Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.222 berniat untuk pergi



"Anasta apakah aku bisa minta tolong....?" ucap Rei. "Minta tolong.....? minta tolong apa....?" ucap Anasta. "Ya.... apakah kau bisa berikan tempat untuk mereka berdua....?" ucap Rei. "Hmm.... tentu saja, akan aku siapkan dan kalian bertemu di mana.....? bukankah dia sudah tinggal di desanya....?" ucap Anasta.


"Tidak, mereka tidak ada di desa manapun, mereka tinggal di tempat yang telah di tinggalkan" ucap Rei. "Ah..... aku sedikit ceroboh membiarkan rakyatku seperti itu, apakah ada elf lainnya yang sama seperti kalian berdua....?" ucap Anasta. "Sepertinya tidak ada, hanya kami berdua" ucap Claire. "Baiklah kalau begitu aku akan keluar, sisanya kalian urus sendiri ya...." ucap Rei yang keluar dari ruangan itu.


"Ya.... hati hati di jalan" ucap Anasta yang kemudian Rei menutup pintu ruangan tersebut. "Hah.... kalau aku lebih lama di sana aku akan ikut suasana dan juga agar tidak membuat Claire dan Delp merasa memiliki hutang budi yang lebih banyak" ucap Rei yang kemudian ia berjalan menuju keluar dari rumah itu. "Rei.... apakah sudah selesai....?" ucap Viora yang berada di ruang tamu rumahnya.


"Ya.... Claire dan Delp sedang mengurusnya dan aku akan pulang" ucap Rei. "Oh.... begitukah, baiklah hati hati di jalan saat pulang meski tidak akan terjadi apa apa" ucap Viora. "Ya.... sampai jumpa" ucap Rei yang kemudian ia keluar dari rumah Anasta. Rei pun berjalan menuju ke mansion. "Hmm.... aku sudah mendapatkan beberapa rempah rempah dan buat apa enaknya.....?" ucap Rei yang berpikir sambil berjalan ke mansion.


"Makanan yang papa buat enak, jadi apa saja tidak apa apa" ucap Nina. "Ya... terima kasih, tapi aku ingin membuat sesuatu" ucap Rei. "Makanan buat makan malam....?" ucap Yuna. "Ya... untuk makan malam nanti" ucap Rei. kenapa tidak membuat makanan yang sama seperti yang papa buat dulu....?" ucap Yuna.


"Mau membuat makanan seperti itu, tapi bahannya yang akan di gunakan tidak begitu banyak, oh ya... sepertinya aku memiliki beberapa daging sapi yang aku beli beberapa saat sebelum sampai di sini, kalau begitu aku akan mencoba membuat steak daging" ucap Rei. "Steak....? makan seperti apa itu papa....?" ucap Yuna dan Nina. "Yah....itu daging yang di masak, dan juga aku makan itu sudah lama" ucap Rei. Tak lama ia pun sampai di mansion.


Rei masuk ke dalam mansion, saat ia masuk ia langsung di sambut oleh para pelayan. "Vivi apakah aku bisa bicara dengan mu.....?" ucap Rei. "Baik tuan, apa yang akan anda bicarakan....?" ucap Vivi. "Hmm..... nanti makan malam aku yang akan memasak" ucap Rei. "Tidak perlu tuan, kami yang akan memasak anda tidak perlu" ucap Vivi.


"Tidak, aku ingin mencoba memasak makanan, dan juga sudah lama aku tidak mencobanya" ucap Rei. "Baiklah kalau begitu, anda bisa menyiapkan makan malam" ucap Vivi. "Ya.... tentu saja, dan juga akan ku beri tau resep membuatnya" ucap Rei. "Baik tuan, oh ya.... saya hampir lupa, nona Iseria dan yang lainnya menunggu anda di ruang tengah" ucap Vivi.


"Ya.... baiklah, sekarang kau bisa kembali" ucap Rei. "Baik tuan" ucap Vivi yang kemudian pergi, sementara itu Rei pergi untuk menemui Iseria dan yang lainnya. "Kalian sedang apa....?" ucap Rei yang berada di ruang tengah. "Ah.... Rei, kamu sudah kembali, dan bagaimana....?" ucap Iseria. "Ya.... mereka sudah akan tinggal di desa, dan juga sekarang aku harus melakukan apa.....?" ucap Rei yang sambil duduk di kursi.


Setelah Rei duduk, Yuna dan Nina langsung duduk dipangkuan Rei. Tak lama Luna pun membawakan beberapa cangkir teh untuk Rei, Yuna dan Nina, setelah menaruh teh itu di meja, Luna juga menuangkan teh ke cangkir Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena. "Silahkan di nikmati" ucap Luna. "Ya.... terima, ya....." ucap Rei.


"Tempat para dark elf sangat berbeda dengan tempat para elf yang tinggal di hutan, kami dark elf membuat sebuah kerjaan yang penduduknya dark elf dan juga tidak jarang bisa menemui manusia atau ras lainnya yang sedang berkunjung ke sana" ucap Lena. "Oh.... jadi datang sebagai pengunjung tidak masalah, dan juga membuat kerajaan sangat berbeda dengan para elf" ucap Rei.


"Ya... aku ingin sekali melihat bagaimana negerimu, Lena" ucap Iseria. "Ya.... nanti aku akan sambut kalian semua ke rumahku" ucap Lena dengan senyum. "Ya.... dan juga sebentar lagi kita akan pergi, dan kita semakin dekat dengan tempat tinggal Lena" ucap Rei. "Apakah akan pergi.....? kapan.....?" ucap Iseria.


"Aku masih belum tau akan pergi kapan" ucap Rei. "Jadi begitu, apakah kalau sudah pergi kita akan ke beberapa kerajaan.....?" ucap Iseria. "Kerajaan.....? aku masih belum tau juga" ucap Rei. "Hmm.... kerajaan manusia kah..... sepertinya aku pernah ke sana tapi kerajaan yang mana ya.....?" ucap Lena. "Kerajaan manusia ada empat, dan juga untuk mencapai ke sini memang harus melewati sebuah kerajaan" ucap Rei.


"Rei.... Rei apakah aku bisa melihat peta yang kau miliki......?" ucap Sasaki. "Buat apa....?" ucap Rei. "Aku ingin pinjam dan melihat, apakah tidak boleh....?" ucap Sasaki. "Boleh saja" ucap Rei yang mengeluarkan peta yang ia miliki.



"Rei.... di sini ada shinigami land, apakah kita tidak ke sana....?" ucap Sasaki. "Iya... dan seperti apa shinigami land...." ucap Iseria. "Aku belum tau seperti apa shinigami land itu" ucap Rin. "Hmm.... kita tidak akan ke sana, aku merasa kalau di sana tidak ada yang membuatku tertarik" ucap Rei.


"Hmm.... begitukah, baiklah kalau begitu" ucap Iseria. "Kalau ke kerajaan tortus pasti, kalau ke kerajaan lainnya masih belum tentu ke sana, dan juga kalau lebih banyak singgah di kerajaan lain, Lena akan semakin lama untuk sampai di kampung halamannya" ucap Rei. "Iya.... benar juga, kasihan Lena" ucap Cerise. "Tidak apa, aku juga tidak terlalu memikirkan meski singgah di beberapa kerajaan" ucap Lena.


Kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Lena pun berbincang satu sama lain. "Yuna.... Nina, apakah kalian bosan....?" ucap Rei kepada Yuna dan Nina. "Tidak terlalu, papa" ucap Yuna dan Nina. "Oh.... begitukah" ucap Rei. "Rei......" sebuah suara terdengar di telinga Rei.