
"Jadi bagaimana kak....? apakah ibu bisa sembuh....?" ucap Frans. "Ya.... dia sudah sembuh, dan hanya perlu istirahat untuk mengembalikan tenaga nya...." ucap Rei. "Apakah benar....?!" ucap Frans. "Ya.... tersebut kau mau percaya atau tidak, dan ini kau ambil" ucap Rei yang memberikan sekantor penuh koin ke tangan Frans.
"Untuk apa ini kak Rei....?" ucap Frans. "Ini aku kasih ke kau dan kau gunakan ini sebaik baiknya, dan satu hal yang harus kau lakukan" ucap Rei. "Apa itu kak Rei....?" ucap Frans. "Berhentilah untuk mencuri barang orang lain" ucap Rei. "Baik... kak, tapi aku akan melakukan apa untuk bisa menghasilkan uang....?" ucap Frans.
"Hmm.... aku akan mengenalkan mu dengan orang itu...." ucap Rei. "Orang itu.....?" ucap Frans. "Besok pagi kita bertemu di tempat itu ya....." ucap Rei. "Baik kak...." ucap Frans. "Ya.... kalau begitu aku permisi" ucap Rei yang keluar dari rumah Frans. Rei yang keluar itu menuju ke gubuk tadi.
Di gubuk terlihat ada dua orang penyihir. "Hahaha.... ternyata bocah itu juga ada gunanya" ucap salah satu penyihir itu. "Ya.... hahahah.... dengan memanfaatkan bocah itu kita bisa mendapatkan banyak uang dan kita hanya perlu membagi sepuluh persen kepada bocah itu" ucap penyihir itu.
"Kresek.... kresek...." Rei keluar dari semak semak dan berjalan lebih dekat dengan dua penyihir itu. "Siapa kau.....?!" ucap kedua penyihir itu saat melihat Rei. "kalian bisa bisa mengatakan kalau aku Hanya orang yang nyasar di tempat ini" ucap Rei. "Sialan pasti kau mengetahui percakapan kita barusan...." ucap kedua penyihir itu.
"Hmm... jadi kalian kah yang menyuruh Frans pencuri, enaknya di apakan ya......?" ucap Rei. "Berani kau....!!" ucap penyihir itu yang kemudian merapal sihir. "Zinkk...." Rei pun menghilang dari hadapan mereka. "Kemana dia....? apakah dia menghilang....?" ucap penyihir itu. "Tidak aku ada di sini" ucap Rei yang berada di belakang mereka.
"Hah....!" ucap kedua penyihir itu yang langsung membalikkan badannya kebelakang. "Yo.... dan selamat tinggal..." ucap Rei. Rei pun menyentuh mereka berdua dengan telapak tangan nya. Dengan cepat mereka pun langsung berubah menjadi debu. "Yosh.... sampah di sini sudah selesai tinggal bertentangan dengan ratu...." ucap Rei.
Dan karena hari sudah sore hari Rei Pun berminat untuk kembali ke Mansion. "Hmm.... tempat ini akan hancur kalau terus seperti ini" ucap Rei yang sambil berjalan ke arah mansion. Dan tak lama Rei yang berjalan itu pun sampai di mansion. "Aku kembali...." ucap Rei. "Selamat datang tuan...." ucap para pelayan.
"Selamat datang papa...." ucap Yuna dan Nina yang langsung memeluk Rei. "Selamat datang Rei...." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat datang, Danna" ucap Shiko. "Selamat datang, sayang" ucap Asami. "Selamat datang darling...." ucap Alencia. "Ya.... dan ini" ucap Rei yang memberikan cincin dan pedang mereka yang hilang.
"Terima kasih...." ucap mereka bersama. "Ya.... ini hanya untuk hari ini, untuk lain kali aku tidak akan mencarikan nya lagi...." ucap Rei. "Tapi kenapa....?" ucap Iseria. "Ya karena aku penasaran seperti apa orang yang mencintai, sampai sampai dia bisa Melawati penjagaan Elathan" ucap Rei.
Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami Cisa, Rin, dan, Alencia pun menyusul dan masuk ke dalam Pemandian. Mereka membersihkan diri dan kemudian ikut berendam dengan Rei, Yuna dan Nina. "Hah.... di tempat ini aku bisa sedikit bersantai...." ucap Rei. Tak lama Rei, Yuna dan Nina pun keluar.
Rei mengeringkan badan Yuna dan Nina, setelah tubuh mereka kering Rei memakaikan baju Kepada mereka. Rei juga ganti baju, setelah mereka ganti baju, mereka pun berjalan menuju ke ruang makan. Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia sedang berjalan menuju ke ruang makan.
Di ruang makan mereka duduk dan menunggu makanan siap. Tak lama para pelayan yang pun selesai menyiapkan makanan dan makanan pun siap di atas meja. Mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pergi ke kamarnya. sedangkan Rei masih ada di ruang makan.
Rei duduk di kursi ruang makan. "Tuan ada apa....?" ucap Luna. "Tidak ada apa apa, hanya saja aku kepikiran sesuatu" ucap Rei. "Baiklah kalau begitu, kalau ada yang anda inginkan bisa panggil kami" ucap Luna. "Ya.... aku akan kembali ke kamar, kalian jangan lupa untuk istirahat" ucap Rei. "Baik tuan.... selamat malam...." ucap para pelayan.
"Ya.... selamat malam..." ucap rei. Dan Rei meninggalkan ruang makan, ia pergi ke kamarnya dan saat sampai di depan pintu kamar nya Rei pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Rei yang berada di dalam kamarnya itu pun langsung berbaring di atas tempat tidur. "Sebaiknya aku tidur Sekarang" ucap Rei.
Tak lama Rei pun langsung tertidur pulas. Malam pun berlalu dan waktu berganti menjadi pagi. Rei bangun, Rei melihat kalau di tempat tidurnya, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia tidur satu ranjang dengan Rei. "Hah.... tempat tidur ini jadi semakin sempit" ucap Rei. Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun bangun.
"Selamat pagi Rei...." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat pagi Danna" ucap Shiko. "Selamat pagi sayang....." ucap Asami. "Selamat pagi darling....." ucap Alencia. "Ya.... selamat pagi, dan kenapa kalian ada di sini semua....?" ucap Rei. "Eh... kalau itu tadi malam itu.... anu..." ucap Iseria. "Ceritakan...." ucap Rei.
"Jadi tadi malam saat aku mau mengambil air, aku melihat Asami mau menyusup masuk ke dalam kamar darling...." ucap Alencia. "Bukan aku.... aku awalnya hanya mengintip ke dalam, dan di dalam aku melihat Shiko yang tidur dengan sayang...." ucap Asami. "Lalu Iseria da yang lainnya....?" ucap Rei.
"Kalau aku bangun dan keluar dari kamar, aku mencari toilet, dan setelah dari toilet aku berjalan dan masuk ke kamar yang aku kira itu kamarku, tapi itu kamar Rei" ucap Iseria. "Berarti tadi malam kalian semua memang berniat ke kamar ku kan....." ucap Rei. "Eh....kalau itu ya....." ucap mereka bersamaan. "Hah... sudah kuduga" ucap Rei.