
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun melepaskan pelukannya. "Hah.... akhirnya di lepaskan juga" ucap Rei. Dan di saat itu Luna mendatangi mereka. "Tuan dan nona makan siang sudah siap...." ucap Luna. "Ya... kami akan ke sana" ucap Rei. dan luna pun kembali ke arah ruang makan.
Para pelayan sudah selesai menyiapkan makanan, dan semua makanan sudah berada di atas meja makan. "Kalian ke sana dahulu, Aku akan membangunkan Yuna dan Nina" ucap Rei. "Oke...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. Dan Rei pergi ke arah kamar Yuna dan Nina. Rei berjalan ke arah kamar Yuna dan Nina, dan akhirnya ia sampai di depan pintu nya.
"Kreek...." Rei membuka pintu kamar Yuna dan Nina. Yuna dan Nina masih tertidur pulas. "Yuna Nina, bangun, sekarang waktunya makan siang, apakah kalian mau makan siang, apa tidak....?" ucap Rei yang sambil membangunkan Yuna dan Nina yang tertidur. Yuna dan Nina pun terbangun. "Makan siang.....? Yuna ingin makan siang....." ucap Yuna. "Nina juga...." ucap mereka.
Kemudian Rei, Yuna, dan Nina pun keluar dari kamar Yuna dan Nina, mereka langsung berjalan ke arah ruang makan. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin beserta yang lainnya pun sudah duduk, kemudian Rei, Yuna dan Nina pun ikut duduk. Dan mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang Rei duduk di kursi panjang ruang tengah.
"Hah..... akhirnya aku bisa sedikit lebih bersantai" ucap Rei yang sedang duduk. Dan Rin pun datang dan langsung berbaring di atas kursi yang sama dengan Rei. Rin menggunakan paha Rei sebagai bantalan. "Hey..... Rin kenapa kau bisa seenaknya begitu....?" ucap Rei. "Karena di kerajaan atau di nama pun aku harus menjaga image ku, tapi di sini aku tidak perlu melakukan nya...." ucap Rin.
"Eh.... ternyata kau memiliki image, aku kira tidak punya...." ucap Rei. "Tidak baik seperti itu, setiap orang memiliki harga diri" ucap Iseria yang berada di belakang Rei. Dan Iseria langsung memeluk Rei dari belakang. "Iseria, bisakah kau melepaskan ku...?" ucap Rei. "Tidak, aku tidak akan melepaskan nya sekarang" ucap Iseria. "Aku akan kerepotan kalau kau begitu" ucap rei. "Rei tidak pernah kerepotan walau aku melakukan hal apa pun" ucap Iseria.
"Darimana kata kata yang penuh dengan kepercayaan diri itu" ucap Rei. "Ya.... Rei tidak akan kerepotan walaupun kita semua di sini membuat kekacauan" ucap Cerise. "Hah..... kalian juga ikut ikutan" ucap Rei. Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa pun duduk di kursi yang kosong.
"Oh ya.... mumpung kalian ada di sini semua, kalian bisa memilih tempat selanjutnya kita pergi" ucap Rei. "Eh.... pergi....? apa maksudnya Rei....?" ucap Rin yang tidak tau apa apa. "Oh... kau tidak tau ya.... kami selalu berpindah dari satu kerajaan ke kerajaan lain dan kami pun sampai di kerajaan ini" ucap Rei.
"Eh.... seperti nya menarik, kemana kita akan pergi selanjutnya....?" ucap Rin yang mulai bersemangat. "Iseria bisa kau melepaskan ku....?" ucap Rei. "Ya....." ucap Iseria yang melepaskan pelukannya. Dan Rin yang tadinya tiduran langsung duduk, Iseria langsung duduk di samping Rei. Tak lama Yuna dan Nina pun datang ke ruang tengah.
"Papa.... ada apa...? kenapa papa dan kakak yang lainnya ada di sini....?" ucap Yuna. "Yuna kamu boleh panggil aku dengan sebutan mama" ucap Rin. "Tidak, kakak Rin tetap kakak rin" ucap Yuna. "Eh....." ucap Rin yang terlihat kecewa. "Yuna dan Nina, kita hanya akan membahas tempat yang akan kita kunjungi" ucap Rei.
"Wah..... peta lengkap..... aku baru pertama kali melihat nya....." ucap Rin. "Saya juga baru pertama kali melihat peta seperti ini" ucap Cisa. "Untuk daerah yang dekat ada empat, tapi kalau ke witch land atau elf land, kita akan langsung Melawati satu kerajaan, jadi hanya ada dua yaitu Beast dan monster land" ucap Rei.
"Ya... kalau begitu kita akan ke monster land" ucap Rin dengan penuh semangat. "Kenapa kau ingin ke sana....?" ucap Rei. "Karena di lihat saja, mereka sepertinya sangat kuat, aku jadi langsung bersemangat" ucap Rin. "Aku tidak mau, seperti nya tempat itu sangat menyeramkan, aku lebih memilih beast" ucap Cisa.
"Hmm.... kalau dilihat dari kedua ras itu, tingkat kekuatan mereka juga tidak jauh berbeda" ucap Rei. "Eh.... benarkah.....? aku harus pilih yang paling tepat" ucap Rin yang berfikir kembali. "Aku lebih memilih beast land" ucap Iseria. "Aku juga setuju" ucap Cerise, Sasaki. "Aku juga memilih beast land, karena mereka juga lumayan dekat dengan ras dragon" ucap Asami.
"Shiko memilih yang mana....?" ucap Rei. "Aku memilih beast land" ucap Shiko. "Papa kami memiliki ke sini" ucap Yuna dan Nina yang menunjuk Demon land. "Eh.....? itu sangat jauh, Yuna Nina, nanti aku akan mengajari kalian, bagaimana...?" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu sekarang saja papa" ucap Yuna dan Nina.
"Ya... setelah ini, jadi kita akan ke beast land kerena dari kalian banyak yang memilih tempat itu" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. "Eh.... aku tidak tau kalau kita akan pergi ke tempat dengan vote terbanyak" ucap Rin. "Kalau itu maaf belum memberi tau, tapi kalau di pikir pikir itu sudah biasa kan" ucap Rei.
"Ya...." ucap Rin. "Kalau kau ingin bertarung, kapan kapan kita akan bertarung satu lawan satu, aku dengan mu Rin" ucap Rei. "Benarkah....? baiklah Kalau begitu" ucap Rin. Rei, Yuna dan Nina pun pergi ke kamar Yuna dan Nina. Dan rei mengajari cara membaca, matematika dan lainnya. Di saat Rei mengajari Yuna dan Nina, Rin pun langsung masuk ke dalam kamar Yuna dan Nina.
"Rei....." ucap Rin yang masuk ke dalam kamar Yuna dan Nina. "Ada apa...? jangan menggangu Yuna dan Nina saat belajar" ucap Rei. "Aku hanya mau bertanya, di mana angel land....?" ucap Rin yang sambil menunjukkan peta milik Rei. "Eh.... angel land kah, tempat itu tidak ada di mana mana" ucap Rei. "Tidak ada di mana mana....? apa maksud dari perkataan mu....?" ucap Rin yang semakin Bingung. "masa tidak tau tentang angel land...?" ucap Rei.