
"Hanya saja ingin lebih lama...." ucap Charles. "Aku bilang tidak ya tidak...." ucap Rei. "Tapi guru....." ucap Charles. "Elathan bunuh Charles setelah aku, Yuna dan Nina pergi dari sini" batin Rei. Elathan menekuk tangannya kanannya ke perut, dan tangan kirinya di belakang tubuhnya. Dan Elathan menunduk.
"Baik tuan...." batin Elathan. kemudian, Rei, Yuna dan Nina pun langsung pergi ke Mansion. Dan di tempat itu hanya ada Elathan dan Charles. "Semoga mereka berdua bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik, aku hanya bisa membatu kalian sampai sini" batin Charles. "Charles....." ucap Elathan sambil menatap Charles.
"Ada apa....?" ucap Charles. "Kau akan mati......!" ucap Elathan dengan nada rendah dan juga matanya menatap tajam Charles. "Apakah anda bercanda....?" ucap Charles. "Tidak...." ucap Elathan. "Wush......Buakkk....." Elathan langsung melesatkan pukulan ke Charles ke atas dan Charles pun tak sempat menghindar dan ia terpental ke atas. "Sihir kegelapan: Destroying Darkness" Elathan menggunakan sihir ke Charles.
Charles yang berada di udara itu pun langsung hancur tak tersisa karena sihir yang di lancarkan Elathan. "Seorang yang mengkhianati tuan tidak akan ku biarkan dia hidup, dan juga kau terlalu lemah untuk melakukan penghianatan" ucap Elathan. Dan Elathan langsung menghilang dari tempat itu.
Rei yang berada di depan Mansion melihat seluruh area mansion tertutup oleh asap. "sihir angin: Wind breeze" Rei menggunakan sihir angin untuk menghilangkan asap di area mansion. Setelah asap menghilang, para pelayan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin terlihat. "Apakah kalian baik baik saja....?" ucap Rei.
"Ya.... kami baik baik saja" ucap Iseria. "Alencia kemana.....?" ucap Shiko. "Alencia....? dimana dia....? apa jangan jangan dia berhasil di culik.....?" ucap Iseria. Alencia langsung di culik orang orang itu saat menggunakan bom asap. "Iseria, bisa ceritakan seperti apa yang tadi terjadi" ucap Rei. "Ya....." ucap Iseria, dan Iseria pun menceritakan hal yang terjadi.
"Hmm.... jadi begitu, aku akan cari Alencia...." ucap Rei. "Kami juga ikut Rei....." ucap Iseria. "Tidak, kalian di sini saja" ucap Rei. "Tapi kami juga mau membantu" ucap Sasaki. "Terima kasih, tapi lebih baik kalian di sini, sebentar lagi malam, dan juga jaga Yuna dan Nina" ucap Rei. "Kalau begitu ya......" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin.
"Elathan, shadow demon kalian berdua jaga tempat ini" batin Rei. "Baik tuan...." ucap Elathan dan shadow demon. "Tap.... tap.... tap.... tap....." Rei langsung berlari mencari tempat yang luas. Dan Rei menemukan tempat yang kosong di luar kota. "Yosh.... sepertinya segini cukup" ucap Rei. Dan Rei mengaktifkan mata kanan nya.
Dan Rei melihat ke arah kota, mata kanan Rei bisa melihat seluruh celah ataupun ruang bawah tanah yang ada di kota. "Dimana mereka bersembunyi....." ucap Rei yang sambil mencari. Dan penglihatan Rei melihat sebuah tempat di bawah sebuah tower, terdapat ruang bawah tanah.
"Apa itu.....?" ucap Rei. Di penglihatan Rei terdapat lambang sihir dan di tengah tengah nya terdapat seorang perempuan yang di ikat di sebuah tiang. "Apakah itu Alencia....?" ucap Rei yang mempertajam penglihatan nya. Dan benar yang di ikat dengan tiang adalah Alencia. Dan Rei pun langsung bergegas ke arah sana.
