Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.206 mandi



Rei dan Carl pun pergi ke ruang tengah, mereka pun duduk. Setelah Carl duduk Vivi menuangkan secangkir teh di depan Carl. "Terima kasih, Ya...." ucap Carl. "Terima kasih kembali...." ucap Vivi. Carl pun meminum teh tersebut. "Hah..... oh ya Rei.... kamarku seperti apa....?" ucap Carl.


"Ya.... nanti kau akan akan tau, dan sekarang mau apa kita....?" ucap Rei. "Kapan kita akan pergi....?" ucap Carl. "Kurang lebih nanti malam...." ucap Rei. "nanti malam.....? kenapa tidak sekarang....?" ucap Carl. "Ya... kalau siang hari dan di lihat dari bawah dan kalau di kira kota terbang milik angel bagaimana....?" ucap Rei.


"Kota angel....? apakah ada seperti itu...?" ucap Carl. "Ada.... kemarin kami berjalan jalan di kota angel, dan di sana sangat menakjubkan" ucap Iseria. "Eh.... apakah kita akan ke sana lagi....? aku ingin melihat seperti apa kota angel tersebut....." ucap Carl. "Ya.... kalau itu belum tau, perjalanan kota angel itu sulit di tebak dan juga terkadang sulit untuk di lihat karena ada sihir yang membuat kota itu tidak terlihat dari luar" ucap Rei.


"Eh.... ternyata seperti itu, tapi kenapa rei dan yang lainnya pernah ke sana....?" ucap Carl. "Saat itu ada perayaan di kerajaan ku...." ucap Rin. "Kerajaan Rin....? memangnya seperti apa sampai para angel juga ikut merayakan....?" ucap Carl. "Rin adalah putri dari raja pahlawan...." ucap Rei. "putri....?! aku baru tau tentang itu...." ucap Carl. "Aku juga putri kerajaan" ucap Iseria. "aku juga" ucap Asami.


"Eh......?! kalau begitu Cerise, Shiko, Sasaki, Cisa dan Alencia juga....?" ucap Rin. "Tidak, aku bukan" ucap Cerise. "Aku juga" ucap Cisa. "Aku hanya Hunter dan sekarang hanya ikut dengan Rei" ucap Sasaki. "Aku bukan putri, tapi aku ratu peri" ucap Shiko. "Pe...... peri.....?! aku kira peri itu hanya dongeng" ucap Carl. "Ad tapi tidak berada di dunia ini, kami tinggal di dunia peri" ucap Shiko.


"Oh.... begitu, kalau Rei....?" ucap Carl. "Hmm.... aku siapa ya.....?" ucap Rei. "Rei adalah papa Yuna dan Nina" ucap Yuna dan Nina sambil memeluk Rei. "Rei adalah orang yang kau sukai" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Ya.... seperti itulah" ucap Rei. "Hmm.... tidak hanya kalian yang menyukai Rei, tapi aku juga" ucap Carl.


"Ya.... ya.... aku tau" ucap Rei. "Rei.... Rei.... berbaringlah di sini....." ucap Asami sambil menepuk Pahanya. "Tidak, di sini saja Rei...." ucap Iseria yang juga ikut ikut. "Tidak, dengan ku saja, Danna" ucap Shiko. Carl yang melihat itu pun tersenyum tipis. "Carl kau tersenyum...." ucap Rei. "Eh.... ya..... karena aku sudah lama tidak merasakan keadaan yang menyenangkan seperti ini" ucap Carl.


"Ya.... syukurlah kalau kau bisa nyaman di tempat ini" ucap Rei. "Ya.... kami di sini juga merasa senang, dan bagaimana kalau kita mandi bersama....?" ucap Iseria. "Eh.....? dengan Rei juga....?" ucap Carl. "Ya.... tentu saja" ucap Iseria. "Tidak tidak tidak, aku tidak setuju" ucap Rei. "Kalau begitu, kita vote siapa yang memiliki lebih banyak suara" ucap Cerise. "Ya.... kalau begitu siapa yang setuju dengan mandi bersama....?" ucap Iseria.


Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl mengangkat tangan. "Ya.... berarti kami yang memang, dan kita akan mandi bersama" ucap Iseria. "Tidak adil.... tidak ada yang memihak kepada ku" ucap Rei. "Kalau kalah, tidak boleh beralasan, sayang" ucap asami. "Cih.... baiklah kalau begitu" ucap Rei yah pasrah. Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun pergi ke pemandian air panas.


"Ya.... daripada menuruti kemauan mu setiap hari...." ucap Rei. "Bagaimana kalau kami juga akan menuruti permintaan Rei....?" ucap Cerise. "Tidak.... tidak.... tidak ada yang bisa kalian lakukan untukku" ucap Rei. "Tidak ada yang tidak bisa di lakukan kami untuk Rei...." ucap Iseria. "Ya.... Danna kata Iseria itu benar" ucap Shiko. "Hmm.... permintaan apa ya....? yang bisa membuat mereka menyerah....?" batin Rei.


"Kalau Rei berpikir seperti itu, Jangan jangan Rei ingin meminta permintaan yang sangat mustahil...." ucap Iseria. "Ya.... tentu saja, bukankah Iseria dan yang lainnya setuju dan Iseria berkata, Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan kami untuk Rei...." ucap Rei mengulangi kata kata Iseria. "Ya.... tapi kalau Rei berfikir seperti itu sama dengan curang" ucap Sasaki.


"Ngomong ngomong, tentang curang bukankah saat vote untuk ke sini, tidak ada yang memihak ku" ucap Rei. "Ka.... kalau itu, tadi ya tadi, sekarang ya Sekarang" ucap Rin. "Cih.... dari mana itu....? meski kau bilang itu tadi tapi masih dalam hari yang sama...." ucap Rei. "Waktunya berbeda...." ucap Rin. "Ya.... aku menyerah.... tadi ya tadi, sekarang ya Sekarang" ucap Rei.


Dan mereka pun selesai berendam, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl keluar terlebih dahulu dan berganti pakaian, setelah itu mereka pergi ke ruang makan. Setelah Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl sudah pergi ke ruang makan, Rei pun keluar dari pemandian dan berganti pakaian.


Setelah Rei berganti pakaian, Rei juga menuju ke ruang makan. Mereka berada di pemandian lumayan lama dan saat mereka sampai di ruang makan, makanan sudah di siapkan di atas meja. Mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam mereka pun kembali ke kamar mereka. "Rei.... antarkan aku ke kamarku...." ucap Carl. "Ya.... baiklah, Carl" ucap Rei.


Rei pun mengantarkan Carl menuju ke kamarnya, tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di depan pintu kamar Carl. "Ini adalah kamarmu, gunakan tempat ini semau mu" ucap Rei. "Ya.... terima kasih" ucap Carl dan Carl pun membuka pintu kamar tersebut. Di dalam kamar Carl sudah tertata dengan rapih, dari pakaian ganti dan yang lainnya di dalam kamar.


"Wow..... kamar ini sangat bagus dan juga sangat rapih" ucap Carl. "Ya.... syukurlah kalau kau senang, dan sekarang aku akan kembali ke kamar ku" ucap Rei. "Ya.... kalau ada apa apa aku akan memanggil mu" ucap Carl. "Ya.... panggil saja" ucap Rei, Rei pun menuju kembali ke kamarnya.