Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.237 Pulang ke Mansion



Tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di mansion. Mereka pun masuk ke dalam mansion. "Selamat datang, tuan dan nona" ucap para pelayan yang menyambut mereka. "Ya.... kalian bisa kembali" ucap Rei. Dan para pelayan pun pergi kembali untuk bekerja.


Rei dan yang lainnya pun menuju ke ruang tengah. Mereka duduk di kursi, Yuna dan Nina duduk di samping Rei. "Yuna Nina kalian tidak ke kamar kalian untuk istirahat.....?" ucap Rei. "Tidak papa, Yuna dan Nina baik baik saja" ucap Yuna dan Nina. "Begitukah, baiklah aku percaya kalau kalian baik baik saja" ucap Rei yang sambil mengelus kepala Yuna dan Nina.


Tak lama mika datang dengan membawakan beberapa cangkir teh. Mika menaruh cangkir itu di meja depan mereka. "Terima kasih mika" ucap Rei. "Tidak apa apa tuan, ini sudah kewajiban saya...." ucap mika. Dan kemudian Mika pergi kembali ke belakang. "Hmm.... apakah makan yang aku berikan pada Kuro sudah di makan....?" ucap Rei.


"Makanan....? bukankah yang di makan bersama tadi....?" ucap Iseria. "Bukan, aku menyiapkan satu porsi makanan untuk Kuro" ucap Rei. "Makanan seperti apa....?" ucap Iseria. "Steak dari daging sapi, semoga saja dia suka" ucap Rei. "Ya, tapi makanan yang pernah Rei buat dari daging sapi itu sangat enak" ucap Asami.


"Yah.... meski begitu masih banyak kurang saat memasak waktu itu, tapi tadi bahan bahannya sudah lebih dari cukup" ucap Rei. "Rei.... kenapa kamu bisa tau banyak tentang makanan, dan juga hampir semua makanan belum pernah di lihat" ucap Cisa. "Ya.... kami juga hampir tidak pernah lihat makanan yang pernah di masak Rei" ucap Cerise.


"Hmm.... bagaimana mengatakannya..... bisa di bilang aku dulu tinggal di tempat yang berbeda dari tempat ini" ucap Rei. "Bukankah lebih baik tinggal di kampung halamanmu....? mengapa kau jauh jauh ke sini....?" ucap Sasaki. "Aku tidak bisa kembali ke sana, dan setelah sampai di sini aku bertemu dengan kalian" ucap Rei.


"Apakah Rei akan tinggal di sini....?" ucap Iseria. "Ya.... karena di sini banyak orang orang yang ku sayangi" ucap Rei. "Papa.... apakah Yuna dan Nina juga termasuk.....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... Yuna dan Nina juga, aku menyayangi kalian berdua" ucap Rei. Dan mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore hari.


Saat sore mereka pun pergi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri mereka menuju ke ruang makan. Di ruang makan para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan malam. Mereka pun duduk sambil makanan selesai disiapkan. Setelah makan siap, mereka pun makan malam bersama sama.


Setelah makan malam, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora berniat untuk pergi ke kamar mereka. "Rei.... apakah kamu tidak tidur....?" ucap Iseria. "Aku akan ke kamarku nanti setelah beberapa hal selesai" ucap Rei. "Baiklah, selamat malam Rei...." ucap Iseria. "Ya.... selamat malam, dan semoga mimpi indah" ucap Rei.


"Selamat malam papa....." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... selama malam Yuna, Nina dan kalian" ucap Rei. "Selamat malam...." ucap mereka yang kemudian pergi menuju ke kamar mereka. "Mereka sudah kembali kah, baiklah apakah kau bisa bicara Luna dan Vivi....?" ucap Rei. "Baik, ada apa tuan....?" ucap Luna dan Vivi.


"Jadi teman anda akan menikah, kemudian anda di minta untuk membuat makanan, kami dengan senang hati akan membantu tuan" ucap Vivi. "Ya.... tuan, anda bisa mengandalkan kami, kami akan berusaha sebaik mungkin" ucap Luna. "Ya.... kalau begitu sudah di pastikan, kalau begitu aku akan pergi ke kamarku, kalian juga istirahat yang cukup" ucap Rei.


"Baik tuan, selamat malam...." ucap para pelayan. "Ya.... selamat malam juga" ucap Rei yang kemudian pergi menuju ke kamarnya. Beberapa Saat kemudian ia sampai di depan kamarnya. Ia pun masuk ke dalam kamarnya, di dalam kamarnya Valentine sedang melayang layang di dalam kamar Rei. "Uh.... sedang apa kau....?'' ucap rei.


"Sedang tidak ada yang harus dilakukan dan seperti mentahbiskan waktu" ucap Valentine. "Oh.... begitu, kalau begitu lanjutkan saja" ucap Rei yang kemudian duduk di tempat tidur nya. "Kamu tidak langsung tidur....?" ucap Valentine. "Tidak atau tidak itu tidak berpengaruh padaku, meski aku tidak tidur aku juga tidak apa apa" ucap Rei.


"Bagitukah, kalau begitu bagaimana kalau kita bercerita satu sama lain.....?" ucap Valentine. "Bercerita....? tentang apa.....? dan apa yang bisa di ceritakan.....?" ucap Rei. "Hmm.... mau bercerita tentang apa.....?" ucap Valentine yang sambil berpikir. "Ah.... bagaimana kalau aku menceritakan tentang dunia ini yang masih berperang dengan ras iblis....?" ucap Valentine.


"Hmm.... sepertinya menarik, aku sedikit tertarik, ceritakan lah" ucap Rei. "Ya.... dulu dunia ini tidak seperti sekarang, dulu kata damai hanya sebuah mimpi yang mustahil untuk terwujud, para ras iblis di pimpin oleh raja iblis yang sangat kejam dan tiran" ucap Valentine. "Raja iblis yang ke berapa.....? satu dua atau betapa.....? dan apakah kau tau namanya....?" ucap Rei.


"Hmm.... saat aku hidup dulu, itu raja iblis kedua, kalau untuk namanya aku sedikit lupa karena itu sudah sangat lama" ucap Valentine. "Apa yang di inginkan raja iblis.....? kehancuran dunia kah....?" ucap Rei. "Bukan, tapi raja iblis kedua ingin membuat satu dunia ini ada di bawahnya, semua harus mematuhi peraturan yang ia buat dan itu adalah keadilan miliknya" ucap Valentine.


"Bisa di bilang raja iblis kedua ini ingin membuat dunia tanpa perang dengan cara membuat dunia ada di bawahnya, tapi bukankah itu terlalu serakah....?" ucap Rei. "Ya... banyak orang yang menolaknya dan kemudian melawan raja iblis kedua, akan tetapi dalam beberapa tahun para iblis sangat unggul" ucap Valentine. "Bagaimana dengan ras naga atau ras yang kuat....?" ucap Rei. "Ras naga tidak terlalu peduli dengan hal semacam itu, mereka hanya akan melakukan tindakan jika ada yang menyerang mereka" ucap Valentine.


"Jadi kalau para ras naga tidak di ganggu, mereka tidak akan melakukan apapun, begitu....?" ucap Rei. "Ya.... karena kalau mereka terlalu ikut campur dengan urusan ras lainnya akan banyak yang menjadi korban bahkan makhluk yang tidak berdosa" ucap Valentine. "Kemudian bagaimana dengan pahlawan....?" ucap Rei.