
"Sringg.... sring..... sring....sring...." putri itu melesatkan tebasan berkali kali. "Ting.... Ting.... tiing.... Ting...." akan tetapi Rei menangkis serang tebasan putri itu dengan ranting yang ia pegang. "Wah lumayan juga" ucap rei. Dan putri itu yang mengetahui kalau Serangan nya di tangkis itu pun melompat ke arah belakang.
"Tidak mungkin, dia bisa menangkis dengan ranting...." Batin putri. "Hmm.... kau pasti bertanya kenapa aku bisa menangkis dengan ranting kan....." ucap Rei. "Bagaimana bisa menangkis pedang dengan sebuah rating....?" ucap Itshu. "Ranting....? tidak tidak, ini bukan ranting ini besi" ucap Rei. "Besi....? aku tidak percaya" ucap Itshu. "Kalau tidak percaya ya sudahlah....." ucap Rei.
"Meski itu kau bilang besi, akan aku patahkan dan aku akan mengalahkan mu....." ucap putri. "Silahkan maju....." ucap Rei. "Wush....." dengan cepat putri itu melesatkan ke arah Rei dan bersiap menebas Rei. "Sring....." putri itu melesatkan tebasan ke arah Rei. "Ting....." Rei menangkis serang itu. Dan pedang milik putri dan ranting yang Rei pegang itu bersentuhan langsung.
"Apakah kau percaya sekarang....?" ucap Rei. "Besi.....? tapi bagaimana.....?" ucap ucap putri. "Ya.... kenapa ya....?" ucap Rei. "Wush....." setelah bicara seperti itu Rei pun menghilang dari hadapan putri tersebut. "Eh.... kemana dia...?" ucap putri itu. "Sekarang keadaan sudah berubah, kalau kau menyerah aku akan melepaskan mu....." ucap Rei yang berada di belakang putri tersebut.
Ranting yang Rei pegang itu berada di samping leher putri dan hanya berjarak sekitar lima sentimeter dari leher putri. "Hah.... menyerah...? hanya kerena ranting.....?" ucap putri. "Tidak, yang ku pegang bukan rating tapi pisau...." ucap Rei. Ranting yang Rei pegang itu berubah menjadi pisau.
"Menjauh dari putri....!!! atau tidak aku akan menyerang mu....." ucap Itshu. "Jangan ada yang bergerak, kalau ada yang bergerak, pisau ini akan memotong leher putri ini...." ucap Rei. "Sialan.....!! kau melakukan hal itu...." ucap Itshu yang terlihat sangat kesal. "Kau mau apa....?" ucap putri. "Kau hanya perlu menyerah saja...." ucap Rei.
"Baiklah..... aku menyerah....." ucap putri. "Yosh.... terima kasih" ucap Rei. Dan Rei langsung menghilang dari belakang putri dan Rei berada di samping Yuna. "Sialan....! akan aku bunuh kau....." ucap Itshu. "Berhenti..... kenapa kau sangat marah....? bukankah tadi hanya main main....?" ucap Rei.
"Main main....? apa maksud mu....?" ucap putri. "Ya.... main main, aku hanya menggunakan seperempat Dari seperempat kekuatan ku" ucap Rei. "Eh....? kecepatan yang tidak bisa aku lihat itu hanya main main...." ucap Itshu. "Ya.... aku jarang serius, ya.... hampir tidak pernah...." ucap Rei. "Papa...." ucap Yuna dan Nina yang sambil menarik jubah Rei.
"Ya.... aku tau, ada sesuatu di belakang....." ucap Rei. "Apa itu papa....?" ucap Yuna. "Ya.... palingan monster tingkat menengah atau tinggi yang tinggal di sini...." ucap Rei yang tetap Santai. "Ada apa....?" ucap Itshu dan putri yang tidak tau kalau ada monster tingkat menengah atau tingkat tinggi di belakang Rei.
