
beberapa tahun kemudian Rei dan Arashiko sudah lulus dari kelas enam. Dan saat itu sedang masa liburan sekolah dan Arashiko mau mengungkapkan perasaan kepada Rei. Dan Rei setelah lulus ia mendapat beasiswa dan akan bersekolah SMP di tempat yang jauh.
Dan saat Arashiko menghampiri rumah Rei, rumah Rei sudah tidak ada orang, Rei dan sekeluarga sudah pergi ke luar kota. Dan Arashiko yang mengetahui bahwa Rei sudah pergi tanpa memberikan kabar ia sedih.
Arashiko sekolah SMP tetap di daerah tersebut. Rei hidup dengan ibunya yang bekerja dan juga Rei saat SMP ia membantu keuangan dengan uang dari WeTube dan ia juga menjadi sebuah penulis. Adiknya yang sudah memasuki SD.
Dan suatu hari saat Rei berjalan saat liburan ia melihat ada seorang perempuan yang di bully oleh tiga perempuan lainnya dan satu cowok preman. Rei yang melihat itu pun berjalan ke sana untuk menghentikan pembulian tersebut.
Dan saat perempuan yang di bully tersebut akan di pukul, pukulan tersebut di hentikan Rei. "Apa masalah bedebah....!!" ucap preman tersebut. "Yah, menurut lebih baik kalau kalian tidak mengganggu orang lain" ucap Rei. "Hey lebih baik kau pergi" bisik Rei kepada perempuan yang di bully.
Perempuan tersebut langsung pergi berlari menjauh. "Hey, kau akan menerima akibatnya" ucap preman tersebut. "Buakk...." Rei terpukul tepat di wajah nya. dan saat setelah ia terpukul ia mengingatkan kejadian saat SD. Rei pun berdiri ia marah sifat yang satunya milik Rei keluar.
Akan tetapi sifat asli milik Rei juga masih tetap melihat apa yang di lakukan tapi sifat aslinya tidak bisa menggerakkan tubuhnya. "Mata di balas mata, Gigi di balas gigi, semuanya hanya kesenangan" ucap Rei. "Kau bergumam apa hah...!?" ucap preman tersebut.
Dan Rei melanjutkan kehidupan seperti biasa. dan saat Rei SMA kelas XII ibunya meninggal dunia dan Rei sekolah sambil membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah. Dan ia tidak pernah lagi mengingat apa yang terjadi saat SD. kembali ke episode satu.
MASA LALU SELESAI.
"Jadi kalau aku dalam keadaan marah aku seperti tak sadarkan diri" ucap Rei. "Oh, begitu tapi dua kepribadian itu apa....?" ucap Cerise. "Hmm.... dua kepribadian itu seperti ada dua jiwa dalam satu tubuh" ucap Rei. "Jadi kalau Rei dalam keadaan marah jiwa Rei yang asli hanya melihat sekilas kejadian" ucap Cerise.
"Ya, betul sekali" ucap Rei. "Master kalau begitu saya mau pergi ada urusan yang harus dilakukan" ucap Suoka. "Aku juga akan pergi" ucap Sasaki. kemudian Sasaki dan Suoka pergi keluar dari mansion. "Tuan.... kami minta maaf" ucap para pelayan.
"Untuk apa....?" ucap rei. "Kami minta maaf atas penculikan Puteri Iseria" ucap para pelayan. "kalian tidak perlu minta maaf kerena kejadian sudah berlalu, Sekarang kalian tinggal menyiapkan makan malam" ucap Rei. "Baik..." ucap para pelayan, mereka pun pergi untuk memasak untuk makan malam.
Rei pergi untuk mandi sedang kan Iseria dan Cerise pergi ke kamarnya.