
"Apakah pemimpin para angel tidak boleh berkeliaran di kota angel....?" ucap Kay. "Bukan masalah sih, tapi bukankah kau punya banyak kegiatan" ucap Rei. "Tidak terlalu banyak, karena perdagangan tidak terlalu banyak dan juga tidak ada masalah" ucap Kay. "Terus pendapatan bisa di dapat dari mana....? tidak perlu di jawab juga tidak apa apa" ucap Rei.
"Pendapatan didapat dari bekerja sebagai penyembuh" ucap Kay. "Penyembuh....? seperti apa.....?" ucap Rei. "Apakah kau tertarik....? kalau begitu kita ke sana untuk melihat bagaimana....?" ucap Kay. "Boleh saja" ucap Rei. dan mereka pun pergi ke suatu tempat, tempat yang mereka tuju adalah tempat bekerja sebagian besar angel.
Dan mereka pun sampai di tempat itu di sana terlihat ada berbagai cermin yang besar. "Cermin apa itu.....?" ucap Rei. "Ini bukan cermin biasa, kami melihat berbagai orang yang meminta permintaan dari dalam cermin ini" ucap Kay. "Eh.... begitukah, permintaannya seperti apa.....?" ucap Rei. "ada banyak macam, seperti ada yang meminta untuk menyembuhkan luka atau sebagainya, dan juga ada yang meminta untuk menghilangkan kutukan" ucap Kay.
"Iseria apakah kau pernah meminta bantuan dari para angel....?" ucap Rei. "Aku tidak terlalu ingat dan juga sepertinya tidak" ucap Iseria. "Oh begitu" ucap Rei. "Kay apakah aku boleh melihat bagaimana kalian menangani permintaan....?" ucap Rei. "Boleh, kalau begitu kau bisa bersama Frey" ucap Kay. "Kenapa aku ayah....?" ucap Frey. "Kau kan belum mengambil pekerjaan kemarin" ucap Kay. "Ah... kalau kemarin aku lupa" ucap Frey. "Kau dan Rei pergi ambil pekerjaan ini" ucap Kay yang sambil menunjuk sebuah cermin.
Dan mereka pun melihat ke arah cermin, di dalam cermin terdapat seorang yang memakai jubah dan juga menggunakan kerudung untuk menutupi seluruh tubuhnya. "Ayah kenapa dia....?" ucap Frey. "Kalau tidak salah, dia ingin di sembuhkan" ucap Kay. "Berarti hanya menyembuhkan luka, kalau itu bukan masalah untukku" ucap Frey. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin kalian bisa kembali" ucap Rei.
"Baiklah....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Yuna dan Nina kalian juga ikut dengan Iseria dan yang lainnya" ucap Rei. "Tidak papa, Yuna dan Nina akan ikut papa" ucap Yuna dan Nina. "baiklah, kalau begitu kita akan pergi Frey" ucap Rei. sementara itu Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami Cisa dan Rin keluar dari tempat itu dan pergi untuk melihat kota.
Mereka hanya melihat setengah dari seluruh kota, dan mereka berniat untuk berkeliling kota. Di tempat lain, Rei, Yuna, Nina dan Frey masuk ke dalam cermin. setelah masuk ke dalam cermin, gambar di dalam cermin itu langsung berganti dengan permintaan yang lain. Rei, Yuna, Nina dan Frey yang masuk ke dalam cermin itu langsung berhadapan dengan orang yang meminta untuk di sembuhkan.
"Halo....apa masalah anda....?" ucap Frey. "Ini...." ucap perempuan yang menggunakan jubah itu yang hanya menunjukkan tangannya yang terlihat tanda luka bakar yang sangat parah. "Akh......" ucap Frey yang melihat tangan perempuan itu. "Coba buka jubahmu, kalau tidak kau buka aku tidak bisa melihat masalahmu" ucap Rei. "Tidak, aku hanya ingin menyembuhkan tanganku saja" ucap perempuan itu.
