
"Hmm.... seperti nya aku melupakan sesuatu...." ucap Rei yang sedang berjalan jalan. dan tak lama dari belakang seseorang memanggil nya. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang memanggil Rei. Rei pun menoleh ke belakang. "Yuna Nina...." ucap Rei yang menghampiri Yuna dan Nina. Di belakang Yuna dan Nina terdapat Iseria, Cerise, Shiko, dan Asami.
"Sasaki ada di mana....?" ucap Rei. "Kami juga belum bertemu dengannya" ucap Iseria. "Bagaimana kalau kita cari.....?" ucap Cerise. "Kalau berpencar akan menjadi lebih cepat, bagaimana....?" ucap Shiko. "Ya.... kalau begitu aku dengan Yuna dan Nina, Iseria dengan Cerise dan Shiko dengan Asami, bagaimana....?" ucap Rei. "Ya... kalau begitu kita akan bertemu lagi nanti di sini saat waktu makan siang" ucap Iseria.
"Oke, Kalau begitu aku Yuna dan Nina akan ke sana" ucap Rei. Dan mereka pun berpencar untuk mencari keberadaan Sasaki yang tidak tau ada di mana. "Shadow demon, apa kau bisa melacak keberadaan Sasaki.....?" ucap Rei. "Baik, akan saya cari" ucap shadow demon. "Sekarang kita tinggal menunggu sebentar" ucap Rei.
Sasaki sekarang berada di depan tempat penjual buah, ia membeli beberapa buah untuk ia makan. Iseria dan Cerise mencari ke tempat dekat arena, sedangkan Shiko dan Asami mereka pergi ke tempat yang lumayan jauh dari arena. shadow demon pun menemukan keberadaan Sasaki dan ia pun langsung memberi tau kepada Rei.
"Tuan saya menemukan nona Sasaki" ucap shadow demon. "Ya, terima kasih, dia ada di mana....?" ucap Rei. "Nona Sasaki berada di sebuah tempat penjualan buah" ucap shadow demon. "Ya... terima kasih" ucap Rei. "Ya.... terima kasih kembali, tuan" ucap shadow demon. Yuna dan Nina pun berjalan dengan di tuntun Rei. "Papa.... apa papa menemukan keberadaan kak Sasaki....?" ucap Yuna.
"Ya.... aku menemukan nya" ucap Rei. Dan mereka pun menuju ke tempat Sasaki berada, tak lama mereka berjalan, mereka menemukan Sasaki yang sedang membeli beberapa buah buahan. "Yo.... Sasaki.... apa yang kau lakukan di tempat ini.....?" ucap Rei yang sambil menghampiri Sasaki. "Kak Sasaki kami mencari mu....." ucap Yuna. "Hehehe.... maaf membuat kalian kerepotan" ucap Sasaki.
"Elathan, tolong katakan kepada Iseria, Cerise, Shiko dan Asami kalau Sasaki sudah di temukan dan katakan kepada mereka kalau Sasaki bersama dengan ku" ucap Rei. "Baik, saya akan laksanakan" ucap Elathan yang langsung pergi ke tempat Iseria, Cerise, Shiko dan Asami. "Tapi sebenarnya, saat mendengarkan kata kata yang tidak jelas di arena sampai selesai aku melihat sudah tidak ada orang di sana, jadi aku keluar dari arena dan pergi ke sini" ucap Sasaki.
"Eh.... aku kira setelah aku pergi keluar kau juga sudah keluar" ucap Rei. "Tapi yang terpenting kak Sasaki sudah ketemu" ucap Nina. "Ya.... yang terpenting Sasaki sudah di temukan" ucap Rei. Dan tak lama Iseria, Cerise, Shiko dan Asami pun sampai di sana. "Rei.... Yuna... Nina... dan Sasaki...." ucap Iseria dari kejauhan yang sedang menghampiri Rei, Yuna, Nina dan Sasaki.
