Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.150 Mabuk



pemilik bar itu membawakan segelas minuman keras dengan kadar alkohol yang paling kuat dan dua gelas susu, pemilik bar menaruh tiga gelas itu di depan Rei. "Dua gelas ini untuk Yuna dan Nina" ucap Rei. "Ya... papa" ucap Yuna dan Nina. "Wah, seorang manusia dengan dua anak dari ras Scylla, apakah anak itu anak kandung...?" ucap Kay.


"Bukan, mereka berdua hanyalah anak angkat" ucap Rei. "Eh.... aku kira kedua anak itu adalah anak kandung dan kau bisa menikahi seorang ras dari bangsa Scylla yang sangat sedikit, kau benar benar bukan orang biasa" ucap Kay yang sambil minum minuman keras. "Ya, tapi bagaimana kau bisa tau kalau mereka berdua adalah ras Scylla hanya dalam sekali lihat....?" ucap Rei.


"Kami bangsa angel sudah sering melihat dan bisa dengan mudah membedakan antara ras ini dengan ras lain" ucap Kay. "Papa.... Yuna dan Nina mau lagi...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... Kalau begitu manajer dua gelas susu" ucap Rei. "Baik....." ucap manajer yang mengambilkan dua gelas susu. "Hmm.... bir di sini kadar alkohol nya tidak terlalu tinggi" batin Rei.


"Ada apa Rei....?" ucap Kay. "Bukan apa apa, sudah dari tadi kau di sini kau....?" ucap Rei. "Ya... kurang lebih sudah satu atau dua jam" ucap Kay. "Wah, lumayan lama ya...." ucap Rei. "ya.... omong omong, tentang anak aku juga punya satu anak" ucap Kay. "Eh.... aku kira kau masih belum memiliki nya" ucap Rei. "Hahaha... kurang lebih Sekarang anakku berumur sekitar 15 tahun" ucap Kay.


"Eh.... berarti sudah memasuki usia dewasa" ucap Rei. "Ya... aku juga sudah hidup lama" ucap Kay. "Eh..... kalau dilihat dari wajah sangat berbeda dengan umur" ucap Rei. "Hahahaha.... kau berumur berapa rei....?" ucap Kay. "Ya sekitar 15 atau 16" ucap Rei. "Eh.... kau mengadopsi anak di umur 16, bukankah akan sulit kau mencari pasangan....?" ucap Kay.


"Ya... kalau itu sih tidak terlalu" ucap Rei. "Aku saja sekarang sudah memiliki enam calon istri" batin Rei. "Permisi...." seorang perempuan masuk ke dalam bar itu. "Ayah..... ternyata ayah ada di sini" ucap Frey yang baru masuk ke dalam bar.



"Ya.... Frey ada apa....?" ucap Kay yang merupakan ayah dari Frey. "Ayah kan sudah aku bilang untuk tidak terlalu sering minum minuman keras" ucap Frey. "Hahaha.... bagaimana kalau kau coba....?" ucap Kay. "Tidak, aku tidak mau" ucap Frey.


"Hahahaha..... cobalah, nanti kau akan tau bagaimana rasanya...." ucap Kay yang sudah mabuk. "Jangan jangan ayah sudah mabuk....?" ucap Frey. "Hah....? mabuk,....? aku tidak pernah mabuk hanya kerena minuman ini, hek...." ucap Kay dengan cegukan. "Sudah ku duga, ayah pasti mabuk" ucap Frey. "Tenang saja Frey...." ucap Rei.


"Ya.... tidak ada yang tidak mungkin" ucap Rei. "Sihir Penyembuhan: effect Removal" Rei menggunakan sihir kepada Kay dan Sihir yang Rei gunakan membuat Kay sadar yang tadinya mabuk. "Eh....? bukankah tadi aku mabuk....? Rei bagaimana kalau tambah lagi....?" ucap Kay yang menawarkan untuk minum lagi. "Lebih baik, kau ikut dengan Frey" ucap Rei.


"Eh....? kau sudah kenal dengan anakku Frey....?" ucap Kay. "Ya...aku sudah kenal dengan Frey, dan aku baru tau kalau kau adalah ayah dari Frey" ucap Rei. "Hahaha.... Aku belum memberitahu kalau nama anakku adalah Frey..." ucap Kay. "Ya... belum, dan sekarang kau segera pergi dengan Frey, Karena Frey seperti nya sudah mencapai batas" ucap Rei.


"Ya... kalau begitu sampai jumpa, kapan kapan kita minum bersama lagi" ucap Kay yang menuju keluar dari bar dengan Frey. "Papa.... " ucap Yuna dan Nina yang memanggil Rei. "Ada apa Yuna, Nina....?" ucap Rei. "Papa.... kepala Yuna rasanya pusing....." ucap Yuna. "Kepala Nina juga....." ucap Nina. Yuna dan Nina merasa pusing dan muka mereka memerah. "Kalian kenapa....? kok bisa begitu....?" ucap Rei.


"Yuna dan Nina tadi minum sedikit punya papa" ucap Yuna dan Nina. "Eh......?!!! kalian tidur saja, Kalau tidur kalian tidak akan merasa pusing" ucap Rei. "Ya... papa" ucap Yuna dan Nina. dan mereka berdua pun langsung tidur dengan bersandar ke dada Rei. "Hah.... kenapa mereka berdua bisa meminum bir....?" ucap Rei. Dan Rei pun membayar biaya untuk minum, dan Rei pun menggendong Yuna dan Nina, setelah itu mereka keluar dari bar.


"Sihir Penyembuhan:effect removal" Rei menggunakan sihir untuk menghilangkan mabuk yang di alami oleh Yuna dan Nina. Rei menggendong Yuna dan Nina ke mansion. Dan di mansion Rin masih berada di sana. Rei masuk ke dalam mansion. "Rei bagaimana....?" ucap Iseria. "Hmm... tidak apa apa, aku tidak masalah, aku akan membawa Yuna dan Nina ke kamar mereka" ucap Rei yang tanpa sadar dan Rei pun menuju ke kamar Yuna dan Nina.


Rei menidurkan Yuna dan Nina di atas kasur kamarnya. "Kalau Yuna dan Nina istirahat, dan saat mereka bangun mereka pasti akan baik baik saja" ucap Rei. dan Rei pun keluar dari kamar Yuna dan Nina, Rei langsung menuju ke ruang tengah. "Eh....? aku tadi berkata apa...? aku tidak sadar dan aku berkata apa kepada mereka...?" ucap Rei yang bingung sambil berjalan ke arah ruang tengah.


Dan saat Rei sampai di ruang tengah Mansion, Rin langsung memeluk Rei. "Ada apa...?" ucap Rei. "Tidak ada apa apa" ucap Rin. "Tidak adil Rin....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun ikut memeluk Rei. "Eh....? kalian juga kenapa selalu Langsung memeluk....?" ucap Rei. "Ya.... tidak tau kenapa, hanya saja kalau melihat Rei, tiba tiba saja kami merasa ingin memeluk Rei...." ucap Iseria.


"Ya... benar kata Iseria" ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa bersama. "Apakah tidak ada cara yang lebih mudah untuk menjelaskan nya....." ucap Rei. "Ya... kami juga tidak terlalu mengerti" ucap Iseria. "Ya...." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. "Hah.... apakah kalian bisa melepaskan ku....?" ucap Rei. "Tidak mau" Ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Hah.... kenapa rasanya akan jadi hal yang merepotkan" ucap Rei. "Seperti nya tuan sangat di sukai banyak orang ya" ucap Vivi di balik tembok.