Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.143 Bertambahnya Calon istri



"Ya.... aku serius, apakah ada yang salah...?" ucap Iseria. "Bukannya salah atau tidak tapi apakah kalian semua juga setuju....?" ucap Rei. "Ya.... kami juga setuju" ucap Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. "Tuan apakah ada masalah....?" ucap ketua desa. "Tidak ada, aku akan memilih salah satu dari kalian" ucap Rei.


Dan Rei merasakan tatapan yang seperti menusuk dari arah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami. Mereka menatap Rei dengan sangat tajam. Rei pun menoleh ke arah mereka. "Gleg...." Rei menelan ludah, dan Rei merasakan kalau Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami menginginkan untuk Rei hanya memilih satu.


"Bagaimana tuan....? dari keempat perempuan ini bagaimana menurut anda....?" ucap kepala desa. "Ah.... aku.... akan memilih Cisa saja" ucap Rei. "Aku harus menjauhi kemarahan mereka" batin Rei. "Jadi anda hanya memilih Cisa sebagai calon istri anda....?" ucap kepala desa. "Ya.... tapi kalau Cisa sudah memiliki orang yang dia sukai aku tidak akan memaksa" ucap Rei.


"Cisa bagaimana menurut mu....?" ucap kepala desa. "Ka.... kalau itu keinginan Rei aku tidak bisa menolak nya, dan juga aku tidak merasa terpaksa" ucap Cisa. "Ah.....!!! Kenapa Cisa menyetujui, aku kira dia pasti akan menolaknya" batin Rei. "Ya.... sudah di tentukan, Cisa bisa tinggal di tempat tuan Rei, tapi kapan Cisa bisa tinggal di sini dengan anda....?" ucap ketua desa.


"Kalau itu, bisa kapan saja" ucap Rei. "Kalau tuan berkata begitu, Cisa kapan kau mau tinggal bersama tuan rei....?" ucap kepala desa. "Aku akan tinggal Mulai sekarang, tapi apakah itu akan merepotkan....?" ucap Cisa. "Tentu saja tidak, kami akan menyambut kamu" ucap Iseria. "Ya.... tidak merepotkan" ucap Asami. "Ya.... kalau begitu mulai nanti sore aku akan tinggal di sini tidak merepotkan....?" ucap Cisa.


"Ya.... Kau boleh tinggal di sini kapan saja" ucap Rei. "Saingan ku bertambah satu" ucap Cerise. "Seperti nya Cisa bukan termasuk saingan yang berat" batin Sasaki. Dan lima orang itu beserta Cisa keluar dari mansion dan mereka berjalan untuk kembali ke desa mereka. "Enak.... Cisa bisa di pilih oleh tuan Rei" ucap Zuru. "Itu tidak benar, tadi kata kata dari Rei kalau Zuru, Orihara dan yang lainnya pasti memiliki orang yang akan kalian cintai" ucap Cisa.


"Iya sih, ada benarnya aku juga mempunyai orang yang kucintai, bagaimana dengan mu Cisa.....? kenapa kau menerima tuan Rei, padahal dia tadi juga bilang kalau tidak mau tidak masalah, tapi kenapa....?" ucap Orihara. "Kalau itu sebenarnya aku mencintai Rei dalam pandangan pertama" ucap Cisa. "Eh....? ci.... Cisa bisa jatuh cinta dengan seseorang....?!!" ucap Orihara, Zuru dan yang lainnya yang terkejut mendengar hal tersebut.


"Apakah ada masalah....? aku kan juga perempuan dan aku juga memiliki perasaan" ucap Cisa. "Aku kira Cisa akan selalu sendirian, tapi ternyata Cisa sudah mendapatkan belahan jiwanya terlebih dahulu dari pada kami" ucap Zuru. "Setelah ini, apakah kau akan berpamitan dengan seluruh warga desa....?" ucap Orihara. "Ya.... karena hampir seluruh warga desa sudah seperti keluarga bagi ku" ucap Cisa.


"Ya... kita akan sampai di desa saat siang hari, dan kau bisa pergi dari desa saat sore hari dan kurang lebih kau akan sampai di mansion tuan Rei sore hampir malam" ucap kepala desa. "Ya... kepala desa, aku tidak akan melupakan kalian" ucap Cisa. "Apa apaan itu, Jangan mendramatisir Cisa, kita ini adalah sahabat dan juga kita akan selalu terhubung oleh benang yang tak terlihat" ucap Zuru.


"Haajiiuu...." di mansion Rei tiba tiba saja bersin. "Ada apa Rei....? apa kamu kurang enak badan....?" ucap Iseria. "Tidak, hanya saja ada seseorang yang membicarakan ku" ucap Rei. "Kalau kamu kurang enak badan kamu bisa istirahat" ucap Cerise. "Ya... tapi aku tidak apa apa..." ucap Rei. "Papa jangan sampai sakit" ucap Yuna dan Nina. "Ya...." ucap singkat Rei.


"Apakah dewa bisa sakit, tapi aku berbeda dengan dewa dewa lainnya aku dewa dengan tubuh Manusia yang di perkuat, tapi aku juga masih penasaran apakah aku bisa sakit....?" batin Rei. Dan di desa Cisa, Cisa sedang berpamitan dengan para penduduk desa dan setelah berpamitan ia kembali ke rumah nya.


"Apa saja yang harus aku bawa selain baju dan pakaian dalam....?" ucap Cisa yang sambil menyiapkan barang barang nya dan bersiap untuk pindah ke tempat Rei. beberapa saat kemudian Cisa pun selesai menyiapkan semuanya dan ia pun pergi dengan warga desa yang mengantar Cisa sampai di depan desa. "Cisa, jangan kesehatan ya....." ucap salah satu dari warga desa.


"Ya.... tenang saja aku akan menjaga diriku" ucap Cisa. "Cisa kau jangan sampai lupa dengan kami ya...." ucap salah satu warga desa. "Ya.... aku tidak akan melupakan kalian semua" ucap Cisa. "Cisa jangan lupa untuk mengirimkan kami surat ya...." ucap salah satu warga desa. "Ya.... Kalau begitu aku berangkat...." ucap Cisa, ia menaiki kereta kuda yang sudah di pesan oleh warga desa untuk mengangkut barang barang milik Cisa.


Dan Cisa pun berangkat, Cisa menaiki kereta kuda ke mansion Rei. Dan para warga desa terlihat sedih karena merasakan kalau seseorang yang sudah sangat dekat dengan mereka sudah pergi ke tempat yang dia inginkan. "Semoga saja Cisa bisa lebih bahagia" ucap kepala desa. "Aku yakin, cisa pasti bahagia" ucap Orihara.


"Ya... aku juga yakin" ucap Zuru. "ya.... kalau begitu kita lanjutkan saja pekerjaan kita" ucap Para warga desa yang kembali ke rumah, ladang dan lainnya untuk melanjutkan pekerjaan mereka. "Aku sangat bahagia bisa hidup di desa itu meski orang tuaku sudah tiada" ucap Cisa. Cisa sudah hidup sendiri dari kecil dan beberapa warga desa banyak yang membantu nya dan juga Cisa juga banyak membantu para warga desa.


Dan hari pun sudah sore Cisa yang menaiki kereta kuda hampir sampai di mansion Rei. Dan di mansion Rei para pelayan sidang menyiapkan makanan. sedang Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun juga sudah membersihkan diri.