"Yosh, dengan begini sudah terkumpul semua" ucap Rei. Dan mereka pun menghabiskan siang berjalan jalan dan sambil membeli beberapa makanan. Saat waktu makan mereka mampir ke tempat makan di sana, mereka mencoba makanan khas ibu kota itu. Pada saat sore hari Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun kembali ke mansion.
"Apa kamu tidak ada hubungan yang lain dengan Rin Danna.....?" ucap Shiko. "Tidak ada" ucap singkat Rei. dan mereka pun sampai di depan Mansion. "Selamat datang, tuan dan nona" ucap para pelayan yang menyambut Rei beserta yang lainnya. "Ya.... bagaimana dengan makan malam....?" ucap Rei. "Untuk makan malam, kami masih menyiapkan, anda bisa berendam di air panas sambil menunggu makan malam" ucap Luna.
"Oke, kalau begitu tolong siapkan aku akan berendam terlebih dahulu" ucap Rei. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun menuju ke pemandian air panas. "Kenapa kalian ke sini....? bukankah kalian bisa ke pemandian di sebelah" ucap Rei. "Kami akan menggosok punggung Rei" ucap Iseria. kemudian Iseria dan Shiko pun menyeret Rei ke dalam pemandian.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun menggosok punggung Rei bersamaan. "Padahal aku bisa melakukan nya sendiri" ucap Rei. "Tidak apa apa, kami juga senang melakukan ini" ucap Cerise. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami yang menggosok punggung Rei dan Rei juga sedang membersihkan tubuh Yuna dan Nina.
Dan setelah semuanya membersihkan diri, mereka pun berendam dalam air panas. "Hah.... hari ini lumayan berat" ucap Rei. "Oh ya Rei, saat pertarungan tadi kau kan melakukan pukulan dan kau bisa menghempaskan para peserta itu apa kau menggunakan sihir....?" ucap Sasaki. "Tidak, itu murni kekuatan fisik" ucap Rei. "Apa aku juga bisa menggunakan nya...?" ucap Sasaki yang sambil melakukan pukulan kecil ke depan.
"Itu sangat mustahil untuk di lakukan, tapi ada beberapa cara untuk menggunakan nya, akan tetapi resiko nya lumayan" ucap Rei. "Kalau begitu coba ajarkan kepada ku, Rei...." ucap Sasaki. "Tidak mau" ucap Rei yang menolak permintaan Sasaki. "Ayolah Rei...." ucap Sasaki sambil memegang telapak tangan Rei. "Tidak, aku tidak akan mengubah jawaban ku meski kau memintanya" ucap Rei.
"Tolong lah, Rei.... ajarkan kepada ku...." ucap Sasaki meminta Dengan sangat bersungguh sungguh. "Tidak....." ucap Rei. "Sayang..... kenapa memangnya, kamu tidak mau mengajari Sasaki.....?" ucap Asami. "Karena kalau mengajarkan jurus itu sangat merepotkan, aku tidak mau melakukan hal yang merepotkan" ucap Rei. "Eh.... hanya karena alasan seperti itu....?!!" ucap Sasaki yang terkejut mendengar alasan Rei.
"Ya.... hal yang merepotkan, aku tidak akan melakukan hal yang merepotkan" ucap Rei. "Kalau begitu hanya ada satu cara" ucap Sasaki. "Satu cara....? Pasti tidak akan berhasil" ucap Rei. Dan Sasaki yang sedang memegang telapak tangan Rei itu pun menyentuhkan telapak tangan Rei dengan dadanya. "Sekarang bagaimana.....?" ucap Sasaki. "Biasa saja, meski kau ingin merayuku aku tetap tidak akan melakukan nya" ucap Rei dengan nada datar. "hmm.... ternyata dada seorang cewe itu sangat lembut dan bagaimana gitu sulit untuk mengekspresikan nya" batin Rei.