
Sementara itu di kastil kerajaan penyihir, lebih tepatnya di ruang kerja. Carl baru bangun dan ia Melihat kalau ia tertidur di ruang kerja. "eh.... apakah aku tertidur tadi malam....? dan ini kalau bukankah ini jubah milik Rei....?" ucap Carl yang melihat kalau jubah Rei menyelimuti dirinya.
Di Mansion, Rei yang berada di kamar Yuna dan Nina itu pun membaringkan Yuna dan Nina di atas tempat tidur, kemudian ia menyelimuti mereka dengan selimut. Setelah itu, Rei berteleport kembali ke ruang tengah. "Rei.... apakah Yuna dan Nina sudah berada di kamar nya....?" ucap Iseria. "Ya....." ucap Rei.
"Huph....." Iseria pun langsung menyandarkan kepala Rei ke dadanya. "Iseria ada apa.....? kenapa kau melakukan ini....?" ucap Rei. "Rei.... jangan terlalu memaksakan diri..... untuk sebentar istirahatkan semuanya....." ucap Iseria. "Ya...." ucap Rei. Dan Rei diam beberapa saat, ia bersandar di dada Iseria. "Iseria.... cukup...." ucap Rei.
Dan Rei pun duduk kembali. "Iseria kamu curang....." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. Dan mereka pun juga melakukan hal yang sama kepada Rei. Dan Beberapa saat berlalu. "Aku mau ke kamar...." ucap Rei yang sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya. Setelah ia sampai di kamar nya, Rei langsung duduk di atas tempat tidur.
"Gawat...... aku tidak bisa tenang..... aku hanya bisa memikirkan kelembutan dan kenyamanan dada mereka......" ucap Rei. "Bukhh...." Rei pun berbaring di atas tempat tidur. "Ah.....!!! hilang lah......" ucap Rei. Dan di saat bersamaan, Rei merasakan kalau Yuna dan Nina akan segera bangun. Kerena hal itu Rei langsung berteleport ke kamar Yuna dan Nina.
Setelah Rei sampai di kamar Yuna dan Nina, ia melihat Yuna dan Nina masih tertidur. Tak lama Yuna dan Nina pun bangun. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang baru bangun tidur. "Ya.... ada apa....? aku ada di sini...." ucap Rei. "Eh.... papa....." ucap Yuna. "Ya.... kalian bangunlah, sudah hampir waktunya makan siang" ucap Rei.
"Kalau begitu, Yuna dan Nina akan bangun....." ucap Yuna dan Nina yang duduk di atas tempat tidur. Setelah, Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari kamar Yuna dan Nina. Setelah keluar mereka menuju ke ruang makan. Di ruang makan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia sudah ada di sana.
Rei, Yuna dan Nina pun duduk di kursi untuk menunggu makanan siap. Tak lama mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang mereka berada di ruang tengah, mereka duduk bersantai kerena tidak ada hal yang mereka kerjakan. Yuna dan Nina duduk di pangkuan Rei.
"Hmm.... enaknya ngapain ya.......?" ucap rei. "Iya.... ya..... hampir seharian seperti ini....." ucap Cerise. Dan tak lama, ada seseorang yang mengetuk pintu Mansion. "Tok.... tok.... tok...." seseorang itu mengetuk masuk pintu Mansion. Dan para pelayan pun membukakan pintu dan bertanya kepada orang itu.
"Ada apa ya....." ucap Vivi. "A.... anu aku mau bertemu dengan Rei...." ucap Carl. Yang datang ke mansion itu adalah Carl. "Silahkan masuk...." ucap Vivi. Dan Vivi pun mengantarkan Carl ke ruang tengah, tempat Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia berada. "Tuan..... anda kedatangan tamu...." ucap Vivi.
"Eh..... kau cuci....?" ucap Rei. "Ya.... terima kasih banyak...." ucap Carl. "Padahal meski kau simpan juga tidak apa apa..... aku tidak keberatan....." ucap Rei. "Kalau seperti itu aku tidak enak....." ucap Carl. "Ya.... Kalau begitu aku ambil..... terima kasih telah mencuci nya....." ucap Rei yang mengambil jubah yang telah Carl cuci.
"Ya.... kalau begitu aku akan pulang...." ucap Carl. "Tunggu Carl..... bagaimana kalau duduk dan berbicara dulu....?" ucap Rei. "Eh.... baiklah kalau begitu...." ucap Carl. Dan Carl pun duduk, setelah ia duduk, Luna membawakan secangkir teh dan menaruh nya di depan Carl. "Silakan di minum...." ucap Luna yang kemudian pergi.
"Oh ya... Carl ada yang masih membuatku penasaran apa perbedaan sihir dari penyihir dan manusia lainnya....?" ucap Iseria. "Hmm.... Hanya sedikit sih....." ucap Carl. "Seperti apa....?" ucap Iseria. "Ya.....kalau penyihir lebih menguasai sihir elemen dari manusia yang menggunakan sihir...." ucap Carl
"Sihir elemen.....? kalau tidak salah seperti Asami yang menggunakan sihir angin...." ucap Iseria. "Asami.....?" ucap Carl. "Itu aku...." ucap Asami. "Eh.....? apakah kamu ras dragon.....? maaf kalau pertanyaan ku termasuk pribadi" ucap Carl. "Tidak apa apa..... ya.... aku ras dragon" ucap Asami. "Oh.... begitu kah....." ucap Carl.
"Jadi apakah tidak sama....?" ucap Iseria. "Ya.... hampir sama.... perbedaan hanya dalam menghubungkan mana, kalau penyihir, manusia dan beberapa ras lain menggunakan mana dari dalam tubuhnya, berbeda dengan ras dragon dan sebagainya yang menggunakan mana di udara, jadi mereka bebas menggunakan mana" ucap Carl.
"Tapi ada sebuah keliruan dalam penyampaian Carl....." ucap Rei. "Apa itu....?" ucap Carl. "Ya.... Yuna dan Nina bisa menggunakan mana di dalam tubuhnya ataupun di udara" ucap Rei. "Yuna dan Nina....? apakah benar....?" ucap Carl. "Ya.... Yuna dan Nina kuat dalam elemen air" ucap Yuna dan Nina. "Hmm.... aku Belum pernah mendengar seperti itu...." ucap Carl.
"Ya.... hanya ada beberapa ras yang bisa begitu, penyihir dan manusia juga termasuk" ucap Rei. "Tapi bagaimana....? aku tidak pernah tau ada yang bisa menggunakan mana dari tubuh dan udara" ucap Carl. "Hmm.... hanya ada sekitar Nol koma nol satu.....? tidak, atau lebih kecil....? aku tidak tau pastinya" ucap Rei.
"Tapi aku masih tidak percaya.... kalau manusia atau penyihir bisa mengunakan nya...." ucap Carl. "Ya.... kalau begitu lihatlah ini" ucap Rei yang kemudian mengambil buku nya dan membuka buku tersebut. Setelah membuka Rei menunjukkan isi buku tersebut. "Hmm.... apa ini....?" ucap Carl. "Sirkulasi mana kalau kau bisa memahami, kau bisa menggunakan dua macam sirkulasi sekaligus" ucap Rei.
"Tapi apakah Rei paham....?" ucap Carl. "Tanpa menggunakan buku ini, aku sudah bisa menggunakan mana dari tubuh dan udara sejak awal....." ucap Rei. "Eh.....? kalau begitu tunjukkan kepada ku....." ucap Carl. "Ya.... tapi sebentar lagi, aku mau minum teh ini...." ucap Rei. "Baiklah, setelah teh ini habis...." ucap Carl. Dan mereka pun minum teh.