Dan Rei yang sudah berada di depan tower itu pun bersembunyi, di depan tower di jaga sangat ketat oleh pasukan kerajaan. "Hmm.... lumayan ketat, pasti ada sesuatu...." ucap Rei, dan Rei pun keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah tower. "Berhenti.....!!!" ucap salah satu dari dua pasukan yang menjaga pintu masuk.
"Sayang sekali, kalau aku sangat serius tidak akan ada yang selamat dari pandangan ku....." ucap Rei yang sudah berada di tengah dua pasukan itu dan kedua tangan Rei berada tepat di depan muka dua pasukan itu. "Sihir penghancur: Decay" Rei menggunakan Sihir dan menyentuhkan telapak tangan nya ke muka dua prajurit tersebut.
Seketika dua prajurit itu langsung menjadi debu. "Huh....." Rei menghembuskan nafas dan Rei melanjutkan perjalanan untuk ke bawah tanah. Dan di setiap sepuluh anak tangga terdapat orang yang menjaga. Dan Rei dengan mudah membunuh mereka dan Rei sampai di bawah tanah. "Alencia......" ucap Rei. "Dar.... Ling....." ucap Alencia.
"Siapa dia.....? kalian berdua jangan biarkan dia menganggu ritualnya....." ucap orang yang membuat ritual penyembahan dewa iblis. Dan dua orang yang tadi menculik Alencia itu pun berhadapan dengan Rei. "Kalau bisa sampai sini, berarti kau lumayan tangguh" ucap salah satu dari mereka. "Tidak terlalu....." ucap Rei yang sudah berada di samping orang yang berbicara itu.
"Chaauught......" tiba tiba saja orang itu muntah darah. "Akh.... apa yang telah terjadi....?" ucap orang itu. Secara seketika Rei menggunakan sihir logam untuk menciptakan tongkat besi tajam dan menusuk orang itu dengan beberapa tusukan sekaligus. "Bruuak....." orang itu pun langsung ambruk dan mati karena kehilangan banyak darah.
"Yosh.... tinggal kau sendiri...." ucap Rei. "Maju sini..... aku akan memotong mu" ucap orang itu. "Hooo.... aku jadi semakin penasaran apakah kau bisa mengalahkan ku...." ucap Rei. "Sihir suci: Divine sword" orang itu menggunakan sihir cahaya dan mencipta sebuah pedang dari sihir cahaya.
"Wow Pedang yang sangat mengagumkan...." ucap Rei. "Ya..... dan kau akan mati dengan pedang ini....." ucap orang itu. "Sriiingg....." orang itu langsung menebaskan pedangnya ke arah Rei. "Tap....." akan tetapi Rei menangkis serangan itu dengan tangan kosong. "Apa....?!" ucap orang itu yang kaget melihat Rei menangkis serangan nya menggunakan tangan kosong.
"Yosh.... kau sudah berakhir...." ucap Rei. "Siapa yang bilang....." ucap orang itu yang melepaskan pedangnya dan melompat ke belakang. "Eh.... jangan tinggalkan pedangmu, nanti jadi sampah" ucap Rei. "Klantang......." Rei menjatuhkan pedang itu ke atas lantai. Dan pedang itu pun mulai menghitam dan hancur lebur.
"Apa......!!!? apa apaan ini.....? di tidak bisa di kalahkan......" ucap orang itu yang langsung panik. "Hey jangan panik seperti itu....." ucap Rei dari belakang temannya. "Aaahhhhh....." orang itu melompat ke belakang. "Awas..... kakimu" ucap Rei. "Tap.... Bruaakk....." setelah melompat ke belakang dan kaki nya menginjak tanah, dan salah satu kakinya itu lepas dari badannya. "Arrrggg......" ucap orang itu yang berinti kesakitan karena kakinya hilang atau.