
"Feather of Pain.....?! areanya sangat luas dan juga cukup sulit untuk menghindarinya" ucap Rei. "Bukan cukup sulit, akan tetapi tidak mungkin" ucap dewa naga. "Hah.....?! yang benar saja, cuma bulu berjatuhan saja" ucap Rei.
"Kesombonganmu itu yang akan menjatuhkan dirimu, sebaiknya kau harus hilangkan sifat sombong mu itu, Rei...." ucap dewa naga. "Baik, terima kasih atas sarannya" ucap Rei. Dan tanpa di ketahui Rei, ada sebuah bulu yang jatuh dan mengenai pundak Rei. Setelah menyentuh pundak Rei, bulu itu langsung menghilang.
"Kuaghh....... Arrrrggggg........ A.... apa apaan itu......? kenapa aku tiba tiba merasakan rasa sakit yang sangat sakit.......?!" ucap Rei. "Ya.... itu adalah jurus dari senjata dewa milikku, setiap kau mengenai bulu itu, kau akan merasakan rasa sakit yang bahkan sangat sakit" ucap dewa naga. "Jadi begitukah, kalau begitu akan aku kalahkan dirimu dulu sebelum bulu bulu ini mengenai diriku" ucap Rei.
"Zing....." Rei langsung berteleport dan berada di belakang dewa naga "Burn....." di kepalan tangan kanan Rei mengeluarkan api putih dan ia siap memukul dewa naga dari belakang. "Sia Sia saja usahamu Rei....." ucap dewa naga yang terlihat santai. Dan sebuah bulu pun menyentuh punggung Rei.
"Kuuugghhh......" Rei menahan rasa sakit yang dia terima itu. "Buuuuaaakkk......" Rei memukul dewa naga dari belakang tepat di di punggung dengan keras. "Ugh..... cukup pantang menyerah kau Rei atau kau itu sangat keras kepala.....? bukankah kau sudah menerima rasa sakit, kenapa tidak berhenti saja dan kau bisa tinggal di dunia dewa" ucap dewa naga.
"Tidak, aku tidak akan menyia nyiakan kehidupan kedua hanya untuk menjadi dewa yang hanya duduk dan mengamati" ucap Rei. "Kuahahahaha....... kau memang menarik Rei, dan juga kau seharusnya yang menjadi raja dewa karena kau sangat menarik, tapi sepertinya aku harus membunuhmu di sini hingga kau tak tersisa" ucap dewa naga.
"Bagitukah, kalau begitu ayo lakukanlah" ucap Rei. "Baiklah, sesuai permintaan mu, Rei...." ucap dewa naga. "Zing....." Rei langsung berada di depan dewa naga. Rei pun dengan cepat membuat sebuah portal yang terhubung dengan portal lain yang berada di atas laut. "Buuak....." Rei memukul dewa naga hingga ia masuk ke dalam portal.
Setelah berpindah dengan portal, dewa naga yang tadinya akan jatuh akan tetapi tidak jadi karena ia bisa terbang dan mengambang di udara. "Dewa naga memang cukup hebat, dalam hal terbang juga sangat mengesankan" ucap Rei yang keluar dari portal. Setelah Rei keluar dari portal, portal itu pun langsung menghilang.
"Yo.... Rei kenapa kau membawaku ke laut.....? apakah kau ingin menikmati hari terakhir mu di laut.....?" ucap dewa naga. "Tidak, aku membuat jarak yang cukup jauh, kau dengan bulu bulu itu tadi" ucap Rei. "Hahahaha..... hal semacam itu tidak berguna Rei kalau kau tau" ucap dewa naga. "Wush....." bulu bulu itu pun mengumpul dan melesat ke arah Rei dari belakang.
