Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.215 Perang Dengan Monster



"Ya.... kalau begitu kita berangkat...." ucap rei. "Ya.....!!" ucap mereka semua, dan mereka pun meninggalkan mansion dan menuju ke hutan elf. Mereka berjalan menuju ke tempat raja elf tinggal, tak lama mereka berjalan mereka sudah dekat dengan desa. Dari jarak yang lumayan jauh terlihat ada banyak penduduk elf yang berkumpul di desa.


Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun menuju ke sana. Saat di sana mereka langsung bertemu dengan Anasta. "Saya sudah kumpulkan semua elf yang bisa menggunakan panah, tapi ada beberapa hal buruk" ucap Anasta. "Apa hal buruk itu....?" ucap rei.


"Yang pertama itu, anak panah yang kita miliki hanya berjumlah beberapa, setiap pemanah hanya bisa menembakkan lima puluh anak panah" ucap Anasta. "Tidak apa, itu sudah cukup dan sisanya bisa serahkan kepada ku" ucap Rei. "Tidak, kami juga...." ucap Sasaki. "Ya.... mereka juga" ucap Rei.


"Dan apakah Viora sudah kembali....?" ucap Rei. "Belum, aku belum melihatnya setelah dia keluar dari ruangan tadi" ucap Anasta. "Ya, baiklah kalau begitu kita pergi ke pinggiran hutan" ucap Rei. Dan mereka semua pun pergi ke pinggiran hutan. Dan saat mereka sampai di pinggiran hutan, mereka melihat ada banyak monster yang mendekat ke arah hutan.


"Huh, cukup banyak ya...." ucap Rei. "Banyak sekali, dan lihat di sana...." ucap Sasaki yang menunjuk ke arah monster tersebut. "Apa....?" ucap para elf yang melihat ke arah yang di tunjuk Sasaki. Di depan monster yang berjarak sekitar tujuh ratus meter terdapat Viora yang melawan para monster sendirian. "Viora.....?!" ucap Anasta yang melihat itu.


"Pew.... pew.... pew.... pew ... pew ... pew.... pew...." Viora menembakkan anak panah dengan sangat akurat ke arah monster tersebut, akan tetapi karena jumlah monster yang sangat banyak serangan Viora seperti tidak berdampak pada jumlah mereka. "Kenapa, kenapa seperti tidak berkurang sama sekali....?" ucap Viora. Dan monster yang berjalan itu pun semakin dekat dengan Viora.


"Para elf sekalian, apakah kalian bisa menjambak dengan dengan jarak dari sini ke depan Viora.....?" ucap Rei. "Bisa, tapi bukankah akan membahayakan putri Viora....?" ucap para penduduk elf. "Hmm.... kalau bisa akan mudah, baiklah aku akan membuat dinding es, setelah itu aku akan membawa Viora ke sini, kalian tembakkan panah ke balik dinding" ucap Rei.


"Ya... Baiklah, akan kami lakukan" ucap para elf. "Kalian bisa pergi setelah panah yang di tembakkan selesai" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap Sasaki dan yang lainnya. Dan Rei pun dengan cepat melesat ke arah Viora. Sementara itu Viora yang kehabisan anak panah dan ia berlari menjauh dari monster itu, saat sedang berlari kaki Viora keseleo.


"Bruukkk...." Viora terjatuh. Para monster pun sangat dekat dengan Viora. "Siapapun.... tolong aku....." batin Viora. "Sihir es: Wall of Ice" Rei menggunakan sihir es dan membuat dinding es yang mengurung para monster. "Viora.... ayo pergi, apakah kau bisa berdiri" ucap Rei yang berada di samping Viora sambil mengulurkan tangannya. Viora yang tadi sangat ketakutan dan sampai sekarang ia tidak bisa berbicara.


"Ah..... ya ampun" ucap Rei. Dan Rei pun langsung menggendong Viora dan langsung kembali ke hutan. Sesampainya di hutan, Rei pun menurunkan Viora dalam keadaan duduk di atas tanah. "Hmm.... coba aku lihat kaki mu" ucap Rei yang melihat kaki Viora. Dan setelah itu Rei tau kalau kaki Viora keseleo. Dengan cepat Rei mengobati kaki Viora. "Te.... terima kasih Rei" ucap Viora. "Ya.... buka apa apa" ucap Rei.


Sementara itu para elf menembakkan anak panah secara terus menerus ke arah monster yang terkurung oleh dinding es yang di buat Rei. Dan beberapa saat kemudian, anak panah yang di miliki oleh para elf pun habis. monster berkurang lumayan banyak karena serangan anak panah tersebut, kebanyakan monster kecil yang langsung mati karena anak panah sedangkan monster besar tidak banyak yang mati karena anak panah yang di tembakkan tersebut. "Yosh, kerena anak panah yang di miliki habis kita bersiap" ucap Rei. "Ya...." ucap Sasaki, Asami dan Alencia yang sambil memegang pedang mereka. "Sihir pemanggilan: Summon" Iseria menggunakan sihir pemanggilan.





"Hmm.... satu tipe terbang dengan serangan fisik, dan satunya kecil dengan sihir es, cukup hebat" ucap Iseria. Ukuran hewan itu sama seperti kupu kupu, dan hewan itu pun hinggap di pundak Iseria. Sementara itu tembok es yang buat Rei mulai retak karena para monster yang berukuran besar memukul tembok es tersebut.


"Rei... Rei... bukankah itu akan hancur....?" ucap Cerise. "Ya.... kurang lebih sebentar lagi akan hancur" ucap rei. "Kalau begitu kita ke sana" ucap Sasaki. "Ya..." ucap mereka. kemudian Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Rin, Alencia dan Carl menuju kedana. Sementara yang tidak ikut tetap berada di hutan. Iseria menunggangi hewan yang ia panggil, Asami terbang menggunakan sayap di punggungnya. Dan yang lain berlari menuju ke tempat monster.


"Kratak..... kratak.... duuaarrrr.....!!" tembok yang di buat Rei pun jebol dan para monster berlari ke arah mereka. "Sihir es: Touch want" seketika tangan Rei di selimuti oleh aura berwarna biru pucat. Dan Rei pun melesat ke arah monster monster tersebut. Rei dengan gerakan yang sangat cepat menyentuh para monster yang di lalui nya.


Dan para monster yang telah tersentuh oleh Rei itu pun langsung membeku. "Sringg.... sring.... sring.... sring..... sring...." Sasaki, Asami dan Alencia menebas monster monster yang ada. "Woah.... pedang ini sangat hebat, kuat dan tajam" ucap Sasaki yang mengagumi pedang yang ia pegang.



"Bukan itu saja, lihat ini" ucap Asami. "Sihir angin: Wind Slash" Asami melesatkan sebuah serangan tebasan angin ke arah monster monster dan monster yang terkena langsung terbelah menjadi dua. "Pedang ku ini menambah kekuatan serangan sihir" ucap Asami. "Sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring .... sring.... sring....." Alencia fokus untuk mengalahkan monster monster tersebut menggunakan pedang miliknya.


"Wah.... Alencia, dia sangat cepat mengalahkan monster" ucap Iseria. Iseria menggunakan hewan yang ia panggil untuk mengalahkan monster, sedangkan ia melihat ke sekitar. Cerise menggunakan tangan kosong untuk mengalahkan monster. Sekali pukul monster bisa langsung terlempar sangat jauh. Sedangkan Rei sudah berada di belakang para monster dan ia berhadapan dengan pemimpin monster tersebut.