
Rei dan Viora pun berjalan menuju ke ruang tengah. Sesampainya di ruang tengah mereka langsung duduk di kursi. Setelah duduk mika menuangkan teh ke cangkir dan menaruh di hadapan Rei dan Viora.
"Terima kasih mika" ucap Rei. "Terima kasih kembali tuan...." ucap mika. "Yosh.... sekarang kita aka pergi...." ucap Rei yang sambil mengeluarkan peta. Setelah itu Rei menaruh peta tersebut di tengah tengah meja.

"Karena sekarang kita berad di sini, elf land" ucap Rei yang sambil menunjuk elf land di peta tersebut. "Ya.... dan kita akan pergi ke kerajaan tortus...." ucap Iseria. "Ya.... setelah dari kerajaan tortus kita akan ke dark elf land, dan Lena kau bisa kembali ke rumahmu" ucap Rei. "Ya...." ucap Lena.
"Yosh.... sekarang kita berangkat" ucap Rei yang yang kemudian mansion itupun terbang dan menuju ke kerajaan tortus. Setengah hari pun terlewat di habiskan untuk perjalanan menuju ke kerajaan tortus. Tak lama mereka pun memasuki wilayah kerajaan tortus. Dan Rei pun mendarat mansion di tempat awal mansion itu berada. "Yosh.... sudah sampai" ucap Rei.
"Jadi ini kerajaan manusia....? terlihat sangat indah" ucap Viora. "Hmm..... ya, tapi kau tidak bisa selalu melihat semuanya sebagai hal yang bagus" ucap Rei. "Apa maksudnya....?" ucap Viora. "Tidak, lupakan saja, aku akan pergi ke suatu tempat" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya... ayo" ucap Rei.
"Kami juga ikut" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora. "Ya.... baiklah, ayo pergi" ucap Rei. Dan mereka pun pergi keluar mansion dan menuju ke sebuah kafe. Sementara itu para pelayan juga pergi keluar untuk membeli bahan makanan karena di mansion sudah menipis.
Tak lama Rei dan yang lainnya berjalan dan akhirnya pun mereka sampai di depan sebuah kafe. "Permisi...." ucap Rei yang sambil masuk ke dalam kafe tersebut, di dalam kafe tersebut cukup sepi dan hanya ada beberapa orang saja karena kebanyakan orang masih bekerja. "Selamat datang.... ma.... manager.....!!!" ucap seorang anak kecil.
"Eh....? apakah aku mengenal mu.....?" ucap Rei. Dan semua pekerja di dalam kafe tersebut mendengar suara yang memanggil manager dan mereka pun berkumpul di depan Rei. "Manager selamat datang" ucap para pekerja yang merupakan pemilik panti dan anak panti. "Ya..... bagaimana....? lancar....? atau tetap sepi....?" ucap Rei.
"Saya bersyukur, karena anda kami bisa hidup dengan lebih baik, dan juga setiap hari sangat ramai, karena sekarang sudah jam kerja di sini sepi" ucap ibu panti. "Hmm.... bagitukah.... baguslah kalau bisa berjalan lancar" ucap Rei. "Anu.... maaf tadi anda mengatakan kalau Anda tidak kenal, tapi nyatanya anda kenal dengan ibu panti" ucap anak kecil tersebut.
Sementara itu, para pekerja seperti anak panti dan yang lainnya selain pemilik panti mereka kembali bekerja. Pemilik panti duduk di depan Rei. "Manager, pendapat yang kami dapat dari berjualan telah mendapatkan keuntungan yang sangat banyak dan kami akan memberikannya kenapa anda" ucap pemilik panti. "Tidak perlu, pakai saja itu untuk kebutuhan panti dan anak anak panti" ucap Rei.
"Tapi,......" ucap pemilik panti. "Tidak ada tapi tapian, bukankah uang itu bisa di gunakan untuk merenovasi atau mencoba membuat produk baru....? karena tempat ini juga menjadi milik kalian, aku serahkan semuanya kepada kalian kalau butuh bantuan silahkan datang padaku" ucap Rei. "Baik, dan tunggu sebentar lagi, kami buatkan anda sekalian minuman" ucap pemilik panti.
"Ya.... tentu saja, kalau kalian sudah repot repot" ucap Rei. "Oh, ya manager kalau tidak salah, dua anak di sana memanggil anda papa, apakah mereka anak anda....?" ucap pemilik. "Ya.... mereka anakku, ada apa....?" ucap Rei. "Tidak ada apa apa, dan kalau begitu salah satu dari perempuan itu adalah ibu mereka.....?" ucap pemilik.
"Tidak, tidak ada di antara mereka" ucap Rei. "Maaf kalau menyingung, tapi apakah ibu dari kedua anak ini sudah tiada....?" ucap pemilik panti. "Akan ku jelaskan biar mudah, mereka bukan anak kandung, tapi aku mengadopsi mereka karena mereka sudah kehilangan orang tuanya" ucap Rei. "Kami masih punya papa...." ucap Yuna dan Nina yang sambil memeluk Rei.
"Ya... aku tau, kalian masih punya papamu ini" ucap Rei. "Jadi begitu, saya mengerti" ucap pemilik panti. Dan tak lama anak panti pun membawakan beberapa cangkir yang berisi kopi untuk Rei dan sisanya minuman manis untuk Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya. "Terima kasih ya...." ucap Rei yang sambil tersenyum kepada anak panti.
"Sama sama, manager" ucap anak panti. "Tidak perlu kaku seperti itu, aku tidak akan memakan kalian kok" ucap Rei. "Baik, kalau begitu kami permisi" ucap anak panti yang kemudian kembali ke belakang. "Dan aku ingin bertanya bagaimana keadaan sini....?" ucap Rei. "Omong omong tentang itu, ada seseorang yang sering ke sini dan mencari anda hampir setiap hari" ucap pemilik panti.
"Siapa.....? dan ada apa dia mencari ku.....?" ucap Rei. "Kalau untuk itu dia tidak menjawab, setelah saya bertanya kenapa dia mencari anda dia langsung berkata saya akan kembali dan dia langsung pergi keluar" ucap pemilik panti. "Kalau begitu, bagaimana penampilan nya.....? atau hal yang menjadi ciri ciri orang itu...." ucap Rei.
"Hmm.... kalau di lihat dia seperti bangsawan tapi kebanyakan bangsawan terkadang sombong kalau dengan rakyat kecil seperti kami, tapi dia tidak dia sangat menghormati semua orang" ucap pemilik panti. "Hmm.... hahahaha..... ternyata dia, ada apa dia mencari ku....? apakah ada masalah yang penting untuk mencari diriku setiap saat....?" ucap Rei.
"Permisi....." ucap seseorang yang masuk ke dalam kafe. "Anu.... pemilik, apakah Rei ada di sini....?" ucap laki kali yang baru masuk ke dalam kafe. "Yo.... ada apa mencari ku.....? apakah ada hal yang sangat penting atau hal yang sangat baik....?" ucap Rei yang sambil membalikkan badannya dan menatap laki laki tersebut. "Re.... Rei.....!!! apakah ini benar dirimu....? tadi aku melihat mansion mu ada di tempat kosong itu dan saat aku masuk dan pelayan mu mengatakan kalau kau sedang keluar dan aku langsung menuju ke sini" ucap laki laki tersebut.