
Rei berjalan ke tempat gang kosong setelah ia membeli beberapa bahan yang di butuhkan. saat mengetahui Rei masuk ke dalam gang seseorang yang mengikuti Rei juga masuk ke dalam gang tersebut.
"Eh....? kemana perginya" ucap nya dan ternyata gang tersebut adalah gang buntu. "Ada apa....? mengikuti ku" ucap rei yang berada di belakang orang tersebut. "Eh....? tolong jadikan aku murid mu" ucap seorang tersebut menunduk.
Yang mengikuti Rei adalah gadis ras rubah. "apa aku tidak salah dengan, kau ingin aku menjadikan mu murid ku kan....?" ucap Rei. "Ya karena aku ingin belajar sihir yang anda pakai tadi" ucap gadis tersebut. "Sihir ku yang tadi, oh sihir space dimension" ucap Rei.
"Aku ingin bisa menggunakan sihir Dimensi" ucap gadis tersebut. "tunggu tunggu, aku masih belum tahu siapa nama mu" ucap Rei. "Namaku Suoka, kalau nama master....?" ucap Suoka. "Namaku Rei, Akagami Rei" ucap Rei.
"Master apa aku bisa jadi murid mu....?" ucap Suoka. "Aku buruk dalam mengajari" ucap Rei. "Tapi kalau kau ingin bisa menggunakan sihir Dimensi akan aku bantu" ucap Rei. "benarkah...?" ucap Suoka. Rei membuka bukunya dan menyobek dua lembar kertas dan ia memberikan kedua kertas tersebut ke Suoka.
"Kau pelajari yang ada di kertas itu, di kertas itu adalah dasar dari sihir Dimensi" ucap Rei. Suoka menerima kertas tersebut. "Terima kasih master" ucap Suoka. "Jangan panggil aku master, panggil aja Rei" ucap Rei. "Ya, Rei" ucap Suoka.
"Kalau perlu bantuan kau bisa datang ke tempat ku, jadi sampai jumpa" ucap Rei. kemudian Rei langsung berteleport ke mansion. "Mama sekarang aku sudah menemukan ____" ucap Suoka. Rei yang berada di masion ia menaruh bahan yang ia beli di atas meja dapur.
Rei mulai membuat kue yang terbuat dari bahan keju dan berbagai bahan lainnya. tak lama Rei membuat kue keju di dapur, akhirnya pun selesai.
Setelah itu Rei membuat beberapa cangkir kopi dan menaruh di atas meja makan beserta dengan kue keju. "eh, apa setiap hari sepi seperti ini...?" ucap Rei. Rei tidak tahu saat Rei keluar Cerise dan para pelayan keluar untuk membeli kan baju untuk Cerise.
Dan saat Rei kembali Cerise dan para pelayan sedang menata kamar milik Cerise. dan tak lama Cerise beserta para pelayan berjalan menuju ke meja makan. "Rei...." ucap Cerise sambil memeluk Rei.
"Cerise, bisa tolong lepaskan pelukan mu...?" ucap Rei. "Apa Rei tidak suka....?" ucap Cerise. "tidak, tapi ada alasan lain" ucap Rei. "Tuan kue apa ini....?" ucap Bel. "Kalian coba apa rasanya enak...." ucap Rei. "Apa aku boleh ikut coba...?" ucap Cerise.
"Ya coba lah" ucap Rei. kemudian Rei beserta yang lainnya mencicipi kue keju tersebut. "bagaimana rasanya....?" ucap Rei. "Enak.... enak banget" ucap bel. "Kemudian air hitam di cangkir ini apa...?" ucap Vivi. "itu kopi" ucap Rei.
"Kopi....?" ucap Vivi. "Aku akan minum...." ucap Cerise. "Sruup..." Cerise meminum secangkir kopi. "ah, rasanya pahit" ucap Cerise. "Hahaha... maaf, belum aku beri gula" ucap rei. Kemudian Rei mengambil gula di dapur.