
"Wajah Rei saat tidur sangat imut" batin Iseria. "Rei, kalau kau sudah bangun sebentar lagi makan malam" ucap Iseria. "Ya, kau ke meja makan dulu aku akan menyusul" ucap Rei. kemudian Iseria keluar dari kamar Rei dan berjalan menuju ke meja makan.
Para pelayan sedang menata makanannya ke meja makan dan di sana Cerise duduk sambil makan puding. "Cerise boleh aku minta" ucap Iseria. Dan saat itu Cerise mengambil dau puding, yang satu sedang ia makan dan yang satu lagi di meja.
Cerise memberikan puding yang di meja ke Iseria. "Ini...." ucap Cerise sambil memberikan puding. "Wah, Cerise baik sekali" ucap Iseria. "Oh ya aku panggil kamu bagaimana...?" ucap Cerise yang masih bingung mau memanggil Iseria dengan siapa.
"Panggil Iseria saja" ucap Iseria. "Oh, Iseria" ucap Cerise. "Oh ya Cerise apa kamu nanti setelah makan malam bisa ke kamarku...?" ucap Iseria. "Bisa kok" ucap Cerise. "Ya, kalau begitu nanti aku tunggu ya" ucap Iseria.
"Baru pertama bisa langsung akrab, kalian lagi membahas apa...?" ucap Rei yang baru datang. "Rahasia wanita" ucap Iseria,dan Cerise ikut mengangguk. "Ya, kalau begitu aku tidak akan ikut campur" ucap Rei. Makanan telah di siapkan di atas meja.
Mereka pun makan bersama. "Wah, di sini semua makan bersama an" ucap Iseria. "Apa kau tidak nyaman....?" ucap Rei. "Tidak, meski makanan nya berbeda dengan di istana tapi rasanya lebih enak di sini" ucap Iseria. "Ya, karena makanan akan terasa lebih enak jika di makan bersama, apakah masih hangat" ucap Rei.
Mereka pun telah menghabiskan makanan dan para pelayan membersihkan piring dan gelas. Iseria dan Cerise berjalan bersama menuju ke kamar Iseria. "hmm.... mereka berdua bisa menjadi teman" batin Rei. Kemudian Rei beranjak dari kursi dan pergi ke kamar nya.
"Kalau Cerise belum pernah lihat apakah rei pernah marah, bagaimana kalau para pelayan pernah melihat Rei marah....?" ucap Iseria. Kemudian Iseria mengintip keluar dari pintu kamarnya dan melihat Seyla yang berjalan.
"Nah kebetulan ada satu pelayan yang lewat" ucap Iseria. "Anu apa kamu bisa ke sini....?" ucap Iseria kepada Seyla. "Iya ada perlu apa dengan saya nona Iseria....?" ucap Seyla. kemudian Seyla masuk ke dalam kamar Iseria.
"Siapa nama mu....?" ucap Iseria. "Se....Seyla nona Iseria" ucap Seyla. "Anu Seyla aku mau bertanya kepada mu" ucap Iseria. "Ya anda mau tanya apa....?" ucap Seyla. "Apakah kamu pernah melihat Rei sedang marah....?" ucap Iseria.
"Tidak pernah, walaupun saya melakukan kesalahan saya tidak pernah di marahi oleh tuan Rei" ucap Seyla. "kalau begitu Terima kasih, sekarang kamu bisa pergi" ucap Iseria. "Ya, sama sama, saya permisi nona Iseria" ucap Seyla. kemudian Seyla pergi keluar dari kamar Iseria.
"Berarti belum ada yang pernah melihat Rei sedang marah, dan aku akan bertanya kepada mu Cerise" ucap Iseria. "Mau tanya apa Iseria...?" ucap Cerise. "Jawab dengan jujur, apa kau menyukai Rei...?" ucap Iseria. "Kalau itu anu...." ucap Cerise yang malu malu.