"Cruuaat....." bulu bulu itu membentuk sudut runcing dan menusuk Rei dari belakang. "Kugh.... ternyata bisa begini......" ucap Rei yang kemudian mengeluarkan darah dari mulutnya. "Hahahaha..... cukup menyenangkan Rei, tapi memang akulah yang harus menang" ucap dewa naga. "Itu masih belum tau, dewa naga......" ucap Rei yang mengambang di samping kumpulan bulu bulu yang membentuk sudut runcing.
"So..... menurutmu begitu.....? akan tetapi kau salah perhitungan" ucap dewa naga. Sisa abu dari bulu bulu yang terbakar itu kemudian berubah menjadi bulu kembali dan membentuk sudut runcing dan akan menusuk Rei dari belakang. "Burn.....!!" Rei pun membakar kembali bulu bulu itu. "Kenapa.....? kenapa bisa kembali.....? bukankah aku sudah menjadikannya menjadi abu.....?!" ucap Rei.
"Apakah menurutmu itu cukup.....? akan tetapi tidak, senjata dewa adalah senjata yang tidak mudah kehilangan durabilitasnya" ucap dewa naga. Bulu bulu putih itu pun kemudian terbang dan mengumpul menjadi satu membetuk bola dan di dalamnya terdapat Rei. "Caugh......" Rei memuntahkan darah saat berada di dalam bola padat dengan bulu bulu itu.
"Sial..... bisa bisanya aku berada di dalam bola bulu bulu ini.....?! semakin lama akan semakin berbahaya jika terus berada di sini....." ucap Rei yang berada di dalam bola padat dengan bulu bulu. "Burn......" seketika Bola bulu itu langsung terbakar dari dalam dan menjadi abu. "Hmm..... bagaimana perasaan mu di dalam sana......? apakah sangat menyenangkan.....?" ucap dewa naga.
"Sangat buruk, aku bahkan tidak akan ke sana kembali" ucap Rei. "Begitukah..... itu membuatku merasakan rasa sakit rei...... sudah susah payah aku mengeluarkan jurus pungkasku, tapi kau malah tidak menyukainya" ucap dewa naga. "Ya..... aku sangat membencinya dan akan langsung ku akhiri" ucap Rei. "Booft......" Rei yang berbicara dengan dewa naga pun langsung menghilang.
"Burn......" Rei yang asli berada di belakang dewa naga dengan kedua tangannya di selimuti oleh api putih. "Sudah selesai dewa naga......!!" ucap Rei yang sambil melesatkan pukulan ke arah dewa naga. "So..... menurut begitu......? kalau menurutmu begitu kau sangat naif sekali, Rei......" ucap dewa naga. "Duuuakkk.......!! burn.......!!!" pukulan Rei di tangkis menggunakan sayap oleh dewa naga dan api milik rei tetap berkobar, akan tetapi tidak membakar sayap dewa naga.
"Bagaimana.....? apakah sekarang kau mengerti kenapa......?" ucap dewa naga. Dewa naga pun kemudian membalikkan badannya dan melesatkan pukulan ke arah Rei. "Duuuakkk......!!" dewa naga memukul Rei, dan Rei secara refleks langsung menangkis pukulan dewa naga dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Wush....." meski Rei sudah menangkis, ia tetap terpental ke belakang. "Ouch..... pukulannya sangat berat dan menyakitkan kalau aku tak menangkis tadi" ucap Rei. "Tidak hanya berat dan sakit, tapi juga bisa langsung membuat dada mu bolong seketika, Rei....." ucap dewa naga. "Puft..... bercanda mu sangat tidak lucu dewa naga. " ucap Rei.
"Yah..... menurutku juga begitu, membuat lubang di dada memang tidak lucu sama sekali" ucap Dewa naga. "Wush....!!!" dalam seketika, mereka berdua langsung melesat dengan sangat cepat ke arah satu sama lain. " "Wush....." saat jarak mereka cukup dekat satu sama lain, mereka berdua bersiap untuk melesatkan satu pukulan.
Mereka berdua akan melesatkan pukulan terakhir mereka dengan menggunakan seluruh mana mereka. Pukulan terakhir itu akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang dan yang memang akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.