Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.240 Pernikahan



"Baiklah, sampai sini saja, aku akan tidur" ucap Rei yang kemudian tidur. Valentine yang mengetahui Rei langsung tidur, ia pun langsung pergi.


Keesokan harinya, Rei, Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya pun pergi ke pernikahan Kuro dan Letica. Rei menggunakan jas yang pernah ia pakai saat ke perta kesembuhan Iseria. Sedangkan Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya menggunakan gaun, mereka terlihat sangat cantik saat menggunakan gaun.


"Ah.... aku kurang suka menggunakan gaun, saat menggunakan gaun aku tidak bisa bergerak dengan bebas" ucap Rin. "Tahan saja, aku tau rasanya" ucap Sasaki. "Rei.... bagaimana.....? apakah bagus....?" ucap Iseria. "Ya.... sangat bagus dan kau terlihat sangat cantik" ucap Rei. "Tidak adil.... kamu mendahului Iseria......" ucap Cerise. "Papa...." ucap Yuna dan Nina.


"Ada apa Yuna, Nina.....? apakah ada yang kalian mau dariku.....?" ucap Rei. "Papa.... bagaimana dengan Yuna dan Nina....?" ucap Yuna dan Nina. "bagus.... kalian terlihat cantik dan imut kok" ucap Rei. "Begitukah..... terima kasih papa" ucap Yuna dan Nina. "Baiklah, Sekarang kita pergi" ucap Rei dan mereka pun keluar dari mansion.


Mereka pergi menuju ke pernikahan Kuro dan Letica. Beberapa saat mereka pun sampai di tempat pernikahan. Mereka dan para undangan duduk sambil melihat pernikahan Kuro dan Letica. Kuro menggunakan setelah jas berwarna putih, sedangkan Letica menggunakan gaun berwarna putih. Setelah pernikahan Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena, dan Viora mengucapkan selamat kepada Kuro.


"Selamat Kuro.... kau sekarang sudah menikah" ucap Rei. "Ya.... terima kasih banyak, dan kau juga tidak lama lagi bukan....?" ucap Kuro. "Hahahah..... masih belum tau kapan, tapi nanti aku pasti akan mengundang dirimu" ucap Rei. "Ya.... aku tak sabar menunggunya" ucap Kuro. Sementara Rei dan Kuro sedang berbicara satu sama lain. Iseria dan yang lainnya sedang berbicara dengan Letica.


"Selamat ya.... Letica" ucap Iseria dan yang lainnya mengucapkan selamat pada Letica. "Ya.... terima kasih, tuan Puteri dan yang lainnya" ucap Letica. "Tidak apa.... tidak perlu terlalu kaku, anggap saja seperti teman" ucap Iseria. "Ya.... jangan formal seperti itu, kalau formal seperti itu terasa seperti jauh" ucap Cerise. "Ya..... dan kapan kalian akan menikah......" ucap Letica.


"Hmm.... kalau itu masih belum tau, tapi tidak akan berselang jauh" ucap Iseria. "Begitukah, kalau begitu aku doakan semoga lancar tanpa halangan" ucap Letica. "Terima kasih, dan siapa saja yang kalian undang untuk pesta nanti malam.....?" ucap Sasaki. "Ya..... hampir semua bangsawan di kerajaan ini dan beberapa warga desa tempat ku, memangnya ada apa.....?" ucap Letica.


"Tidak ada apa apa, aku hanya berpikir kalau kau lupa memberikan undangan pada warga desa tempat mu tinggal" ucap Sasaki. "Tidak akan lupa, karena di sana tempat ku tinggal dan juga semua warga di sana sangat baik" ucap Letica. Kembali ketempat Rei, Yuna, Nina dan Kuro. "Kuro, kau dan Letica kan pasangan baru pasti nanti malam kau melakukan itu" ucap Rei.


