
Rei, Yuna dan Nina pun sampai di mansion saat hari sudah sore dan akan memasuki waktu makan malam. Rei, Yuna dan Nina pun masuk ke dalam Mansion. "Selamat datang, tuan" ucap para pelayan. "Ya... apakah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa sudah datang......?" ucap Rei. "Maaf tuan, Nona Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa belum datang" ucap para pelayan.
"Kalau begitu pasti mereka akan pulang sedikit terlambat" ucap Rei. "Apakah anda ingin makan lebih dulu....?" ucap Vivi. "Tidak, kalau kalian bisa makan terlebih dahulu aku akan menunggu Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa" ucap Rei. "Baik, kami juga akan menunggu nona Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa" ucap Luna. "Yuna dan Nina bisa makan lebih dulu" ucap Rei.
"Tidak..... Yuna dan Nina akan makan bersama dengan papa" ucap Yuna. "Ya.... benar kata Yuna" ucap Nina. "Ya... kalau begitu kita akan tunggu sebentar " ucap Rei. Dan mereka pun menunggu sekitar lima menit dan pada akhirnya Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun belum datang. "Kemana mereka...?" ucap Rei.
"Kalau begini seperti nya ada yang salah" batin Rei. "Aku akan keluar dan mencari mereka, kalian tunggu di sini, ya...." ucap Rei. "Yuna dan Nina ikut papa....." ucap Yuna dan Nina. "Yuna dan Nina kan, anak baik jadi kalian tunggu di sini ya" ucap Rei. "Ya... papa" ucap Yuna dan Nina. Dan Rei pun bergegas keluar dari mansion. "Shadow Demon cari keberadaan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa" ucap Rei. "Baik, tuan...." ucap shadow demon.
Dan shadow demon menyebar ke semua bayangan di ibu kota tersebut. Dan shadow demon merasakan sebuah penghalang sihir yang melindungi sebuah bangunan yang terbengkalai. "Tuan... saya merasakan ada sebuah penghalang anti sihir di pinggiran kota" ucap shadow demon. "Apakah kau bisa menyelidiki apa yang ada di dalamnya....?" ucap Rei. "Maaf tuan, saya tidak bisa masuk karena penghalang sihir" ucap shadow demon. dan Rei pun langsung berlari ke arah bangunan terbengkalai itu.
Dan di tempat yang terbengkalai itu terdapat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa yang saling bersandar satu sama lain dan dengan tangan mereka terikat ke belakang. Dan di depan mereka ada Andre yang sedang duduk di sebuah kursi sambil melihat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. "Hahaha.... aku tidak sabar untuk merasakan tubuh mereka, akan aku tunggu sampai mereka bangun" ucap Andre.
Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa pun terbangun. "Wah.... kalian sudah bagun" ucap Andre. "Ini di mana....? dan kenapa tangan kami di ikat...? dan bukan kah kau itu seorang pangeran,....?, tapi kenapa kau melakukan hal ini....?" ucap Iseria. "Hah...? kalian bertanya kenapa aku melakukan ini...? Ya karena aku ingin balas dendam" ucap Andre.
Dan Asami ingin mencoba menggunakan sihir untuk melepaskan ikatan di tangannya, akan tetapi, Asami tidak bisa menggunakan Sihir. "Kalian tidak akan bisa menggunakan sihir di area anti sihir milikku" ucap Andre. Dan Rei yang sedang berlari itu di hentikan oleh dua orang yang merupakan pembunuh bayaran.
"Pruuaachhh........" seketika tubuh dua krang itu pun langsung menghilang dan membuat area sekitar terciprat oleh tubuh mereka yang hancur lebur. "Akh.... apa apa itu....? dan ini Adalah akhir ku....?" batin seseorang pembunuh bayaran yang hanya tersisa kepala nya. Dan Rei pun langsung pergi meninggalkan dua kepala pembunuh bayaran itu yang perlahan mulai tak sadarkan diri dan akhirnya mati.
"Siapapun yang menghalangi ku akan aku bunuh tidak peduli siapa itu" ucap Rei yang sambil berlari ke arah Bangunan terbengkalai yang di lindungi oleh area anti sihir. "Tap....." Rei yang berlari itu pun akhirnya sampai di depan bangunan terbengkalai itu. "Hmm... inikah yang di maksud" ucap Rei. "Wush....." Rei mengibaskan tangannya kanannya ke arah samping.
Setelah mengibaskan tangannya area sihir itu pun langsung menghilang. "Tidak mungkin bagaimana bisa ada orang yang bisa menghilangkan area anti Sihir milikku" ucap Andre. "Duuaarrrr......" Rei menendang bagian depan bangunan terbengkalai itu dan membuat bangunan itu hilang setengah dari bangunan itu.
Bangunan itu temboknya hanya tersisa di bagian samping dan belakang Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa, dan atap bangunan itu hilang sepenuhnya. Dan di saat itu Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan ikatan di tangan mereka. Dan setelah itu mereka pun menyerang Andre secara bersamaan.
Andre yang di hajar oleh Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa itu pun membuat Andre tidak sadarkan diri. Dari kepulan debu karena hancurnya setengah dari tempat itu pun terlihat Rei yang sedang berdiri. "Rei....." ucap Iseria, Cerise, Sasaki dan Cisa. "Danna...." ucap Shiko. "Sayang...." ucap Asami. "Tap.... tap.... tap...." Rei yang tadinya berdiri dan ia pun mulai berjalan ke arah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa.
"Huph....." Rei pun langsung memeluk Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa secara bersamaan. "Syukur lah kalian baik baik saja'' ucap Rei yang sambil memeluk mereka. "Tidak, ini berkat sayang yang menghancurkan area anti sihirnya" ucap Asami. "Re.... Rei terima kasih telah datang untuk menyelamatkan kami" ucap Cisa. "Tidak perlu berkata seperti itu" ucap Rei.
"Danna Sekarang sudah malam, bagaimana dengan makanan malamnya....?" ucap Shiko. "Ya... kalau begitu kita akan ke mansion" ucap Rei. "Ke mansion....? tapi bagaimana mana caranya...?" ucap Cisa. "Zink......" Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun dengan seketika langsung berteleport ke dalam mansion. "Eh....? kita sudah sampai di dalam mansion" ucap Cisa.
Dan Rei pun melepaskan pelukannya. "Papa...." ucap Yuna dan Nina yang langsung memeluk tangan Rei dari belakang. "Ya... Yuna, Nina Sekarang kita akan makan malam" ucap Rei. Dan mereka pun Makan malam bersama, setelah makan malam Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun pergi ke pemandian air panas untuk membersihkan diri. sedangkan Rei, Yuna dan Nina pergi ke pemandian air panas yang satu lagi, mereka membersihkan diri, setelah itu mereka pun pergi ke kamar mereka masing masing.