"Hanya ada monster tingkat tinggi atau tingkat menengah" ucap Rei. "Papa... apakah monster itu kuat....?" ucap Nina. "Ya... seperti nya lumayan, kalau menurutku sangat lemah...." ucap Rei. "Apakah papa akan membunuh monster itu....?" ucap Yuna. "Ya.... karena aura monster itu sangat menusuk" ucap Rei.
"Sihir Tanaman: Root prick" Rei menggunakan sihir yang membuat akar akar yang ada di tempat monster itu berada menjulang ke atas dan menusuk monster itu hingga membunuhnya. "Yosh.... sudah mati...." ucap Rei. "Eh... apakah benar....?" ucap putri. "Kalau tidak percaya, kita lihat...." ucap Rei. dan mereka pun menuju ke tempat monster itu mati.
"Sudah ada yang pernah mencobanya, tapi hasilnya nihil" ucap Itshu. "Yang menggunakan panah pasti amatiran, kalau ingin membunuh monster ini hanya perlu menyerang pada mulutnya saat dia membuka mulut, Dan usahakan untuk menembus sampai otaknya" ucap Rei. "Tapi kau bisa mengalahkan menggunakan sihir apa....?" ucap Itshu.
"Aku menggunakan sihir tanaman tadi sebagai anti sipasi dan tidak mengira kalau yang datang monster ini" ucap Rei. "Kalau dari awal sudah tau monster ini bagaimana....?" ucap putri. "Ya.... kurang lebih akan aku pukul atau aku menjentikkan jari saja sudah cukup untuk mengalahkan nya" ucap Rei.
"Menjentikkan jari....? apakah kau bercanda....?" ucap Itshu. "Tidak, aku tidak bercanda...." ucap Rei. dan seekor monster yang kekuatan nya sama seperti fang bear itu mendekat ke arah mereka.
"Vi– Viper....?!!!" ucap Itshu yang terkejut dengan monster yang baru datang. "Ah.... ini cocok untuk memperlihatkan ke kalian" ucap Rei. "Jangan menyerang nya dengan jarak dekat" ucap Itshu yang memperingatkan. "Tenang saja....." ucap Rei. "Ya.... papa kuat, jadi tenang saja...." ucap Yuna dan Nina. Rei pun langsung berada di depan Viper tersebut. "Hmm... lumayan juga...." ucap Rei.
"Shhhaaaa......" Viper tersebut melesat dan ingin menggigit Rei. "Ck, tak sabaran....." ucap Rei. dan Rei pun menjentikkan jari nya Kepada Viper tersebut dan membuat Viper tersebut langsung mati dan hanya menyisakan beberapa bagian saja. "Ternyata dia tidak bercanda....." ucap Itshu. "Oh ya.... kalian bisa bawa dua monster itu, aku dan mereka akan pulang jadi sampai jumpa" ucap Rei.
"Eh.... tinggu....." ucap putri. akan tetapi Rei, Yuna dan Nina sudah jauh dan mereka menuju keluar dari hutan. Itshu pun membawa dua monster itu. "Itshu aku juga akan membawakan...." ucap putri. "Tidak perlu tuan putri, saya bisa membawanya" ucap Itshu. Rei, Yuna dan Nina pun sampai di mansion. sedangkan putri dan Itshu sedang berada di guild.
Putri dan Itshu menjual monster itu. "Wah.... lihat tuan putri dia mengalahkan fang bear dan Viper...." ucap para petualang. "Tidak, bukan aku yang mengalahkan nya, tapi kalau tidak salah yang mengalahkan nya bernama Rei...." ucap putri. "Rei....? tidak ada petualangan di sini yang bernama Rei..." ucap para petualang.
"Dia bukan petualangan, melainkan Manusia yang hidup tidak menetapkan di satu tempat...." ucap Itshu. "Manusia....? tidak ada manusia yang bisa melebihi kekuatan Demi-Human" ucap seorang yang memegang peringkat orang terkuat kedua. "Aku tidak bohong dia sangat kuat...." ucap Itshu. "Hah.... palingan dia memanfaatkan tuan putri dan Itshu agar menjadi terkenal...." ucap orang tersebut.