
"Apa.....? ada apa......?" ucap Rei yang secara refleks. "Ada apa Rei....?" ucap Iseria. "Tidak.... bukankah kalian memanggil namaku.....?" ucap Rei. "Tidak, tidak ada yang memanggil Rei kan.....?" ucap Iseria. "Ya... benar sekali, tidak ada yang memanggil Rei" ucap Sasaki. "Ya.... benar sekali Danna" ucap Shiko.
"Oh.... begitukah, sepertinya aku hanya salah dengar....." ucap Rei. "Begitukah, bagaimana kalau darling istirahat agar lebih baikan....?" ucap Alencia. "Terima kasih sarannya, tapi sepertinya tidak" ucap Rei. "Istirahat yang cukup itu sangat penting" ucap Asami. "Ya.... aku akan istirahat nanti" ucap Rei.
"Jangan terlalu memaksakan diri kalau Rei kurang baikan" ucap Cisa. "Ya.... tenang saja, kalian tidak perlu terlalu khawatir" ucap Rei. "Bagaimana kita tidak khawatir kalau Rei kenapa napa bagaimana....?" ucap Iseria. "Tidak akan terjadi, tenang saja kalau kalian terus merasa seperti itu, sama saja seperti mendoakan diriku dengan hal buruk yang kalian pikirkan" ucap Rei.
"Ya.... kami akan percaya kepada Rei, akan tetapi itu tidak merubah kalau kami masih mengkhawatirkan Rei" ucap Iseria. "Ya.... dan seperti sekarang sudah waktunya makan siang" ucap Rei. Dan Vivi pun sampai di ruangan tersebut. "Vivi.... ada apa....?" ucap Rei yang melihat Vivi. "Tuan dan Nona, sekarang sudah waktunya makan siang" ucap Vivi.
"Ya.... baiklah kami akan segera ke sana, segara" ucap Rei. "Baik tuan, kalau begitu saya akan kembali" ucap Vivi yang kemudian keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke tempat Luna dan yang lainnya. "Yosh.... baiklah kita pergi ke ruang makan" ucap Rei. "Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina yang langsung berdiri.
"Ayo.... papa.... kita pergi ke ruang makan" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... kalian juga ayo.... apakah kalian tidak ikut makan siang.....?" ucap Rei. "Tentu saja ikut...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Lena yang secara bersamaan. Dan mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke ruang makan secara bersama.
Tak lama mereka pun sampai di ruang makan, mereka pun duduk di tempat. Kerena makanan sudah di siapkan di atas meja, mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang, Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Rin, Alencia, Carl dan Lena keluar dari mansion. Iseria yang berada di luar mansion menggunakan sihir pemanggilan dan merawat hewan yang ia panggil tersebut.
Sedangkan Sasaki, Asami, Rin dan Alencia sedang latihan bertarung satu sama lain. Dan untuk carl ia sedang mencoba untuk membuat sihirnya sendiri. Lena hanya duduk di samping Carl dan sambil melihat mereka. Shiko dan yang lainnya berada di ruang tengah dan minum teh. Rei, Yuna dan Nina juga berada di ruang tengah.
"Hmm.... garam seperti punya di dapur dan sepertinya cukup, kalau untuk mentega kalau tidak salah ada di dapur dan hampir tidak terpakai" ucap Rei yang mengingat ingat bahan yang akan ia gunakan. "Papa.... papa.... apakah mentega itu enak....?" ucap Yuna dan Nina. "Hmm.... kalau di makanan dengan roti atau kentang rebus enak" ucap Rei.
"Yuna dan Nina ingin coba papa....." ucap Yuna dan Nina. "Nanti saja, kita kehabisan kentang, dan di sini hanya ada ubi jalar dan ubi ubinan" ucap Rei. "Begitukah..... baiklah, nanti kalau sudah punya apa itu....?" ucap Yuna. "Kentang....?" ucap Rei. "Ya.... itu, kentang kalau sudah punya papa buatkan ya...." ucap Yuna. "Ya.... buatnya juga tidak sulit, bahkan sangat mudah" ucap Rei.
Dan Rei pun berdiri dan menuju ke dapur. Saat di dapur, Rei bertemu dengan para pelayan yang berada di sana. "Yosh.... aku akan menunjukkan, dan kalian bisa lihat saja" ucap Rei. "Baik tuan...." ucap para pelayan. "Yosh.... mari kita mulai" ucap Rei yang mengambil beberapa daging untuk makan malam. "Hmm.... sepertinya ini daging yang berlemak jadi tidak perlu menggunakan apa apa kecuali margarin dan daun ini" ucap rei.
"Baik tuan...." ucap para pelayan. "Dengan bumbu yang sedikit bahkan lebih sedikit dari biasanya saat memasak" batin Vivi. Dan mereka melihat rei memasak secara seksama. Tak lama Rei pun selesai membuat satu dan ia membuat cukup banyak untuk semua orang yang ada di sana. "Yosh.... kalian coba ini" ucap Rei yang menaruh satu steak yang ada di piring di depan para pelayan.
"Tapi.... apakah boleh....?" ucap Luna. "Tenang saja, cobalah bagaimana rasanya" ucap Rei. "Hmm.... nyam....." para pelayan memakan masing masing satu suapan. "Hmm.... apa ini rasanya lembut dan langsung pecah saat masuk mulut" ucap mika. "Ya.... rasa dagingnya begitu enak" ucap Luna. "Tuan.... apakah saya boleh bertanya....?" ucap Vivi. "Boleh saja, aku mau bertanya apa....?" ucap Rei.
"Ini terbuat dari daging apa....?" ucap Vivi. "Hmm.... daging sapi yang sudah ku marinasi beberapa bulan lalu" ucap Rei. "Daging sapi....?!" ucap para pelayan yang terkejut. "Ya... ada apa memangnya....?" ucap Rei. "Bukankah daging sapi itu keras dan tidak enak....?" ucap Luna. "Siapa bilang.....? lah yang kau makan itu daging sapi" ucap Rei. "Tapi ini sangat berbeda dengan yang aku makan dulu" ucap Luna.
"Ya.... sangat berbeda sekali dengan yang aku tau" ucap Vivi. "Hmm... pasti yang memasak kurang pengalaman, kalau daging sapi yang keras bisa di rendam dalam parutan nanas agar lebih empuk dagingnya" ucap Rei. "Apakah itu benar....? tuan...." ucap Luna. "Ya.... kapan kapan coba saja" ucap Rei. "Baik, terima kasih atas pengetahuannya tuan...." ucap Vivi.
"Tidak apa apa, dengan itu kalian bisa tau cara mengelola daging yang keras dan juga masih banyak cara yang bisa di gunakan bukan hanya satu saja" ucap Rei. "Baik tuan..." ucap para pelayan. "Yosh.... sekarang kalian bantu aku menaruh ini di meja makan" ucap Rei. "Baik tuan...." ucap para pelayan. Kemudian Rei dan para pelayan pun menyiapkan makan di meja makan.
Tak lama setelah mereka selesai menyiapkan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Lena pun datang ke ruang makan. "Kalian coba steak ini...." ucap Rei. "Eh.... ini daging ini sama seperti di tempat itu" ucap Iseria. "Ada apa....? apakah ada yang salah....?" ucap Rei. "Rei... apakah ini daging sapi yang di masak....?" ucap Sasaki.