Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.229 Kamar Viora



"Apakah benar yang di katakan mereka berdua Rei....?" ucap Anasta. "Ya... aku tidak bisa menyangkalnya" ucap Rei. "Jadi benar, kalau kau sudah punya calon sebanyak itu, jadi tidak terlalu masalah hanya menambah Viora" ucap Anasta. "Tunggu dulu, aku tidak suka memaksa seperti itu, kita tanya dulu kepada orangnya dan kepada Iseria dan yang lainnya" ucap Rei.


"Ya.... aku akan mengikuti kata mu, kalau mereka tidak masalah berarti kau akan menikahi Viora" ucap Anasta. "Soal menikah, aku masih belum siap untuk menikah, tapi akan ku siapkan untuk melamar Viora" ucap Rei. "Ya.... baiklah, aku tidak masalah" ucap Anasta.


Dan mereka pun keluar dari ruangan Anasta dan menuju ke tempat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora berada. Setelah beberapa saat mereka pun sampai di tempat Iseria dan yang lainnya berada. "Ya..... apakah kalian menunggu lama....?" ucap Rei. "Tidak, kami tidak menunggu lama" ucap Iseria.


"Baiklah, sekarang ada yang ingin dikatakan oleh Anasta" ucap Rei. "Oleh ayah.....? apa yang akan ayah katakan....?" ucap Viora. "Ya.... sebenarnya aku ingin Rei menikahi Viora" ucap Anasta. "Me..... menikah.....?!! menikah dengan Rei kata ayah.....?!" ucap Viora dengan muka memerah. Sementara itu Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl tidak berkata.


"Ya.... bagaimana menurutmu Viora....? kalau kau sudah memiliki orang yang kau sukai ayah tidak akan memaksa mu" ucap Anasta. "Ka.... kalau Rei bagaimana.....?" ucap Viora. "Hmm.... tergantung pada mereka, aku juga tidak bisa menyangkal kalau Viora itu cantik" ucap Rei. "Aku tidak masalah, dan juga aku menyimpan rasa kepada Rei" ucap Viora.


"Eh....?! kau memiliki perasaan kepadaku....? sejak kapan....?" ucap Rei. "Sejak setelah pertarungan melawan aliansi monster, dan saat Rei meyelamatkan diriku, pada saat itu Rei langsung mencuri hatiku" ucap Viora. "Jadi, Viora kau memiliki perasaan kepada Rei....?" ucap Sasaki. "Hmm.... elf aku tidak menyangka akan menghadapi saingan yang cukup berat" ucap Rin.


"Saingan....? sejak kapan kau memikirkan kalau Viora memiliki perasaan....?" ucap Sasaki. "Hahaha.... aku lebih peka daripada kalian, aku sudah tau dari lama" ucap Rin. "Jangan berbohong, sebenarnya Rin juga baru tau kalau Viora memiliki perasaan kepadaku" ucap Rei. "Yah.... Rei seharusnya jangan di beri tau" ucap Rin.


"Rin.... kamu berbohong, berbohong itu tidak baik loh" ucap Iseria. "Ya, bagaimana ya.... aku tidak seperti kalian yang hidup sebagai putri yang manja" ucap Rin. "Ya.... aku hidup sebagai putri yang manja karena terkena kutukan kematian" ucap Iseria. "Meski aku hanya menghabiskan waktu untuk memasak, mencari kayu kering, aku sedikit tau kerasnya dunia" ucap Cisa.


"Aku hidup sendiri di tempat yang tidak ada makhluk selain monster jadi aku tidak tau mengenai hal hal seperti itu" ucap Cerise. "Ya.... mengatur strategi memang bagus terkadang berbohong termasuk strategi agar bisa mengalahkan musuh" ucap Alencia. "Aku hanya tau bertarung dengan orang yang memiliki bounty" ucap Sasaki. "Maaf, sepertinya aku mengatakan hal yang seharusnya tidak di ucapkan" ucap Rin.


