
"Ya..... kata Rei ada benarnya tapi aku juga tersesat dan sampai di sini" ucap Lena. "Eh.... kau tersesat, hmm.... kalau tidak salah kau berasal dari tanah dark elf kan.....?" ucap Rei. "Ya.... ada apa....?" ucap Lena. "Hmm.... kalau di pikir pikir kami juga akan pergi ke sana, bagaimana kalau kau bersama kami dan kami akan mengantarmu kembali ke rumah mu" ucap Rei.
"Apakah boleh....?" ucap Lena. "Ya.... tidak apa apa, sekarang aku akan ke rumah raja elf apakah kau juga ikut.....?" Ucap Rei. "Ya.... kak Lena tidak apa apa ikut...." ucap Yuna dan Nina. "Kalau tidak mau tidak apa apa, aku tidak memaksamu ikut" ucap Rei. "Ya.... baiklah aku akan ikut" ucap Lena. "Ya, kalau begitu ikuti aku'' ucap Rei. Kemudian mereka pun berjalan menuju ke rumah raja elf.
Beberapa saat mereka berjalan, mereka pun sampai di depan rumah raja elf. "Tok.... tok... tok...." Rei mengetuk pintu rumah raja elf. "Permisi......" ucap Rei sambil membuka pintu rumah raja elf. "Tuan Rei.... selamat datang, silahkan duduk" ucap raja elf yang menyambut dengan hangat. "Ya...." ucap Rei yang membuka pintu rumah raja elf dengan lebar.
Rei, Yuna, Nina dan Lena pun masuk ke dalam rumah raja elf. Saat Viora melihat Lena, Viora pun langsung berdiri dan mengangkat panah miliknya ke arah Lena. "Dark elf......!! kenapa kau ada di sini....?!" ucap Lena. "Turunkan senjata mu..... dia tidak ada niatan jahat, aku bisa menjaminnya" ucap Rei. "Tapi......!" ucap Viora. "Viora hentikan" ucap Anasta. "Baik ayah...." ucap Viora yang kemudian menyimpan kembali senjatanya.
"Tuan Rei, apakah ada bisa jelaskan apa yang terjadi dan kenapa anda bisa bersama dengan dark elf.....?" ucap Anasta. "Ya.... akan aku jelaskan" ucap Rei. Rei, Yuna, Nina dan Lena pun duduk di kursi tempat tersebut. "Pertama saat aku keluar hutan dan memeriksa apakah sihir ku berfungsi dengan benar apa tidak" ucap Rei. "Apakah sihir yang anda gunakan mengganti sihir pelindung hutan....?" ucap Anasta.
"Ya....tepat sekali, beberapa saat setelah aku keluar dari hutan aku mendengar suara teriakan, dan teriakan itu berasal dari dia yang terpojokkan oleh seekor monster" ucap Rei. "Monster....? kami hampir tidak pernah melihat monster di dekat hutan...." ucap Anasta. "Ya.... tidak mungkin ada seekor monster di pinggiran hutan ini" ucap Viora. "Ya.... kalau hanya bicara tidak mungkin kalian percaya" ucap Rei.
"Saya percaya kepada anda" ucap Anasta. "Tidak perlu memaksakan diri untuk percaya, aku juga tidak terlalu peduli dengan monster" ucap Rei. "Darling.... darling.... apakah monster itu kuat....?" ucap Alencia. "Hmm.... aku juga kurang tau, aku tidak bertarung langsung dengannya" ucap Rei. "Eh.... tau bagaimana kamu mengalahkan nya....?" Iseria.
"Aku menggunakan sihir, kalau menurutku dia sangat lemah tapi kalau orang lain yang melawannya bisa daja berbeda" ucap Rei. "Owh.... bisa dibilang kuat, aku jadi ingin melawannya" ucap Sasaki. "Tidak tidak, kau tidak perlu melawannya karena sudah tidak ada yang tersisa" ucap Rei. "Eh.....? aku kira aku bisa melawannya" ucap Sasaki.
"Tapi ada yang aneh, kalau di sini tidak ada pernah ada monster, bagaimana itu ada di sana.....? apakah ada hal besar yang akan terjadi......?" batin Rei. "Oh ya, kalau tidak salah bukankah di sini terdapat banyak jamur....?" ucap Rei. "Ya.... emang ada jamur, dari jamur beracun sampai jamur yang bisa di makan dan juga ada jamur yang aneh" ucap Anasta.
"Siapa saja boleh, aku juga ingin membuat beberapa makanan dari jamur itu" ucap Rei. "Ya... baiklah, aku akan mengantarkan anda ke tempat nya...." ucap Viora. "Terima kasih banyak" ucap Rei. "Tidak, bukan apa apa, suatu kehormatan bisa bersama anda dan juga ini sebagai penebusan atas rasa bersalah saya tadi" ucap Viora. "Ya terserah kau saja, untuk Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena kalian pergilah ke mansion" ucap Rei.
"Eh....?! padahal aku ingin ikut" ucap Iseria. "Tidak, lebih baik kalian tunggu saja di mansion" ucap Rei. "Ya... Baiklah, kalau begitu kita pergi" ucap Iseria yang sambil mengajak yang lainnya. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena berjalan menuju ke mansion. "Yuna Nina, kalian tidak ikut Iseria dan yang lainnya...?" ucap Rei.
"Tidak, Yuna dan Nina akan tetap bersama dengan papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... baiklah, sekarang kita akan pergi" ucap Rei. Rei, Yuna, Nina dan Viora pun berjalan menuju ketempat di mana mereka bisa mendapatkan berbagai macam jamur. Tempat yang mereka juru ada di luar desa, tempat di mana tidak ada desa dan berada di dalam hutan. Tak lama mereka berjalan mereka pun sudah dekat dengan tepatnya.
"Apakah masih jauh.....?" ucap Rei. "Tidak, di depan sana kita sudah sampai" ucap Viora. Dan mereka pun sampai, dan saat melihat ke arah depan, Rei melihat ada banyak sekali jamur yang tumbuh di sana. "Hmm... banyak sekali jenisnya, dan juga bisa jadi ada yang beracun" ucap Rei. "Hmm... kebanyakan di sini bisa dimakan, dan hanya beberapa yang tidak bisa di konsumsi" ucap Viora. "Hmm.... jadi begitu" ucap Rei.
"Ada jamur yang beracun, memiliki efek membuat pingsan, ada yang beracun mematikan, Jai harus hati hati dalam mengambil atau memetiknya" ucap Viora. "Hmm.... sepertinya ada satu jamur yang kau lewatkan" ucap Rei. "Apa seperti apa efeknya...?" ucap Viora. "Jamur perangsang, setiap makan makanan dari jamur tersebut akan mengalami gairah yang berlebih" ucap Rei.
"Apakah hal tersebut bisa terjadi....?" ucap Viora. "Ya.... tentu saja bisa, akan tetapi setiap efek dari jamur bisa berbeda beda'' ucap Rei. "Hmm.... padahal aku yang tinggal di sini lumayan lama, tapi aku baru tau kalau ada hal seperti itu" ucap Viora. "Hmm.... sepertinya kau harus belajar lebih giat lagi Viora" ucap Rei yang sambil memetik jamur.
"Papa... papa.... apakah ini juga....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... petik dan ambil setiap jenis tiga buah" ucap Rei. "Baik papa..." ucap Yuna dan Nina yang sambil memetik jamur. "Eh....?!" ucap Viora.