tak lama Rei pun ikut tertidur. Di pagi harinya Rei dan Alencia terbangun dari tidurnya. "Whooam...." Rei bangun dan berdiri, setelah itu Rei pergi untuk mencuci muka. Sedangkan Alencia mengikuti Rei dari belakang.
Beberapa saat kemudian, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia sudah berada di ruang makan. Sedangkan para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk sarapan. Tak lama mereka menunggu makanan pun sudah siap. Dan mereka pun sarapan bersama. Setelah sarapan mereka duduk santai di ruang tengah.
"Hah.... meski di sini sangat luas, tapi suasananya sangat berbeda dengan di sana....." ucap Alencia. "Oh ya..... aku akan pergi, jadi kalian bisa berdiam atau pergi berjalan jalan" ucap Rei yang sambil berdiri. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap yuna dan Nina. "Ya... ayo...." ucap Rei. Dan mereka pun keluar dari Mansion.
Sedangkan di tempat yang tidak di ketahui, ada tiga orang yang sedang berbincang bincang. "Aku yang akan mengalihkan perhatian, nanti kalian yang menculik putri, dan juga kalian harus berhasil, karena nanti malam itu adalah bulan purnama dan juga agar tujuan sekte bisa langsung tercapai" ucap seorang laki laki.
"Ya..... tenang saja, aku sangat kuat....." ucap salah satu dari mereka. "Kita akan mengutamakan kepentingan sekte, tapi kau harus hati hati kalau kau tidak bisa bisa kau mati" ucap orang itu. "Ya.... tenang saja, aku sudah memiliki hubungan yang lumayan dekat dengannya, jadi dia akan mempercayai ku" ucap orang itu. "Ya.... kalau begitu, semoga berhasil" ucap orang itu yang langsung pergi meninggalkan tempat.
Satu orang pergi, dan dua orang lagi pergi menuju arah yang berbeda. Mereka berencana untuk menculik Alencia, dan juga mereka berasal dari sekte yang cukup tersembunyi. Tidak banyak orang yang tau tetang sekte mereka. Di tempat Rei, Rei berjalan di kota dengan Yuna dan Nina.
"Tap.... tap.... tap...." seseorang berlari ke arah Rei. "Guru......!!" Charles memanggil Rei sambil berlari. "Hah.... hah.... guru..... senang bertemu dengan anda di sini" ucap Charles. "Kau tidak perlu berlari seperti itu, apakah kau mau minum bir.....?" ucap Rei. "Tidak terima kasih atas tawaran nya" ucap Charles. "Oh begitu, ya sudah" ucap Rei. "Oh ya, guru sekarang seperti apa latihan hari ini....?" ucap Charles.
"Hmm.... aku mendengar dari Elathan kalau kau sudah cukup berkembang dari sebelumnya, jadi aku akan melihat perkembangan mu dengan melawan Elathan yang sedikit serius" ucap Rei. "Baik guru....." ucap Charles. "Kalau begitu kita cari tempat yang sedikit luas" ucap Rei.
Dan mereka pun pergi ke pinggir hutan tempat berburu monster dan hewan buas. "Yosh..... Elathan keluar lah....." ucap Rei. Dan Elathan pun keluar dan berada di belakang Rei. "Baik tuan, saya hanya perlu melawan Charles dengan sedikit serius" ucap Elathan. "Ya benar.... " ucap Rei.