Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.246 Mengantuk



"Rei..... jangan menganggap diriku ini tua, meski begini aku masih berumur sekitar dua puluhan tahun" ucap Valentine. "Ya.... kau mati di umur segitu tapi kau hidup sebagai Undead dan menjadi Ghost berapa tahun.....?" ucap Rei.


"Hmm.... satu.... dua ratus atau lebih dari itu" ucap Valentine. "Sudah lebih dari beberapa dekade, itu bisa di hitung menjadi umurmu" ucap Rei. "Tidak, saat kau menjadi Undead atau menjadi Ghost itu tidak akan di hitung" ucap Valentine. "Kenapa bisa begitu.....? selama kau hidup itu harus di hitung" ucap Rei. "Ya berarti benar apa kataku, Undead dan ghost itu tidak hidup dan itu tidak bisa di masukkan pada umur" ucap Valentine.


"Ugh.... masuk akal juga, tapi aku akan tetapi mengakui umur selama dia masih berada di dunia" ucap Rei. "Keras kepala juga kamu, tapi terserah saja" ucap Valentine. Dan mereka pun berbincang bincang dari lama hingga menjelang pagi. "Hmm..... sudah hampir pagi kah" ucap Rei. "Apa....?! sudah hampir pagi.....? aku rasa tadi berbincang bincang cukup singkat" ucap Valentine.


"Ya..... begitulah yang terjadi, terkadang waktu bisa sangat lambat dan juga bisa menjadi lebih cepat" ucap Rei. "Ya.... kau ada benarnya, hidup ratusan tahun itu terasa sangat lama tapi juga terasa sangat cepat" ucap Valentine. Dan para pelayan pun kembali bekerja, sementara itu Valentine pergi entah kemana.


"Selamat pagi tuan....." ucap Vivi dan yang lainnya yang melihat Rei duduk di ruang makan. "Ya....kalian lanjutkan bekerja, aku akan ke kamarku" ucap Rei. "Ya.... kami akan bekerja seperti biasa tuan...." ucap Vivi. Dan Rei pun berjalan keluar dari ruang makan dan menuju ke kamarnya. Rei di kamarnya berganti pakaian yang tadinya ia menggunakan jas untuk ke pesta kemarin, dan ia berganti dengan pakaian yang biasanya.


Setelah berganti pakaian Rei pergi untuk mencuci muka dan kembali pergi ke ruang makan. Rei ke ruang makan sambil membawa secangkir air putih. Kemudian ia duduk di kursi yang berada di ruang makan, ia minum air sambil sedikit berpikir. "Hmm..... apakah akan terjadi hal yang sangat buruk di dark elf.....? kalau aku tidak bergerak cepat bisa saja terjadi hal yang akan membahayakan seluruh dunia" batin Rei.


"Permisi tuan, apakah saya boleh bertanya.....?" ucap Luna yang berada di dekat Rei. "Ya.... tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan.....?" ucap Rei. "Mansion ini terbang dan akan menuju ke mana kalau boleh tau....." ucap Luna. "Oh.... kita akan pergi ke dark elf, dan aku memiliki beberapa urusan di sana, memangnya ada apa.....?" ucap Rei. "Tidak ada apa apa, hanya ingin tau saja, tuan...." ucap Luna. "Ya..... baiklah" ucap Rei.


Luna pun kembali bekerja dengan yang lainnya, tak lama Yuna dan Nina pun datang ke ruang makan. "Selamat pagi Yuna Nina....." ucap Rei yang menyambut mereka berdua. "Ya.... selamat pagi papa, apakah papa tidak mengantuk.....?" ucap Yuna dan Nina. "Tidak sama sekali, aku sudah terbiasa dengan hal seperti itu" ucap Rei. "Begitukah, berarti Yuna dan Nina harus bisa terbiasa kan.....?" ucap Yuna dan Nina yang sambil duduk di kursi.


"Tidak bisa, kalian harus tidur tepat waktu agar pertumbuhan kalian tidak terganggu" ucap Rei. "Apakah papa tidak ingin pergi.....?" ucap Yuna dan Nina. "Bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin Yuna dan Nina tidur larut malam" ucap Rei. "Bagitukah papa, kalau begitu Yuna dan Nina tidak akan tidur larut malam dan akan mendengarkan kata papa" ucap Yuna dan Nina.


Dan para pelayan pun menyiapkan makanan di atas meja. Tak lama Iseria dan yang lainnya pun datang ke ruang makan. "Whooam..... selamat pagi Rei....." ucap Iseria sambil menguap. "Uh.... kalian terlihat kurang baik, seperti kalian butuh tidur, kantung mata kalian sangat terlihat" ucap Rei. "Ya..... sepertinya begitu, aku masih mengantuk" ucap Iseria.


"Ya..... Rei, rasanya sangat mengantuk dan badan rasanya lemas sekali" ucap Sasaki. Mereka pun kemudian duduk di kursi, dan mereka pun sarapan pagi bersama meski Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora makan dengan perlahan. Rei melihat mereka sedikit cemas, karena mereka bisa saja langsung tertidur pada saat makan.


Dan setelah makan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena, dan Viora meletakkan kepalanya di atas meja dan setengah tertidur. "Hey..... sebaiknya, kalian pergi ke kamar kalian dan tidur, dan juga perjalanan masih cukup jauh untuk sampai di dark elf land" ucap Rei. "Kira.... kira akan sampai kapan......?" ucap Lena. "Kurang lebih akan sampai nanti siang, jadi tidurlah selagi bisa" ucap Rei.


"Baiklah kalau begitu kami akan pergi ke kamar kami...." ucap Iseria. Kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora pun berdiri dan berjalan ke arah kamar mereka. "Uh..... mereka berjalan seperti zombie" ucap Rei yang melihat Iseria dan yang lainnya berjalan kembali ke arah kamar mereka. "Papa.... zombie itu apa.....?" ucap Yuna. "Ya.... apa papa.....? Yuna dan Nina belum pernah dengar" ucap Yuna dan Nina.


"Hmm.... zombie itu adalah makhluk yang berwujud hampir seperti manusia akan tetapi kulit mereka pucat dan ada juga yang berwarna hijau" ucap Rei. "Apakah berbahaya.....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... kalau di tempatku zombie itu adalah monster yang akan menangkap manusia dan kemudian memakan otak manusia yang mereka tangkap" ucap Rei.


"Seram sekali..... apakah zombie juga ada di sini papa.....?" ucap Yuna dan Nina. "Entahlah, aku juga belum pernah lihat ada di sini" ucap Rei. "Hmm.... seperti ada tapi sedikit berbeda dan penamaan nya juga berbeda" ucap Valentine yang tiba tiba ikut pembicara dengan melayang di atas mereka. "apakah kak Valentine pernah melihatnya......?" ucap Yuna.


"Ya..... kalau di sini sering di sebut Undead, dan karena Undead ada banyak macam jadi sulit untuk membedakan namanya, ada yang hanya tulang dan ada yang sama seperti yang di katakan Rei" ucap Valentine. "Oh.... jerangkong itu yang kau maksud dan bisa berevolusi menjadi Litch seperti dirimu dulu.....?" ucap Rei. "Apa maksud papa.....?" ucap Yuna dan Nina.