
"Bagaimana tentang ceritanya....?" ucap Rei. "Ceritanya bagus papa" ucap Yuna. "Rei apakah ini cerita nyata....?" ucap Rin. "Hmm... ini cerita yang sangat lama, aku juga tidak tau apakah ini cerita nyata" ucap Rei. "Tapi kalau tentang kutukan di dalam cerita hampir mirip Dengan pertemuan ku dengan Rei" ucap Iseria. "Apa yang sama....?" ucap Rei.
"Rei datang ke istana, saat kutukan ku aktif dan Rei menghilangkan kutukan yang ada di dalam tubuhku" ucap Iseria. "Jadi seperti itu pertemuan pertama Iseria dengan Rei" ucap Rin. "Tidak tidak, pertemuan pertama Iseria ada di depan gerbang dan terlihat seperti orang tersesat, kemudian aku mengajaknya minum teh" ucap Rei.
"Apakah benar begitu....?" ucap Cisa. "Ya.... Rei benar" ucap Iseria. "Eh.... aku kira yang di katakan Iseria itu benar" ucap Rin. "Memang benar, tapi di hari setelah pertama kali bertemu" ucap Rei. "Eh...... ternyata memang benar, aku kira Iseria mengarang ceritanya" ucap Rin. "Yuna, Nina kapan kapan akan aku ceritakan cerita lain, bagaimana.....?" ucap Rei.
"Ya.... papa kapan kapan ceritakan lagi" ucap Yuna. "Iya papa, ceritanya bagus" ucap Nina. "Ya.... kapan kapan akan aku ceritakan" ucap Rei. mereka tidak sadar kalau waktu yang mereka habiskan cukup lama dan sekarang waktunya makan malam hampir tiba. Rei, Yuna dan Nina pun segera pergi untuk membersihkan diri.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin membersihkan diri di pemandian air panas yang di tempat lain. Mereka selesai membersihkan diri hampir bersamaan. setelah Rei, Yuna dan Nina keluar, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin kemudian keluar. mereka pun langsung pergi ke ruang makan.
Para pelayan sedang menyiapkan makanan. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun duduk di kursi. tak lama para pelayan pun selesai menyiapkan makanan, dan mereka pun segera makan malam. setelah makan malam Rei pergi ke arah kamarnya. "Papa... selamat malam" ucap Yuna dan Nina yang memberi ucapan selamat malam kepada Rei yang berada di depan kamarnya.
"Selamat malam, kalian berdua" ucap Rei. Dan Rei pun masuk ke dalam kamarnya dan ia pun duduk di kursi yang ada di kamarnya. "Hmm.... kalau di pikir pikir karena di sini ada sihir bisa di bilang cerita yang tadinya hanya fiksi bisa jadi cerita asli" batin Rei. "Tok .. tok ....tok...." Iseria mengetuk pintu kamar Rei. "Rei bolehkah kami masuk....?" ucap Iseria. "Ya.... masuk saja" ucap Rei. kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun masuk ke dalam kamar Rei.
"Ada apa kalian ke sini...?" ucap Rei. "Anu....Rei apakah boleh kami tidur dengan mu malam ini.....?" ucap Iseria. "Aku tidak masalah, apakah kalian tidak keberatan....?" ucap Rei. "Tidak, Danna" ucap Shiko. "Tidak" ucap Cerise, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Kalau begitu aku juga tidak masalah" ucap Rei. Dan Rei pun berdiri. "Rei mau kemana....?" ucap Iseria. "Aku mau ke dapur untuk minum air" ucap Rei.
Dan Rei pun keluar dari kamarnya, Rei pun pergi ke arah dapur. setelah Rei sampai di dapur Rei mengambil segelas air putih dan ia meminum air tersebut. "Ah.... air dingin di malam hari memang enak" ucap Rei. dan Rei berjalan kembali ke kamarnya. Setelah Rei sampai di depan kamarnya, ia membuka pintu kamar nya, kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami langsung menarik Rei ke arah tempat tidur.
"Rei sekarang kita tidur" ucap Iseria. Cisa dan Rin pun ikut tidur di tempat tidur. Dan tak lama mereka pun tertidur. "Mereka cepat sekali tidur, pastinya mereka sedikit lelah, karena sudah berkeliling" batin Rei. dan Rei pun langsung berteleport ke atas atap mansion.
"Mau melihat langit bersama....?" ucap Rei. "Ya..." ucap Shiko yang langsung duduk di samping Rei. "Wush....." angin berhembus. "Apakah dingin.....?" ucap Rei. "Tidak terlalu" ucap Shiko. Dan Rei memberikan jubahnya kepada Shiko. "Pakai saja, angin malam dingin" ucap Rei. "Bukankah lebih baik di gunakan Danna....?" ucap Shiko.
"Tidak, aku tidak apa apa, kau pakai saja Shiko" ucap Rei. "Ya.... terima kasih" ucap Shiko. Mereka berdua pun memandangi langit malam yang terlihat sangat indah. Saat Rei memandangi langit malam, Shiko memandangi wajah Rei. "Ada apa Shiko....?" ucap Rei yang menoleh ke arah Shiko. "Cupp....." Shiko langsung mencium Rei.
Di malam hari yang cerah dan terlihat sangat indah itu, Shiko mencium Rei. "Danna....." ucap Shiko dengan muka yang sedikit memerah. "Mau masuk ke dalam....?" ucap Rei. "Ya...." ucap Shiko. dan kemudian, Rei dan Shiko berteleport ke dalam Mansion. Mereka berteleport ke dapur. "Danna kenapa kita ada di dapur....?" ucap Shiko. "Aku sedikit haus, jadi aku berteleport ke sini untuk minum'' ucap Rei. Dan Rei pun minum segelas air.
Setelah minum, Shiko menarik Rei ke arah kamarnya, dan setelah di depan pintu kamar Shiko. Shiko pun menyuruh Rei berbaring di tempat tidur milik Shiko. "Danna tidur saja di kamarku" ucap Shiko. "Aku bisa tidur di tempat lain" ucap Rei. "Apakah Danna tidak mau tidur dengan ku....?" ucap Shiko. "Baiklah, aku akan tidur dengan mu" ucap Rei.
Dan kemudian Rei pun tidur dengan Shiko di kamar milik Shiko. Dan malam pun berlalu, dan hari pun pagi. "Whoaam..... sudah pagi kah...." ucap Rei yang baru bangun. "Selamat pagi, Danna" ucap Shiko yang baru bangun. "Ya.... selamat pagi, Shiko" ucap Rei. dan mereka berdua pun keluar dari kamar Shiko. mereka keluar dari kamar dan mencuci muka.
Setelah mencuci muka, Rei dan Shiko langsung pergi ke ruang makan. Sedangkan Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin masih tertidur di kamar Rei. Yuna dan Nani baru bangun dan sedang mencuci muka. setelah mencuci muka Yuna dan Nina pun langsung Menuju ke ruang makan. Rei dan Shiko sudah berada di ruang makan.
Yuna dan Nina yang sudah berada di ruang makan pun duduk di kursi. Para pelayan pun menyiapkan makanan untuk sarapan. Iseria, Cerise, Sasaki, Asami Cisa dan Rin baru bangun tidur dan sedang mencuci muka mereka.