Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
Eps.193 Permintaan



Setelah Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia duduk di ruang tengah, Luna membawakan mereka secangkir teh dan menaruh teh tersebut di depan mereka. "Terima kasih...." ucap Rei. "Terima kasih kembali" ucap Luna dan ia kembali ke dapur.


Sedang Carl yang sampai di kastil, ia langsung menuju ke kamarnya. "Aaahhhhh..... sangat keren......!!!" ucap Carl yang kemudian melompat ke tempat tidur. "Sangat keren.... keren sekali..... aku bisa mimisan.....!!!" ucap Carl yang memeluk guling nya dan sambil berguling ke kanan dan kiri.


"A..... apa aku sebaiknya mengungkapkan perasaan ini besok......? tapi aku tidak berani...." ucap Carl. Dan Carl yang tadinya berbaring kini duduk. "Ya..... aku sudah memutuskan aku akan mengungkapkan nya, besok pasti....!!" ucap Carl. Dan di tempat Rei, Mereka duduk sambil minum teh, mereka menunggu waktu makan siang tiba.


Tak lama waktu makan siang pun tiba, para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan siang. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun pergi ke ruang makan. Dan mereka pun duduk di kursi ruang makan. Tak lama menunggu, makanan pun siap, dan mereka makan siang bersama sama.


Setelah makan siang mereka kembali ke ruang tengah. Dan saat mereka di ruang tengah terdengar seseorang yang sedang mengetuk pintu. "Tok.... tok.... tok......" Seseorang itu mengetuk pintu mansion. Dan Vivi pun menuju ke pintu masuk Mansion dan membuka nya. Dan terlihat Lucrut yang berada di depan pintu itu.


"Apakah ada keperluan.....?" ucap Vivi. "A.... aku mau menemui Rei....." ucap Lucrut. Dan karena Rei penasaran ia pun menuju ke mansion. "Yo.... Lucrut ada apa.....?" ucap Rei. "Ah..... Rei...." ucap Lucrut. "Apakah anda mengenalnya, tuan.....?" ucap Vivi. "Ya.... biarkan dia masuk, mari masuk Lucrut kita berbicara sambil duduk" ucap Rei.


Dan mereka pun duduk di ruang tamu. Luna Membawakan teh untuk mereka berdua, dan menaruh teh tersebut di depan mereka. "Katakan ada apa Lucrut.....?" ucap Rei. "Yah..... sebenarnya aku kurang enak meminta bantuan mu...." ucap Lucrut. "Silahkan katakan saja akan aku bantu...." ucap Rei.


"Jadi begini Rei..... aku kan menjual pedang dan tongkat sihir....." ucap Lucrut. "Ya.... terus ada apa....?" ucap Rei. "Ya.... Sekarang bahan yang di gunakan tidak ada, dan aku maunya pergi untuk mencari bahan....." ucap Lucrut. "Apakah ada Kendala....?" ucap Rei. "Ya.... di hutan itu biasanya bisa menemukan monster yang sering aku gunakan untuk membuat senjata" ucap Lucrut.


"Tapi sekarang....." ucap Rei. "Sekarang sudah berubah area monster, Sekarang di pinggir tidak ada monster sama sekali, aku maunya masuk lebih dalam kehutan tapi aku tidak hebat dalam bertarung" ucap Lucrut. "Jadi kau mau meminta mantanku untuk mencari bahan untuk senjata.....?" ucap Rei. "Ya.... benar...." ucap Lucrut.


"Ya.... akan aku bantu...." ucap Rei. "Tapi ya kalau kau tidak mau ya tidak apa apa, eh....?! kau tadi bilang apa.....?" ucap Lucrut. "Aku akan membantu, tapi ada syaratnya....." ucap Rei. "Syarat.....? apa syaratnya.....?" ucap Lucrut. "Mudah apakah kau punya peta hutannya....? kita cari jalan untuk bisa masuk ke hutan lebih dalam" ucap Rei.


"Peta hutan.....? aku punya dan kebetulan aku membawa nya....." ucap Lucrut. "Ya.... kalau begitu tunjukkan kepada ku...." ucap Rei. kemudian Lucrut pun mengambil peta dari sakunya. Dan membuka peta itu di atas meja. "Yosh.... biasanya kau masuk hutan Lewat mana....?" ucap Rei. "Aku kalau masuk ke hutan hanya berjalan lurus dari gerbang kota...." ucap Lucrut.


"Bukan apa apa..... hanya saja Lucrut minta bantuan ku...." ucap Rei. "Bantuan....? seperti apa.....?" ucap Cerise. "Dia minta untuk di temani untuk mencari bahan untuk senjata yang ia jual...." ucap Rei. "Oh..... jadi Danna besok akan keluar....?" ucap Shiko. "Ya...." ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut....." ucap Yuna dan Nina.


Rei berniat untuk menolak perkataan Yuna dan Nina akan tetap ia tidak jadi kerena melihat wajah mereka berdua. "Ah.... ya... baiklah......" ucap Rei. "Yey....." ucap Yuna dan Nina yang senang. "Kalau begitu aku akan ikut....." ucap Sasaki. "Kau mau ikut juga....?" ucap Rei. "Ya... tentu saja.... sudah lama aku tidak mengasah ilmu berpedang ku....." ucap Sasaki.


"Kalau begitu aku juga ikut...." ucap Alencia. "Aku juga...." ucap mereka. "Eh.... pada akhirnya mereka semua ingin ikut, apakah tidak apa apa.....?" batin Rei. "Ya.... baiklah..." ucap Rei. "Yey.....!!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia yang senang.


"Oh ya.... kalau di pikir pikir, kenapa monster tingkat rendah tidak ada di pinggir hutan pasti ada sesuatu yang lebih kuat di dalam hutan, dan dia yang menjadi raja di hutan itu...." batin Rei. "Ada apa Rei....?" ucap Iseria. "Tidak ada apa apa, aku akan ke kamarku" ucap Rei yang berjalan menuju ke kamar nya.


Dan saat ia sampai di kamarnya, Rei duduk di atas tempat tidur. "Hmm.... kira kira monster apa yang sangat kuat itu.....?" batin Rei. Dan Rei mengambil buku nya dan membuka buku tersebut. "Hmm.... monster terendah itu spesies Slime dan kawan kawannya" ucap Rei yang membaca buku nya.


"Dan monster terkuat itu tipe monster tipe naga dan Undead tingkat tinggi, berarti bisa di simpulkan kalau yang muncul di dalam hutan itu Death Dragon....." ucap Rei. Kemudian Rei membalikkan lembaran buku mencari monster Death Dragon, dan Rei menemukan nya. "Mari kita lihat seperti apa death Dragon itu...." ucap Rei.


"Death Dragon adalah monster tipe naga, dia adalah naga tertua yang usianya tidak bisa di perkirakan, death Dragon minimal punya umur sekitar ribuan atau sampai ratusan ribu tahun dan dia juga punya kecerdasan yang sangat tinggi" ucap Rei yang membaca tentang death Dragon. "Hmm.... tipe Undead dan juga dragon pastinya sangat kuat, tapi tidak punya ketahanan terhadap sihir Holy, karena dia tipe Undead" ucap Rei.


"Ya.... kalau death Dragon pasti hanya kemungkinan terburuk, kalau kemungkinan normal pasti hanya Litch atau sebagainya" ucap Rei.


(Note: Litch adalah penyihir tengkorak yang kekuatannya minimal seperti penyihir tinggal menengah, dan ada yang juga kekuatan nya sama seperti penyihir suci)