
Di pagi hari Rei pun terbangun. "Whooam.... hmm.... sudah pagi kah...?" ucap Rei yang baru bangun tidur. Rei pun kemudian menata kamar nya dan kemudian ia keluar dari kamar.
Rei keluar dari kamar dan menuju ke pemandian air panas di dalam mansion. "Hah.... pagi hari lumayan dingin" ucap Rei yang sedang berendam di air panas. tak lama pun Rei terpikir.
"Oh, ya hari ini akan ada para pelayan apa aku akan buatkan asrama buat para pelayan" ucap Rei. kemudian Rei keluar dari pemandian air panas dan berganti baju. setelah itu Rei membuat teh dan duduk di kursi.
Rei membuka buku yang biasa ia bawa. "Hmm.... sihir untuk membuat rumah...." ucap Rei sambil membalikkan kertas per kertas. "nah, ini dia ketemu ....!!" ucap rei. Setelah itu Rei mendapatkan skill untuk membuat asrama untu para pelayan.
Rei menghabiskan tehnya dan keluar, pergi ke bagian taman paling kiri. ''Yosh, aku akan buat di sini saja'' ucap Rei. ''Sihir Kayu: Dream House" seketika terdapat sebuah asrama yang terbuat dari bahan kayu.
"Wow... sudah lengkap dengan pintu yang bisa di buka" ucap Rei yang melihat asrama tersebut. kemudian ia melihat ke dalam asrama. "hmm.... lengkap terdapat kurang lebih 20 kamar dan lantai juga terbuat dari kayu, tapi ada yang kurang yaitu kasur" ucap Rei yang baru menyadari tidak ada satu pun kasur di galam asrama.
Rei kembali membuka bukunya. "hmm.... ini skill duplikat" ucap Rei sambil menambahkan skill duplikat. "aduh, skill duplikat membutuhkan mana melebihi perkiraan ku" ucap Rei. "ya, sudah lah, aku gak peduli lagi" ucap Rei.
Kemudian Rei masuk ke dalam mansion dan menuju salah satu kamar yang tidak di gunakan. "Sihir Special: Duplicate" Rei menduplikasi kasur yang ada di sana. Setelah itu Rei memasukkan salah satu kasur ke dalam space dimension.
Setelah itu Rei kembali ke asrama dan menaruh setiap kamar satu kasur. dan ia juga membuat kamar mandi dan juga pemandian air panas di dalam asrama. "Bruaakk...." Rei terbaring di atas lantai. "hah...hah...hah... capeknya" ucap Rei yang hampir kehabisan mana.
Kemudian ia bangun dan berjalan keluar dari asrama dan ia duduk di bangku taman. Kemudian terdapat tiga kereta kuda yang menunju ke mansion Rei. kemudian ketiga kereta kuda tersebut berhenti di depan mansion.
Dan dari salah satu kereta kuda Paul turun dari kereta kuda. Rei pun membuka gerbang mansion. "Yo, Rei aku membawakan mu pelayanan sesuai dengan harganya" ucap Paul. "ya, terima kasih" ucap Rei dengan nada lesu.
"Eh, Rei kau kenapa apa kau tidak cocok dengan para pelayan yang aku Carikan...?" ucap Paul. "Tidak, tidak aku cuma capek membuat itu" ucap Rei sambil menunjuk asram yang ia buat.
"Wow Rei itu tempat apa...?'' ucap Paul. "oh, aku membuat asrama untuk para pelayan" ucap Rei. "oh, ya sudah, sekarang kalian perkenalkan nama kalian kepada Rei" ucap Paul kepada para pelayan. "Ya" ucap bersama para pelayan.
nama\= Luna
(Mantan pemburu bayaran)
nama\= Vivi
(Mantan pemburu bayaran)
nama\= Seyla
(Mantan pemburu bayaran)
(Bekerja sebagai pelayan pertama kali)
nama\=Rui
(Mantan petualang)
nama\=Lisia
(Seorang pelayan)
nama\=Bel
(Seorang pelayan)
nama\=Mika
(Seorang pelayan)
nama\=Hiragi
(Seorang pelayan)
nama\=Asuka
(Seorang pelayan)
Dari para pelayan terdapat para mantan pemburu bayaran dan juga petualang, tapi mereka tida mengatakan nya agar tuan yang akan mereka layani tidak terganggu. tapi beda dengan Rei meski mereka tidak mengatakan nya Rei sudah tahu.
Apalagi yang akan di lakukan Rei....? nantikan update