"Tidak apa, kalau kamu mengerti kami tidak terlalu mempermasalahkan, ya kan....?" ucap Iseria. "Ya.... benar sekali" ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl. "Seperti kalian semua punya kehidupan yang berat" ucap Lena. "Ya.... tapi setelah bertemu dengan Rei, kami merasakan hal yang berbeda" ucap Iseria.


"Jadi Viora apakah kau ingin bertunangan dengan ku.....?" ucap Rei. "Ya.... tentu saja...." ucap Viora dengan sangat senang. Dan Rei pun memakaikan cincin ke hari manis Viora. "Oh.... ya, karena aku berpergian ke tempat lain, bagaimana denganmu Viora......?" ucap Rei. "Aku ikut, bolehkah ayah....?" ucap Anasta. "Ya.... tentu saja, pergilah kemana kau mau" ucap Anasta.


"Baiklah, aku ikut dengan mu Rei...." ucap Viora. "Ya.... kami menerima mu dengan senang hati" ucap Rei. "Rei.... tolong jaga Viora, ya...." ucap Anasta. "Ya.... serahkan saja padaku, aku akan menjaganya" ucap Rei. "Rei..... sepertinya Valentine tidak ikut" ucap Iseria. "Ya.... kemana dia....? apakah dia sedang mengumpulkan energi....? aku juga tidak tau, kalau sampai di mansion nanti juga bertemu dengannya" ucap Rei.


"Valentine....? siapa dia....? dan apakah dia juga bersama kalian....?" ucap Viora. "Ya.... nanti juga kau tau," ucap Rei. "Rei..... katanya kau akan segera pergi, jangan tunda lagi dan silahkan pergi" ucap Anasta. "Apakah kau mengusirku....?" ucap Rei. "Tidak, hanya saja kalau lebih lama aku akan menunjukkan kelemahan diriku" ucap Anasta.


"Ya.... Baiklah, Viora siapkan pakaian yang akan kau bawa, dan kita pergi" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap Viora yang kemudian berlari ke arah kamarnya dan mengambil pakaian ganti. Setelah mengambil Viora langsung kembali ke tempat Rei dan yang lainnya berada. Rei dan yang lainnya menunggu Viora mengambil pakaian ganti.


Tak lama Viora pun kembali sambil membawa beberapa pakaian ganti. "Yosh.... sekarang kita pergi" ucap Rei. "Ya... kita pergi...." ucap Yuna dan Nina. Dan mereka pun keluar dari rumah Anasta Dan Anasta melihat anak satu satunya pergi. "Huh..... istriku lihatlah, anak kita sudah dewasa" ucap Anasta yang sambil menghela nafas lega.


"Yosh.... aku masih punya banyak kerjaan, akan ku selesaikan dengan capat" ucap Anasta yang berjalan kembali ke ruangannya. Sedangkan Rei dan yang lainnya sedang dalam perjalanan untuk kembali ke mansion. Tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di mansion. "Ya.... kita sudah sampai" ucap Rei. Mereka pun di mansion dan mereka pun masuk ke dalam mansion.


"Viora, aku akan mengantarmu ke kamarmu" ucap Rei. "Ya.... antarkan aku ke tempatnya" ucap Viora. "Kalian tunggu di ruang tengah, aku dan Viora tidak akan lama" ucap Rei. "Ya.... kamu akan ke ruang tengah, dan kalian menyusul" ucap Iseria. "Ya..... tunggu saja, tidak akan lama" ucap Rei. Kemudian Rei pun mengantarkan Viora ke kamar kosong.


"Ini akan jadi kamarmu, dan semoga kau betah berada di sini" ucap Rei. "Ya.... terima kasih banyak Rei...." ucap Viora. "Tidak apa, jangan di pikirkan sekarang masuk saja ke dalam" ucap Rei. Dan Viora pun masuk ke dalam dan menata pakaiannya di kamar tersebut. setelah itu mereka berdua pun pergi ke ruang tengah.