"Hah.... kalau kau seperti itu kau merepotkan ku" ucap Rei. "Rei, kita hanya perlu menghilangkan luka bakar di tangan nya" ucap Frey. "Masalahnya bukan itu" ucap Rei. "Apa masalah nya....?" ucap Frey. "Apakah aku harus meminjamkan mataku....?" ucap Rei. "Wrush...." sebuah api langsung menyambar dan menghanguskan jubah milik perempuan itu. Sihir api itu adalah milik Rei.
"Rei....!!! apa yang kau lakukan....?!!!" ucap Frey yang sambil menarik kerah Rei. "Lihatlah..." ucap Rei. Api sihir milik Rei hanya membakar jubah dan tidak melukai orang yang memakai nya. ".....!!!" Frey menatap dengan pandangan seperti melihat hal yang sangat menjijikkan. Dan perempuan itu pun langsung menutup mukanya.
"Ya... papa, kakak sangat cantik" ucap Yuna. "Tidak hanya cantik, kakak juga sangat imut" ucap Nina. "Anak kecil tidak akan berbohong" ucap Rei. "Meski begitu tidak akan mengubah fakta kalau aku tidak akan bisa di sembuhkan" ucap perempuan itu. "Kata siapa.....?" ucap Rei. "Aku mendengarnya dari angel yang aku minta tolong sebelum kalian" ucap perempuan itu.
"Sayang sekali, aku bukan angel, fakta itu tidak akan mempan kepada ku" ucap Rei. "Kamu tidak perlu berbohong" ucap perempuan itu. "Tidak, kalau begitu akan aku tunjukkan dirimu yang sebenarnya agar kau percaya" ucap Rei. "Plok....." Rei menepuk tangan sekali. dan angin pun berhembus.
Angin berhembus dengan membawa dedaunan dan kelopak bunga. dan angin yang berhembus dengan daun dan kelopak bunga itu mengitari perempuan itu. "Rei apa yang kau lakukan....?" ucap Frey. "Ini salah satu sihir ku" ucap Rei. Dan angin pun berhenti berhembus, dedaunan dan kelopak bunga berjatuhan. dan di tengah itu semua terlihat seorang perempuan yang sangat cantik.
"Rei.... siapa dia....?" ucap Frey. "Diakan clien kita tadi" ucap Rei. "Sejak kapan aku ganti baju...." ucap perempuan itu. "Apakah kurang bagus....? aku bisa mengganti nya dengan yang lain kalau kau tidak suka dengan baju itu" ucap Rei. "Tidak perlu, kenapa kamu mengganti bajuku....?" ucap perempuan itu.
"Sihir kristal: mirror crystal" Rei menggunakan sihir yang membuat kristal berbentuk persegi panjang yang berfungsi sebagai cermin. "Coba lihat, seperti apa dirimu Sekarang" ucap Rei. dan perempuan itu melihat dirinya ke cermin kristal. "A.... apakah ini diriku....? aku tidak bisa percaya seorang cantik ini adalah diriku" ucap perempuan itu.
"Kau harus percaya, karena itu kau harus senang" ucap Rei. "Ya.... dan berapa yang harus aku bayar....?" ucap perempuan itu yang sambil mengeluarkan sekantor yang berisi koin. "Tidak perlu, hanya dengan kau tersenyum itu sudah cukup" ucap Rei. "Rei kau bagaimana, dia akan membayar dan bayaran itu cukup untuk membiayai kehidupan" ucap Frey.
"Kalau begitu kami akan pergi, jadi sampai jumpa" ucap Rei yang berniat untuk kembali ke kota Atla. "Tunggu sebentar.... aku kurang enak kalau Kamu tidak mendapatkan bayaran, bagaimana kalau mampir ke tempat ku dulu....?" ucap perempuan itu. "Baiklah, kita akan mampir ke tempat mu" ucap Rei.