
"Eh.... memang itu rasanya lebih parah jika di bandingkan dengan ku, dan apakah kau pergi ke distrik malam....?" ucap Kay. "Tidak pernah, aku juga tidak terlalu suka dengan tempat seperti itu" ucap Rei. "Eh.... ternyata kita juga hampir sama" ucap Kay. Dan sorot mata Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun kembali semula.
"Oh ya kay, kenapa kau ada di sini...?" ucap Rei. "Aku mau mampir ke bar itu, tapi sekarang sangat ramai, dan aku tidak tau mau kemana untuk bisa minum bir" ucap Kay. "Coba kau berjalan ke lorong di sana, nanti kau akan sampai di suatu bar, di sana sangat sepi" ucap Rei. "Wah, kau lumayan tau banyak, terima kasih ya Rei, kapan kapan aku akan traktir kau minum" ucap Kay yang kemudian pergi. "Ya.... kapan kapan" ucap Rei.
Dan saat mereka ingin pergi, Rin pun lewat di samping mereka. "Rin, kenapa kau....? wajahmu terlihat kalau kau sedang kesal" ucap Rei. "Rei... kata para petinggi aku tidak di perbolehkan pergi dari kastil" ucap Rin. "Ya... kau tidak tidak perlu pergi dari kastil kan mudah" ucap Rei. "Rei... itu tidak membantu sama sekali, tolong Rei bantu aku" ucap Rin. "Baiklah akan aku bantu" ucap Rei.
Dan kemudian Rei berserta yang lainnya pun berjalan ke arah kastil kerajaan. beberapa saat mereka berjalan mereka pun sampai di depan gerbang. "Tuan Puteri anda dari mana saja....? tugas yang harus anda kerjakan masih banyak...." ucap salah satu petinggi. "Tidak mau....!! aku sudah mengerjakan banyak" ucap Rin. "Mau bagaimana lagi, yang anda kerjakan itu masih belum seperempat dari semua pekerjaan yang telah anda tinggalkan" ucap petinggi kerajaan itu.
"Kau bohong" ucap Rin. "Saya tidak pernah berbohong, kami juga ikut mengerjakan pekerjaan yang anda tinggalkan" ucap petinggi kerajaan itu. "Hah.... kau itu merupakan orang yang sangat tidak mau mengerjakan pekerjaan mu" ucap Rei. "Rei tolong aku" ucap Rin. "Hey, jangan seenaknya kau memintaku untuk mengerjakan pekerjaan mu yang menumpuk" ucap Rei.
"Tidak mungkin, Aku tidak suka menulis tanda tangan terus menerus, karena itu membosankan" ucap Rin. "Rei....." ucap Rin yang merengek kepada Rei. "Hah, akan aku lakukan" ucap Rei. "Yey.... terima kasih Rei" ucap Rin dengan nada sangat senang. "Apakah bisa kau tunjukkan seberapa banyak yang harus di kerjakan....?" ucap Rei. "Ba...baik" ucap petinggi kerajaan itu.
Dan petinggi itu mengantarkan Rei ke sebuah ruangan yang merupakan ruangan untuk mengerjakan dokumen dokumen kerajaan. "Apakah tidak apa apa aku masuk....?" ucap Rei. "Tidak apa apa...." ucap petinggi itu. dan Rei pun masuk ke dalam ruangan itu tanpa ragu. Sedangkan Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin mereka sedang jalan jalan meninggalkan Rei.
"Inikan tempat dokumen kerajaan yang sangat penting, kenapa aku di perbolehkan masuk....?" ucap Rei. "Karena anda adalah calon raja pahlawan" ucap petinggi itu. "Eh.....? apakah hanya itu....?" ucap Rei. "Ya.... saya percaya karena Puteri Rin percaya kepada anda, kami yang ada di sini juga percaya kepada anda" ucap petinggi itu.
"Karena sudah sangat di percaya aku tidak bisa mengecewakan kalian" ucap Rei. "Sihir Special\= Clone" Rei menggunakan sihir dan ia membuat dua tiruan dirinya sendiri. "Kalian berdua kerjakan itu semua" ucap Rei yang memerintah Clone dirinya. "Ya.... semua pekerjaan akan aku selesaikan" ucap salah satu Clone. dan kedua Clone itu pun mengerjakan pekerjaan yang menumpuk itu dengan semangat yang membara.
"Baik, hanya dua botol bir" ucap petinggi itu. "dan selalu ingat jangan berikan mereka makan atau hal lainnya, karena kalau kau memberi makan mereka atau hal lain mereka akan berubah total" ucap Rei. "Baik, akan saya ingat" ucap petinggi itu. "Ya.... kalau begitu sampai jumpa" ucap Rei yang langsung menghilang dari tempat itu.
"Eh.... dia langsung pergi" ucap petinggi itu. Dan petinggi itu pergi untuk menyelesaikan tugas yang ia miliki. Rei yang berteleport itu sekarang berada di depan sebuah bar. Dan di sana terdapat Frey yang seperti mencari sesuatu. "Frey sedang mencari apa....?" ucap Rei. "Aa.....!! ternyata Rei, bikin kaget saja" ucap Frey. "Maaf maaf mengagetkan mu, kau sedang mencari siapa....?" ucap Rei.
"Aku sedang mencari ayah ku, karena di tiba tiba saja pergi dan pastinya dia akan ke bar untuk minum bir tapi aku sudah berkeliling dan belum menemukan ayahku" ucap Frey. "Eh.... kau sedang mencari ayahmu, seperti nya aku tau dimana dia" ucap Rei. "Dimana Rei....?" ucap Frey.
"Pasti ada di bar itu" ucap Rei. "Di bar itu....? di mana Rei....?" ucap Frey. "Tidak, jangan di pikiran, apakah mau aku antarkan ke tempat yang dituju ayah mu....?" ucap Rei. "Ya... tolong" ucap Frey. dan Frey pun berjalan berdampingan dengan Rei menuju ke bar milik pak tua. Akan tetapi di jalan Rei yang berjalan bersama dengan Frey bertemu dengan Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin.
"Papa....." ucap Yuna dan Nina yang langsung menggandeng tangan Rei. "Yuna, Nina bagaimana dengan jalan jalan bersama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin....?" ucap Rei. "Ya... tadi kami ke sana lalu ke sana" ucap Yuna dan Nina. "Ya... syukurlah kalau Yuna dan Nina senang" ucap Rei. "Rei... apa aku tidak salah kalau mereka berdua memanggil mu papa....?" ucap Frey.
"Ya.... memang benar kenapa....?" ucap Rei. "Eh...? Rei berkata seperti itu, berarti benar benar kalau mereka berdua adalah anak Rei" batin Frey. "Rei.... siapa dia....?" ucap Iseria. "Oh... dia Frey dia mencari ayahnya yang tadi pertama kali bertemu di jalan" ucap Rei. "Eh....? o...orang tadi yang terlihat sangat muda itu memiliki anak yang seusiaku.....?" ucap Iseria yang terkejut.
"Maaf kalau ayahku merepotkan kalian" ucap Frey. "Tidak, ayahmu tidak merepotkan kami, tenang saja" ucap Iseria. "Dan apakah Rei tau dimana ayah Frey berada....?" ucap Cerise. "Ya... di bar yang aku tunjukkan tadi" ucap Rei. "Kami ikut...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Ya... terserah" ucap Rei, dan kemudian mereka pun pergi ke bar yang berada di tempat yang sepi.