
Rei pun langsung berbaring di atas tempat tidurnya. "Hah.... sekarang, waktunya" ucap Rei. Rei pun langsung duduk di tempat tidur yang tadinya ia berbaring. Rei membuat salinan dirinya yang berdiri di depannya. "Yosh.... aku ada pekerjaan untukmu, kau pergilah" ucap Rei.
"Baiklah...." ucap salinan dari Rei yang kemudian langsung menghilang dari hadapan Rei. "Sekarang waktunya pergi" ucap Rei. Dan tak lama mansion pun terangkat ke atas secara perlahan dan mansion itu terbang menuju ke elf land. "Sekarang sudah terbang, aku bisa tidur" ucap Rei. Rei pun kemudian berbaring di atas tempat tidur dan tak lama ia pun tertidur.
Di pagi hari nya, "Whooam.... Sudah pagi kah...." ucap Rei. Dan Rei keluar dari kamarnya dan pergi untuk mencuci muka. Setelah itu Rei pergi menuju ke ruang makan. Ia langsung duduk di kursi yang ada di ruang makan. Tak lama Yuna dan Nina datang ke ruang makan. "Selamat pagi, papa...." ucap Yuna dan Nina yang kemudian ikut duduk.
"Ya.... selamat pagi, Yuna Nina" ucap Rei. Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun datang ke ruang makan. "Selamat pagi, Rei" ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa, dan Rin. "Selamat pagi, Danna" ucap Shiko. "Selamat pagi sayang" ucap Asami. "Selamat pagi, darling" ucap Alencia. "Ya.... selamat pagi, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia" ucap Rei.
"Apakah Carl belum bangun....?" ucap Iseria. "Aku belum tau, palingan juga masih tidur" ucap Rei. "Ya.... karena Carl belum terbiasa dengan waktu di mansion ini" ucap Cerise. "Ya.... sepertinya begitu" ucap Asami. Tak lama Carl pun datang ke ruang makan. "Semuanya sudah di sini....." ucap Carl yang baru saja datang ke ruang makan dan di ruang Makan makanan sudah siap. "Baru saja kami membicarakan mu, dan Sekarang kau sudah datang" ucap Rei.
"Apa yang kalian bicarakan tentang ku...?" ucap Carl. "Kau bangun nya siang" ucap Rei. "Eh.... ini aku bangun lebih pagi dari biasanya" ucap Carl. "Lebih pagi...? biasanya kau bangun siang hari...?" ucap Rei. "Tidak sampai siang hari" ucap carl yang sambil duduk. Dan mereka pun sarapan pagi bersama, setelah sarapan mereka menuju ke ruang tengah.
"Oh ya.... Rei bukankah kamu bilang kita akan ke elf Land.....?" ucap Carl. "Kita sedang menuju ke sana....." ucao Rei. "Eh.... apakah Benar...? tapi kapan kita berangkat nya....?" ucap Carl. "Tadi malam, kau lihat saja keluar" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku akan melihat keluar" ucap Carl.
Dan Carl pun berjalan menuju ke pintu keluar Mansion. Carl pun membuka pintunya dan melihat di depannya tidak ada perumahan dan hanya ada awan dan Langit biru. "Woah...... ini pertama kalinya aku terbang setinggi ini" ucap Carl. "Bagaimana rasanya....?" ucap Rei yang berada di belakang Carl.
"Rei.....!! ini sangat menyenangkan, bisa terbang seperti ini, tapi apakah kamu tidak apa apa...?" ucap Carl. "Apanya....? aku baik baik saja" ucap Rei. Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun keluar dari Mansion dan melihat keluar. "Danna.... lihat di depan sana elf land nya sudah terlihat" ucap Shiko. "Mana....? mana....?" ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl yang melihat dari samping Shiko.
"Eh..... dari mana Rei tau....?" ucap Rin. "Aku mengamati sedikit, dan di hutan terdapat sihir ilusi" ucap Rei. "Sihir ilusi....? kalau tidak salah itu sihir yang menyerang kesadaran kan....." ucap Carl. "Ya.... sihir itu di gunakan untuk membuat wilayah elf aman dari monster dan makhluk yang membahayakan mereka dan tempat tinggal mereka" ucap Rei.
"Kita masuknya bagaimana....?" ucap Cerise. "Ya.... melewati sihir ilusi yang berbentuk kabut itu" ucap Rei. "Bukankah akan sulit....?" ucap Asami. "Tidak, malahan lebih sulit untuk melewati sihir perlindungan milik ras angel" ucap Rei. "Kalau rei bilang begitu, ya aku percaya pada Rei" ucap Iseria. Dan mansion pun turun secara perlahan ke pinggiran hutan elf land.
Dan mansion pun turun dan mendarat. "Yosh.... kita sudah sampai...." ucap Rei. "Yey.... kita sudah sampai...." ucap Yuna dan Nina. "Ya kita sudah sampai, dan sekarang tinggal menembus sihir ilusi" ucap Rei. Kemudian mereka pun keluar dari Mansion dan mereka berdiri di pinggir hutan. "Hmm.... sangat mengagumkan...." ucap Rei. "Ada apa Rei....?" ucap Iseria.
"Bukan apa apa, aku hanya saja kagum melihat sihir ilusi yang membuat kebingungan saat memasuki hutan" ucap Rei. "Wush.... wush.... wush.... wush.... wush.... wush.... wush...." beberapa anak panah mengarah dengan cepat ke arah mereka, Rei pun langsung mengetahui hal tersebut. "Sihir api: Burning" Rei menggunakan sihir ke arah anak panah tersebut.
"Wursh....." seketika beberapa anak panah itu langsung berubah menjadi abu. "Ada apa Rei....?" ucap Shiko. "Hanya ada beberapa makhluk yang bersembunyi di balik pepohonan" ucap Rei. "Tapi aku tidak merasakan hawa apapun" ucap Asami. "Tidak ada mahluk yang bisa merasakan hawa keberadaan karena di tutupi oleh sihir ilusi" ucap Rei. "Oh.... begitu kah...." ucap Asami.
"Keluarlah..... apakah seperti ini cara peri hutan menyambut tamu mereka....?" ucap Rei. Dan tidak ada jawaban atas pertanyaan Rei kepada mahkluk yang menyerang mereka. "Apakah benar ada seseorang....?" ucap Alencia. "Ya.... kalau tidak menampakkan diri, aku akan melakukan sesuatu" ucap Rei. Dan perkataan Rei tidak di tanggapi sama sekali.
"Baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku kalau ada apa apa" ucap Rei. "Sihir dimensi: Black Hole" Rei menggunakan sihir, dan di depannya terdapat bola hitam kecil. Dan bola hitam itu seketika seperti menyedot sesuatu dari hutan. Beberapa saat kemudian terlihat beberapa orang elf yang tadinya tidak terlihat.
"A.... apa yang terjadi.....? kenapa sihir hutan menghilang....?" ucap para elf itu bertanya tanya. "Hey.... apakah tidak ada yang ingin berbicara....?" ucap Rei. Beberapa menit kemudian beberapa penduduk elf beserta raja elf keluar dari hutan. "Maafkan tentang apa yang telah di lakukan oleh warga saya, dan saya sebagai raja elf, meminta maaf sebesar besarnya" ucap raja elf. "Tidak perlu, tidak perlu tidak ada yang terluka, jadi tenang saja" ucap Rei.