"Kau sendiri kenapa kau biasa seperti itu.....? palingan karena kau telah melakukannya jadi kau tidak malu membicarakan itu, ya kan.....?" ucap Kuro. "Tidak, aku tidak pernah melakukan itu dan juga aku tidak memiliki pengalaman seperti itu" ucap Rei. "Jangan bohong, aku tidak akan mudah di bohongi Rei.... buktinya adalah dua anak itu" ucap Kuro.


"Papa..... yang papa dan kak Kuro katakan tentang melakukan itu, melakukan apa....?" ucap Yuna dan Nina. "Hmm.... di malam hari, kak Kuro dan kak Letica tidur bersama" ucap Rei. "Oh.... jadi begitu, sekarang Yuna dan Nina paham" ucap Yuna dan Nina. "Hey.... Rei.... apakah tidak apa apa mengatakan seperti pada anak kecil.....? bukankah itu seperti mengajarkan hal yang buruk.....?" ucap Kuro.


"Tidak tidak.... itu adalah pelajaran yang bagus buat anak.....?" ucap Rei. "Cih.... kau jadi orang tua yang buruk, Rei...... dan mereka berdua anak siapa.....?" ucap Kuro. "Mereka berdua anak yang aku adopsi dan juga sudah lama, benar bukan Yuna Nina......" ucap Rei sambil mengelus kepala Yuna dan Nina. "Hmm....." ucap Yuna dan Nina yang sambil mengangguk dan tersenyum.


"Jadi begitukah, aku kira kau sudah melakukan itu" ucap Kuro. "Sudahlah jangan bahas lagi tentang melakukan itu, bagaimana kalau minum bir satu botol atau lebih.....?" ucap Rei. "Jangan Rei....aku bukan orang yang termasuk orang yang kuat dengan alkohol" ucap Kuro. "Ah..... begitukah, kalau begitu aku akan beberapa kalau sedang mengalami stres atau semacamnya kau bisa minum" ucap Rei.


"Ya.... terima kasih banyak Rei...." ucap Kuro. "Jangan begitu, biasa saja kalau teman memberi beberapa minuman untuk mu dan juga aku tidak selalu ada di kerajaan ini" ucap Rei. "Ya..... kau ada benarnya, kau sering pergi ke mana mana" ucap Kuro. Pernikahan pun selesai dan akan di lanjutkan dengan pesta pada malam hari.


Karena pernikahan selesai, Rei, Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya pun kembali ke Mansion. Setelah merdeka tiba di mansion, mereka duduk sambil beristirahat. "Huh..... ternyata hanya seperti itu saja sudah capek" ucap Rei. "Ya.... ada benarnya juga, apalagi menggunakan gaun ini cukup lama, untung saja tidak untuk satu hari penuh" ucap Rin. "Ya... benar sekali, melelahkan sekali" ucap Sasaki.


"Kalian bisa berganti pakaian kalau tidak nyaman, dan nanti malam pakai gaun lagi untuk menghadiri pesta, tapi aku sebentar lagi akan pergi" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ingin ikut papa" ucap Yuna dan Nina. "Maaf, sekali ini saja tidak bisa, maaf ya....." ucap Rei. "Tapi kenapa papa.....?" ucap Yuna dan Nina. "Aku pergi bukan untuk bermain main, tapi nanti kita akan bertemu lagi nanti malam saat di acara pesta" ucap Rei.


"Tapi papa......" ucap Yuna dan Nina. "Yuna.... Nina.... nanti setelah itu aku akan ajak kalian berdua pergi, hanya bertiga" ucap Rei. "Apakah benar.....? hanya bertiga.....?" ucap Yuna. "Ya..... tentu saja, hanya bertiga" ucap Rei. "Janji.... janji loh papa...." ucap Nina. "Ya..... aku janji dan akan menepati janjiku" ucap Rei. "Baiklah, kami tidak apa apa, papa nanti pergi" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... begitu, terima kasih ya....." ucap Rei. "Ya.... papa...." ucap Yuna dan Nina. Rei pun kemudian pergi ke kamarnya.