Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.199 Rumor



"Yo.... Lucrut aku dengar dengar yang di jual di toko mu laku keras....." ucap Rei. "Rei.... terima kasih banyak...." ucap Lucrut. "Untuk apa....?" ucap Rei. "Ya.... terima kasih untuk potion yang kau berikan, dan juga kau membangun kembali toko milikku ini dan juga lebih bagus daripada tokoku yang dulu....." ucap Lucrut.


"Kalau untuk itu kau tidak perlu berterima kasih, aku hanya membantumu" ucap Rei. "Tidak, aku harus berterima kasih" ucap Lucrut. "Ya.... terserah saja....." ucap Rei. Sementara itu, Sasaki, Asami, Rin dan Alencia melihat lihat berbagai senjata yang ada di dalam toko Lucrut. "Wow.... semuanya terlihat sangat bagus....." ucap Asami.


"Ya.... semua sangat bagus di bandingkan dengan yang dulu" ucap Alencia. "Ya.... kerena Rei yang membuat nya...." ucap Lucrut. "Kak Rei...." ucap Frans. "Ya.... Frans bagaimana kerjanya....?" ucap Rei. "Ya.... tadi sangat ramai, dan kak Rei ke sini untuk apa....?" ucap Frans. "Ya.... tadinya aku hanya ingin lihat lihat saja....." ucap Rei.Dan carl melihat sebuah sarung tangan sihir yang menurutnya sangat bagus.



"Carl apakah kau tertarik dengan itu....?" ucap Rei. "T–Tidak sama sekali......" ucap carl. "Lucrut berapa harga itu....?" ucap Rei. "Ambil saja kalau kau mau..... hitung hitung aku memberinya Kepada mu sebagai rasa terima kasih ku" ucap Lucrut. "Ya..... bagaimana bisa aku mengambil nya secara percuma" ucap Rei.


"Baiklah.... baiklah.... ambil dengan harga dua koin perak" ucap Lucrut. "Ya..... akan aku ambil" ucap Rei yang memberikan dua koin perak kepada Lucrut. Dan setelah itu Rei mengambil sarung tangan itu dan memberikan nya kepada Carl. "Carl ambil saja....." ucap Rei. "Eh.....? tapi...." ucap carl. "Tidak ada tapi tapian, ambil saja sebagai hadiah dariku" ucap Rei.


"Ya.... kalau begitu aku ambil...." ucap Carl. Dan beberapa saat mereka pun keluar dari toko Lucrut, Carl mendapatkan sebuah sarung tangan sedangkan Asami mendapatkan sebuah pedang sihir. "Sekarang kita kemana lagi....?" ucap Rei. "Kita cari makanan papa....." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... kalau begitu kita mampir ke penjual di depan" ucap Rei. "Yey....." ucap Yuna dan Nina.


Dan mereka pun berhenti di sebuah lapak kecil yang menjual makanan. "Carl apakah kau juga.....?" ucap Rei. "Tapi aku akan merepotkan Rei...." ucap carl. "Tenang saja, kau tidak merepotkan sama sekali" ucap Rei. "Ya.... kala begitu aku juga...." ucap Carl. Dan mereka pun membeli makanan tersebut. "Ini, semua harganya dua koin perunggu" ucap penjual tersebut.


"Ya.... ini dua koin perunggu" ucap Rei. "Oh ya omong omong aku tidak pernah melihat kalian, apakah kalian ini orang baru di sini....?" ucap penjual tersebut. "Ya.... kami baru datang ke sini beberapa hari yang lalu" ucap Rei. "Oh.... begitu, apakah kalian pernah mendengar rumor tentang putri....?" ucap penjual tersebut. "Rumor....? rumor seperti apa....?" ucap Rei.


"Ya...... aku juga baru mendengar rumor ini beberapa menit yang lalu" ucap penjual tersebut. "Ya.... bisakah di ceritakan.....? aku sedikit penasaran" ucap Rei. "Ya..... aku tidak tau apakah rumor ini benar apa tidak" ucap penjual. "Ya.... katakan saja" ucap Rei. "Ya.... beberapa hari yang lalu banyak kejadian yang mengubah kerajaan penyihir ini hampir 180 derajat dari sebelumnya" ucap penjual tersebut.


"Oh.... seperti itu...." ucap Rei. "Ya.... masih ada lagi, apakah kau tau toko senjata di sana....?" ucap penjual tersebut. "Ya.... aku kenal dia teman ku...." ucap Rei. "Ya.... tokonya pernah hancur tapi beberapa saat kemudian tokonya berhasil di bangun kembali dan tokonya menjadi lebih bagus dan Sekarang tokonya sangat ramai...." ucap penjual tersebut.


"Oh.... ya.... terima kasih telah menceritakan nya......" ucap Rei. Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun pergi. Mereka berjalan kembali ke mansion. "Carl apakah kau tidak kembali ke kastil kerajaan....?" ucap Rei. "Kalian semua mau kemana....?" ucap Carl. "Kami akan kembali" ucap Iseria.


"Ya.... sebentar lagi waktunya makan siang...." ucap Yuna. "Ya.... benar sekali, apakah kau akan ikut....?" ucap Rei. "Apakah boleh.....? nanti aku merepotkan kalian" ucap Carl. "Kalau mau tidak apa apa, kau tidak merepotkan kok" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku ikut" ucap Carl. "Ya.... kalau begitu kita pergi...." ucap Rei. Tak lama mereka berjalan, mereka pun sampai di mansion.


Mereka masuk ke dalam Mansion, Rei yang masuk langsung menuju ke dapur, dan di dapur para pelayan sedang menyiapkan makanan. "Vivi porsi makan siang di tambah satu porsi...." ucap Rei. "Baik tuan...." ucap Vivi. Dan setelah itu Rei keluar dari dapur dan menuju ke ruang makan. Di ruang makan, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl sudah duduk sambil menunggu makanan siap.


Tak lama mereka menunggu makanan pun siap, dan sudah di disiapkan di atas meja. Mereka pun makan siang bersama, dan setelah makan siang mereka berkumpul di ruang tengah. "Hah...... terkadang hawa udaranya sangat panas...." ucap Rei. "Ya.... karena masih musim panas...." ucap Carl. Dan tak lama Luna membawakan beberapa es serut dan menaruh es serut tersebut di meja depan mereka.


"Tuan karena hawa udaranya panas, kami membuatkan es serut seperti yang pernah anda ajarkan" ucap Luna. "Ya.... terima kasih banyak" ucap Rei. "Terima kasih kembali, ini juga termasuk pekerjaan kami" ucap Luna. Dan setelah itu Luna pun pergi dari ruang tengah. "Es serut.....!!!" ucap Yuna dan Nina yang langsung mengambil es serut.


Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun juga ikut mengambil. "Apakah kau tidak mengambilnya Carl....? nyam...." ucap Rei yang sambil makan es serut. "Es.....?" ucap Carl yang bingung. "Nyam.... nyam.... nyam ..... nyam.... nyam...." Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia makan es serut dengan lahap.


"Aduh....." ucap mereka bersamaan sambil memegang kepalanya. "Nyam..... nyam.... nyam... nyam...." dan mereka makan es serut kembali. "Ambil dan cobalah...." ucap Rei. "Ya... baiklah..." ucap carl yang kemudian mengambil es serut yang tersisa. "Nyam...." Carl mencoba sesendok es serut tersebut. "Hmm.... rasanya manis dan dingin, enak sekali" ucap Carl. "Nyam..... nyam....nyam... nyam... " Carl langsung memakan dengan lahap.